KOWANI Ajak Perempuan Indonesia Jadi Pelopor Pelestarian Lingkungan Jelang Satu Abad Organisasi

- Jurnalis

Selasa, 9 Juni 2026 - 16:21 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta, Suararealitas.co  – Kongres Wanita Indonesia (KOWANI) menggelar Seminar Nasional Hari Lingkungan Hidup 2026 dengan tema “Menuju Satu Abad KOWANI, Satu Komitmen untuk Bumi: Peran Perempuan Indonesia untuk Lingkungan Hidup” di Ruang Malahayati, Gedung KOWANI, Jakarta, Selasa (9/6/2026). Kegiatan yang berlangsung secara hybrid tersebut menjadi momentum untuk memperkuat komitmen perempuan Indonesia dalam menjaga kelestarian lingkungan sekaligus mendorong aksi nyata melalui gerakan penanaman pohon serentak di seluruh organisasi anggota KOWANI.

Seminar nasional ini diikuti oleh jajaran organisasi anggota KOWANI dari berbagai daerah, perwakilan kementerian dan pemerintah daerah, peneliti Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), akademisi, pegiat lingkungan hidup, organisasi perempuan, serta masyarakat yang memiliki perhatian terhadap isu perubahan iklim dan pembangunan berkelanjutan. Antusiasme peserta terlihat dari tingginya partisipasi anggota yang mengikuti rangkaian acara hingga selesai. Kehadiran berbagai pemangku kepentingan tersebut menunjukkan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam menghadapi berbagai tantangan lingkungan yang semakin kompleks.

Ketua Umum KOWANI, Nanie Hadi Tjahjanto, menegaskan bahwa perempuan memiliki peran penting sebagai agen perubahan dalam menghadapi berbagai tantangan lingkungan. Menurutnya, keterlibatan perempuan diperlukan untuk membangun kesadaran lingkungan baik di tingkat keluarga maupun masyarakat.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Menjelang satu abad KOWANI, kami ingin memperkuat komitmen perempuan Indonesia untuk turut mengambil bagian dalam menjaga bumi. Perempuan memiliki posisi strategis, baik dalam keluarga maupun masyarakat, untuk menanamkan kesadaran dan budaya peduli lingkungan sejak dini,” ujar Nanie.

Ia menilai persoalan lingkungan hidup saat ini membutuhkan kolaborasi lintas sektor yang melibatkan pemerintah, akademisi, dunia usaha, komunitas, organisasi masyarakat, dan seluruh elemen bangsa agar solusi yang dihasilkan dapat berjalan secara berkelanjutan.

Nanie menambahkan bahwa peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia tidak hanya menjadi momentum refleksi, tetapi juga ajakan untuk melakukan langkah nyata dalam menjaga kelestarian alam. Karena itu, KOWANI menginisiasi gerakan penanaman pohon serentak sebagai bentuk kontribusi perempuan Indonesia terhadap upaya pelestarian lingkungan.

“Kita harus menjaga alam agar terhindar dari berbagai kerusakan lingkungan yang dapat mengancam kehidupan masyarakat. Menanam pohon merupakan bentuk kepedulian yang dapat dilakukan bersama untuk menjaga bumi,” katanya.

Menurut Nanie, Indonesia memiliki kekayaan alam yang luar biasa sebagai negara dengan keanekaragaman hayati yang tinggi. Potensi tersebut harus dijaga dan diwariskan kepada generasi mendatang melalui kesadaran kolektif seluruh elemen masyarakat.

Baca Juga :  Menko Zulkifli Hasan Lantik Pimpinan Tinggi Madya Kemenko Pangan

Ia menekankan bahwa perempuan memiliki posisi strategis dalam membangun budaya peduli lingkungan sejak dini, terutama melalui pendidikan dalam keluarga. Sebagai ibu bangsa, perempuan dinilai mampu menjadi teladan dalam menanamkan nilai-nilai cinta lingkungan kepada anak-anak.

“Ibu bangsa harus santun dalam mendidik, mampu menjadi panutan, dan ikut berperan aktif dalam menjaga kelestarian alam. Pendidikan lingkungan harus dimulai dari keluarga agar menjadi budaya yang terus diwariskan,” ujarnya.

Nanie juga menegaskan bahwa KOWANI harus menjadi pelopor dalam gerakan menjaga bumi karena pelestarian lingkungan merupakan investasi jangka panjang bagi masa depan bangsa.

“KOWANI harus menjadi pelopor dalam menjaga bumi. Karena menjaga bumi sama artinya dengan menjaga masa depan anak cucu kita. Apa yang kita lakukan hari ini akan menentukan kualitas kehidupan generasi yang akan datang,” tegasnya.

Dalam seminar tersebut, Wakil Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Prof. Dr. Amarulla Octavian, menyoroti pentingnya riset dan inovasi sebagai landasan dalam merumuskan kebijakan lingkungan yang berkelanjutan. Menurutnya, tantangan perubahan iklim dan degradasi lingkungan memerlukan pendekatan berbasis ilmu pengetahuan agar solusi yang diterapkan dapat memberikan dampak nyata.

Sementara itu, peneliti BRIN, Prof. Dr. R. Siti Zuhro, M.A., menekankan besarnya potensi perempuan Indonesia dalam mendukung pembangunan berkelanjutan. Dengan jumlah perempuan yang mencapai sekitar 142,33 juta jiwa, keterlibatan mereka dinilai menjadi faktor penting dalam menjaga kelestarian lingkungan.

Menurut Siti Zuhro, perempuan memiliki kontribusi strategis melalui pendidikan keluarga, pengorganisasian masyarakat, pengembangan ekonomi hijau, hingga kepemimpinan lingkungan. Selain itu, perempuan juga berperan dalam mengelola pola konsumsi rumah tangga serta menanamkan nilai-nilai sosial yang mendukung keberlanjutan lingkungan.

Ia menegaskan bahwa tata kelola lingkungan yang kuat merupakan fondasi utama untuk mewujudkan Indonesia yang maju, sejahtera, dan berkelanjutan. Pembangunan tidak hanya diukur dari pertumbuhan ekonomi, tetapi juga dari kemampuan menjaga keseimbangan antara kemajuan dan kelestarian alam.

“Tata kelola lingkungan yang baik akan memastikan setiap kebijakan, program, dan aktivitas pembangunan berjalan secara bertanggung jawab, transparan, serta berorientasi pada keberlanjutan jangka panjang,” ujarnya.

Dalam sesi pemaparan, Direktur Mitigasi Kementerian Lingkungan Hidup, Haruki Agustina, menjelaskan bahwa Indonesia saat ini menghadapi berbagai tantangan lingkungan global dan nasional, mulai dari perubahan iklim, peningkatan emisi gas rumah kaca, degradasi ekosistem, hingga persoalan pengelolaan sampah. Karena itu, diperlukan langkah mitigasi yang terintegrasi dan melibatkan partisipasi aktif seluruh lapisan masyarakat.

Baca Juga :  HDI Drone Canggih Untuk Militer Indonesia Layak Dimiliki di Jaman Era Digital

Selain itu, Wakil Gubernur Papua Selatan, Paskalis Imadawa, mengajak seluruh elemen bangsa untuk menjaga kelestarian lingkungan sebagai warisan berharga bagi generasi mendatang.

Seminar juga menghadirkan Kepala Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta, Dudi Gardesi, serta Ketua BKOW Papua Selatan, Tetyliana Moi Wolo Imadewa, S.E. Dalam diskusi yang berlangsung interaktif, para narasumber membahas berbagai isu strategis mulai dari penguatan peran perempuan dalam pelestarian lingkungan, pendidikan lingkungan hidup, pengelolaan sumber daya alam, hingga kebijakan pembangunan berkelanjutan yang inklusif.

Mantan Ketua Umum KOWANI periode 2009–2014, Dewi Motik, menekankan pentingnya menghidupkan kembali semangat gerakan “Tanam dan Pelihara” yang pernah menjadi program unggulan KOWANI. Menurutnya, gerakan sederhana namun berkelanjutan seperti menanam dan merawat pohon merupakan langkah nyata yang dapat dilakukan masyarakat untuk menjaga kelestarian lingkungan.

Ia mengatakan upaya penghijauan tidak hanya terbatas di kawasan perkotaan, tetapi juga perlu diperluas ke wilayah pesisir melalui penanaman mangrove sebagai salah satu solusi menghadapi dampak perubahan iklim dan abrasi pantai.

“Gerakan menanam pohon harus diikuti dengan komitmen untuk merawatnya. Dulu KOWANI memiliki gerakan Tanam dan Pelihara, dan semangat itu perlu kita hidupkan kembali. Saat ini yang dibutuhkan bukan hanya teori, tetapi aksi nyata yang melibatkan seluruh lapisan masyarakat,” ujar Dewi.

Menurutnya, keterlibatan perempuan dalam gerakan lingkungan memiliki nilai strategis karena perempuan berperan penting dalam keluarga dan komunitas. Dengan semakin banyak perempuan yang terlibat dalam aksi pelestarian lingkungan, kesadaran menjaga alam dapat tumbuh lebih luas dan berkelanjutan di tengah masyarakat.

Melalui seminar nasional dan gerakan penanaman pohon serentak tersebut, KOWANI berharap dapat meningkatkan kesadaran sekaligus mendorong aksi nyata perempuan Indonesia dalam menjaga lingkungan hidup. Organisasi perempuan tertua di Indonesia itu juga berharap lahir berbagai kolaborasi dan inisiatif baru yang mampu mewujudkan Indonesia yang lebih hijau, bersih, dan berkelanjutan.

Dengan semangat “Perempuan Bergerak, Lingkungan Terjaga, Indonesia Berkelanjutan”, KOWANI mengajak seluruh masyarakat untuk menjadikan pelestarian lingkungan sebagai gerakan bersama demi masa depan bangsa.

“Merawat bumi adalah bagian dari merawat Indonesia. Menjaga bumi berarti menjaga masa depan anak cucu kita,” tutup Nanie Hadi Tjahjanto.

Berita Terkait

Berpotensi Kriminalisasi Profesi Advokat KING JABAR Soroti Putusan PT Denpasar Terhadap Advokat Senior Dr. Togar Situmorang
81% Muslim Indonesia Ingin Lebih Siap Berhaji, Muslim Pro dan Maybank Syariah Luncurkan Gerakan #YukHaji
Polsek Karawaci Gelar Razia Stasioner Dini Hari, Antisipasi Tawuran dan Kejahatan Jalanan
Patroli Cipta Kondisi Polres Priok Perkuat Keamanan Kawasan Pelabuhan
FORKABI Gelar Mubes VI, Abdul Ghoni Buka Peluang Seluruh Kader Maju Jadi Ketua Umum
Upaya Menjaga Keamanan dan Ketertiban di Wilayah Kukum Polsek Karawaci terus di Galakan
Kejagung Pastikan Motor Listrik Program Makan Bergizi Gratis Tidak Disita Meski Jadi Barang Bukti
Yusril: Dugaan Korupsi di Imigrasi Tidak Boleh Hambat Reformasi Birokrasi dan Pelayanan Publik

Berita Terkait

Selasa, 9 Juni 2026 - 16:21 WIB

KOWANI Ajak Perempuan Indonesia Jadi Pelopor Pelestarian Lingkungan Jelang Satu Abad Organisasi

Senin, 8 Juni 2026 - 21:18 WIB

Berpotensi Kriminalisasi Profesi Advokat KING JABAR Soroti Putusan PT Denpasar Terhadap Advokat Senior Dr. Togar Situmorang

Senin, 8 Juni 2026 - 15:32 WIB

81% Muslim Indonesia Ingin Lebih Siap Berhaji, Muslim Pro dan Maybank Syariah Luncurkan Gerakan #YukHaji

Sabtu, 6 Juni 2026 - 22:30 WIB

Polsek Karawaci Gelar Razia Stasioner Dini Hari, Antisipasi Tawuran dan Kejahatan Jalanan

Sabtu, 6 Juni 2026 - 14:01 WIB

Patroli Cipta Kondisi Polres Priok Perkuat Keamanan Kawasan Pelabuhan

Berita Terbaru

Berita Aktual

Kasat PPA Polres Bogor Bongkar Kelalaian Pemburu Babi

Selasa, 9 Jun 2026 - 15:56 WIB