Jakarta, (12/10) Suararealitas.co— Kecamatan Penjaringan, Jakarta, bersiap menyelenggarakan Gebyar Seni Penjaringan 2026 sebagai wadah untuk menggali potensi masyarakat, mengembangkan kreativitas, serta melestarikan seni dan budaya lokal. Kegiatan ini mengusung tema “Menggali Potensi, Merajut Kreativitas, Melestarikan Budaya” dan dijadwalkan berlangsung selama dua hari, yakni 31 Oktober hingga 1 November 2026, di Kelurahan Pejagalan.
Di TAMAN HUTAN KOTA PENJARINGAN,
Kegiatan tersebut menjadi salah satu upaya untuk menghadirkan ruang positif bagi masyarakat dalam menyalurkan bakat, mempererat kebersamaan antarwarga, sekaligus memperkenalkan kekayaan seni dan budaya Betawi. Acara ini dirancang melibatkan berbagai unsur masyarakat, mulai dari keluarga, generasi muda, pelajar, komunitas seni, hingga pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Ketua panitia, Albion, menyampaikan bahwa Gebyar Seni Penjaringan 2026 akan menghadirkan beragam kegiatan yang dapat diikuti dan dinikmati masyarakat. Rangkaian acara yang disiapkan meliputi senam bersama, pencarian bakat, lomba maket, serta lomba prakarya dengan memanfaatkan bahan daur ulang sampah.
Selain perlombaan kreativitas, masyarakat juga akan disuguhkan pagelaran seni budaya Betawi, penampilan musik band, tarian, teater, hingga lenong. Berbagai kegiatan tersebut diharapkan dapat memberikan kesempatan bagi warga, khususnya generasi muda, untuk menampilkan kemampuan sekaligus mengenal dan menjaga keberlangsungan seni tradisional di tengah perkembangan zaman.
Salah satu kegiatan yang menjadi perhatian adalah kompetisi kreativitas berbasis lingkungan melalui lomba maket dan prakarya daur ulang. Kegiatan ini menggabungkan unsur seni, inovasi, dan kepedulian terhadap lingkungan dengan mendorong peserta memanfaatkan bahan bekas menjadi karya yang memiliki nilai kreativitas.
Dalam pelaksanaannya, panitia menyiapkan tahapan kompetisi mulai dari pendaftaran secara daring, kurasi dan konfirmasi peserta, penampilan langsung, hingga penilaian oleh dewan juri. Penghargaan berupa hadiah bagi para pemenang juga disiapkan sebagai bentuk apresiasi terhadap bakat dan karya masyarakat.
Persiapan kegiatan tersebut turut menjadi bagian dari pembahasan dalam Rapat Koordinasi Tingkat Kecamatan (Rakorcam) Penjaringan bersama Kelurahan Pluit yang dilaksanakan pada 12 Oktober 2026. Materi Rakorcam memuat gambaran umum wilayah Kelurahan Pluit, kegiatan pembangunan yang berjalan, serta sejumlah persoalan wilayah yang memerlukan perhatian dan koordinasi lintas sektor.
Dalam materi paparan Kelurahan Pluit, tercatat beberapa kegiatan pembangunan, antara lain proyek tanggul Dinas Sumber Daya Air di Jalan Mandala Bahari, pembangunan drainase di RW 022 dan Jalan Mandala Bahari, pipanisasi PAM di RW 022, serta penerangan jalan umum di Pluit Indah Raya.

Selain itu, materi tersebut juga mengangkat persoalan infrastruktur berupa jalan amblas di Jalan Arteri Waduk Pluit Selatan, tepat di belakang Sekolah BTB School, serta jalan layang nontol yang terbengkalai di Jalan Pluit Barat Raya. Pembahasan kondisi wilayah ini menjadi bagian dari upaya koordinasi untuk mengidentifikasi kebutuhan dan tindak lanjut terhadap persoalan yang ada.
Rakorcam juga menampilkan gambaran umum Kelurahan Pluit, meliputi luas wilayah sekitar 771,19 hektare, jumlah penduduk, serta fasilitas umum di bidang rumah ibadah, kesehatan, dan pendidikan. Data tersebut menjadi bagian dari paparan kondisi wilayah dalam mendukung pembahasan dan koordinasi tingkat kecamatan.
Kegiatan Rakorcam dan persiapan Gebyar Seni Penjaringan 2026 memperlihatkan beragam agenda yang menjadi perhatian pemerintah wilayah, mulai dari koordinasi pembangunan dan penanganan persoalan infrastruktur hingga pengembangan kreativitas serta pelestarian budaya masyarakat.
Melalui Gebyar Seni Penjaringan 2026, Camat Penjaringan Darmawan bersama jajaran kecamatan dan kelurahan diharapkan dapat mendorong keterlibatan masyarakat dalam kegiatan seni, budaya, dan kreativitas. Sejumlah unsur kewilayahan turut disebut dalam persiapan kegiatan, termasuk Lurah Pluit Ahmad Faizal, Lurah Pejagalan Wisnu, Lurah Penjaringan Makrus, Lurah kapuk Muara Adit, lurah kamal Muara Fahrozi, serta jajaran kelurahan lainnya, bersama unsur Satpel Lingkungan Hidup, Damkar, Bina Marga, Perhubungan, Citata, Satpol PP, Karang Taruna, dan Sumber Daya Air.
Dengan rangkaian kegiatan yang melibatkan berbagai elemen masyarakat, Gebyar Seni Penjaringan 2026 diharapkan menjadi ruang kebersamaan untuk mengembangkan potensi warga, menghidupkan seni budaya Betawi, serta memberikan kesempatan bagi pelaku UMKM untuk memperkenalkan produk mereka kepada masyarakat.
kipray












