Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Iklan
Iklan

Pasang Iklan Hubungi Admin

Baca berita tanpa iklan. Gabung Suara Realitas

Suara Realitas Official AppGRATIS • Berita terkini Install
Gabung Suara Realitas Masuk
S+
Tranding
Pasang iklan di sini

Jangkau pembaca Suara Realitas. Hubungi admin untuk tarif dan ketentuan iklan.

Bagikan:fXWTDorong Investasi Global, Pemerintah Perkenalkan Potensi KEK di Kawasan EropaKomentar: 0

Dorong Investasi Global, Pemerintah Perkenalkan Potensi KEK di Kawasan Eropa

Suara Realitas, 2 Juni 2026, 12:03 WIB · 3 menit bacaBaca di App
Huruf
Screenshot

Eropa, Suararealitas.co — Pemerintah Indonesia melalui Sekretariat Jenderal Dewan Nasional Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) memperkuat promosi investasi ke kawasan Eropa melalui rangkaian kunjungan kerja ke Austria, Slovakia, dan Hungaria pada 17–23 Mei 2026.

Kegiatan tersebut menghasilkan sejumlah penjajakan kerja sama strategis hingga penandatanganan nota kesepahaman (MoU) di sektor energi hijau, teknologi digital, dan pengelolaan air.

Delegasi Indonesia dipimpin oleh Plt. Sekretaris Jenderal Dewan Nasional KEK, Rizal Edwin Manansang bersama Plt. Kepala Biro Investasi, Kerja Sama, dan Komunikasi, Bambang Wijanarko. Fokus utama promosi investasi diarahkan pada pengembangan KEK Industropolis Batang sebagai kawasan industri terpadu baru di Indonesia.

Dalam pertemuan dengan Austrian Federal Economic Chamber (WKÖ) di Wina, Austria, delegasi Indonesia memaparkan stabilitas ekonomi nasional, kebijakan hilirisasi industri, hingga pengembangan kawasan industri dan KEK di Indonesia. Austria menilai Indonesia

memiliki posisi strategis sebagai hub produksi di kawasan ASEAN dengan potensi pasar lebih dari 600 juta penduduk.

Baca Juga :  Young Engineers Festival 2025: PII Dorong Talenta Muda dan UMKM Jadi Motor Indonesia Emas 2045

Pada forum tersebut, Sekjen Edwin menegaskan bahwa Indonesia terus mendorong pengembangan KEK sebagai motor transformasi ekonomi nasional dan pusat pertumbuhan industri masa depan. “Indonesia menawarkan ekosistem industri terintegrasi, konektivitas strategis ke kawasan Indo-Pasifik, serta peluang jangka panjang untuk kemitraan manufaktur maju yang berkelanjutan,” ujarnya.

Pihak Austria juga menyampaikan ketertarikannya terhadap peluang kerja sama di sektor mengineering, advanced manufacturing, renewable energy, automotive , components dan precision manufacturing.

Selanjutnya di Bratislava, Slovakia, Indonesia menggelar Indonesia-Slovakia Investment and Business Forum yang dihadiri sekitar 40 peserta dari unsur pemerintah dan sektor swasta Slovakia. Forum tersebut mempertemukan Indonesia dengan pelaku usaha di bidang energi baru terbarukan, otomotif, kecerdasan buatan, hingga layanan keuangan.

Dalam sambutannya, Sekjen Edwin menyampaikan bahwa forum tersebut mencerminkan komitmen kuat Indonesia dan Slovakia untuk mempererat kerja sama ekonomi dan membuka peluang investasi baru di sektor manufaktur, logistik, infrastruktur, teknologi, dan pengembangan industri. Ia menilai Slovakia merupakan gerbang strategis menuju kawasan Eropa Tengah, sementara Indonesia menawarkan akses menuju pasar ASEAN yang terus berkembang pesat.

Baca Juga :  KKP Segel 453 Ton Bahan Baku Pakan Ikan dari Luar Negeri

“Kami percaya Slovakia dan Indonesia memiliki potensi besar untuk membangun kemitraan yang saling menguntungkan. Dengan menggabungkan keunggulan industri Slovakia dan pertumbuhan ekonomi Indonesia yang dinamis, kedua negara dapat membangun rantai pasok yang tangguh dan inovatif,” ujar Sekjen Edwin.

Salah satu hasil utama forum tersebut ialah penandatanganan Letter of Intent (LoI) antara Innovation Platform Capital dan PT Kawasan Industri Terpadu Batang (KITB) selaku Badan Usaha Pembangun dan Pengelola KEK Industropolis Batang pada Selasa (19/5).

Kerja sama tersebut mencakup pengembangan energi bersih, green hydrogen, AI data center, infrastruktur digital, smart industrial ecosystem, hingga advanced manufacturing.

Berbagai kerja sama ini menjadi langkah awal untuk memperkuat posisi KEK Industropolis Batang sebagai pusat industri masa depan Indonesia.

 

 

Lihat Nasional Selengkapnya→
Memuat berita berikutnya…
Artikel Terkait Nasional
Berita AktualKanal lain