SMKM Siapkan Rights Issue, Percepat Transformasi Menjadi Grup Akuakultur Terintegrasi

- Jurnalis

Rabu, 24 Juni 2026 - 18:10 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta, Suararealitas.co – PT Sumber Mas Konstruksi Tbk (SMKM) memasuki fase transformasi bisnis strategis setelah bergabung dengan Lim Shrimp Org Pte. Ltd. (LSO). Perseroan yang selama ini dikenal sebagai perusahaan jasa konstruksi kini tengah mengembangkan model bisnis baru berbasis ekosistem akuakultur terintegrasi yang mencakup konstruksi, budidaya, pengolahan, penyimpanan dingin (cold storage), hingga distribusi hasil perikanan.

Transformasi tersebut disampaikan dalam Public Expose Perseroan yang digelar pada 24 Juni 2026. Dalam kesempatan itu, manajemen memaparkan profil perusahaan, kinerja keuangan tahun buku 2025, hasil Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST), serta prospek dan rencana usaha ke depan.

Direktur Utama SMKM, Budi Aris P, menjelaskan bahwa Perseroan yang didirikan pada 1981 memiliki pengalaman panjang di sektor jasa konstruksi umum, meliputi pembangunan gedung perkantoran, jalan dan jembatan, arsitektur, interior, mekanikal dan elektrikal, hingga infrastruktur perikanan dan kelautan. Perseroan juga telah mencatatkan seluruh sahamnya di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 9 Maret 2022.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Transformasi ini merupakan langkah strategis untuk memperluas sumber pertumbuhan Perseroan sekaligus membangun bisnis yang berkelanjutan melalui integrasi sektor konstruksi dan akuakultur,” ujar Budi dalam pemaparannya.

Dari sisi kinerja keuangan, SMKM membukukan pendapatan sebesar Rp4,60 miliar sepanjang 2025, dibandingkan Rp4,86 miliar pada tahun sebelumnya. Meski pendapatan mengalami penurunan, laba usaha meningkat menjadi Rp2,52 miliar dari Rp2,24 miliar pada 2024.

Pada periode yang sama, Perseroan mencatat rugi bersih tahun berjalan sebesar Rp11 juta, berbalik dari laba bersih Rp124 juta pada tahun sebelumnya. Sementara itu, total aset meningkat menjadi Rp211,27 miliar pada akhir 2025 dari Rp206,10 miliar pada 2024. Liabilitas tercatat sebesar Rp141,76 miliar dan ekuitas sebesar Rp69,50 miliar.

Baca Juga :  Perluas Akses Hunian, BRI KC Cilegon Jalin Sinergi Strategis Bersama Developer

Perubahan arah bisnis Perseroan bermula dari proses akuisisi yang dilakukan Lim Shrimp Org Pte. Ltd. terhadap saham SMKM yang sebelumnya dimiliki PT Vina Nauli Jordania. Transaksi pengambilalihan tersebut selesai pada Oktober 2025 dan menjadikan LSO sebagai pengendali baru Perseroan.

Manajemen menjelaskan bahwa masuknya LSO membawa pengalaman lebih dari empat dekade di bidang konsultasi, pengembangan aset, manajemen proyek, serta operasional akuakultur global. Melalui sinergi tersebut, SMKM akan menggabungkan keunggulan sebagai perusahaan terbuka dengan kemampuan teknis dan operasional LSO untuk membangun rantai bisnis yang terintegrasi dari hulu hingga hilir.

Perseroan menilai model bisnis terintegrasi tersebut akan menciptakan sistem closed-loop yang memungkinkan perusahaan memperoleh nilai tambah pada setiap tahapan usaha, mulai dari konstruksi fasilitas, budidaya udang, pengolahan hasil panen, penyimpanan produk, hingga distribusi ke pasar domestik maupun ekspor.

Sebagai bagian dari pengembangan bisnis, LSO pada Desember 2025 menandatangani Conditional Share Purchase Agreement (CSPA) dengan Panasia Aquaculture Pte. Ltd. untuk mengakuisisi kelompok usaha PanAsia Aquaculture dengan estimasi nilai transaksi sekitar US$100 juta. Selain itu, pada 2026 juga direncanakan akuisisi LSO Organization Holdings Pte. Ltd. dengan nilai sekitar SGD13 juta guna memperkuat ekosistem bisnis grup.

Manajemen optimistis prospek industri akuakultur nasional masih sangat besar, terutama di wilayah Indonesia Timur. Salah satu fokus pengembangan Perseroan adalah Pulau Sumbawa yang tercatat menyumbang sekitar 14,78 persen produksi udang nasional atau mencapai 139.201 ton pada 2023. Meski memiliki potensi produksi yang besar, wilayah tersebut masih membutuhkan dukungan infrastruktur pengolahan dan rantai pasok yang memadai.

Baca Juga :  BRI KC Balaraja Salurkan KUR kepada UMKM Cikupa, Dorong Pertumbuhan Ekonomi di Sektor Digital

Melalui pengembangan fasilitas pengolahan, cold storage, serta penerapan teknologi smart aquaculture berbasis Internet of Things (IoT), Perseroan berupaya meningkatkan produktivitas dan efisiensi budidaya sekaligus mengurangi risiko penyakit yang menjadi tantangan utama industri udang.

Selain itu, pengembangan bisnis juga diarahkan untuk memberdayakan masyarakat lokal dan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) melalui program edukasi dan penerapan praktik budidaya modern yang berkelanjutan.

Untuk mendukung ekspansi tersebut, SMKM berencana melaksanakan Penambahan Modal dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMHMETD) atau rights issue pada semester II 2026 hingga kuartal I 2027. Dana yang diperoleh akan digunakan untuk penyertaan aset, penguatan modal kerja, pembangunan infrastruktur akuakultur, serta mendukung integrasi kegiatan usaha grup.

Ke depan, Perseroan akan memfokuskan strategi pada pelaksanaan aksi korporasi, peningkatan transparansi dan tata kelola perusahaan, pengembangan budidaya akuakultur, serta integrasi penuh kegiatan usaha yang mencakup budidaya, pengolahan, cold storage, dan distribusi.

Dengan transformasi tersebut, SMKM berharap dapat memperkuat posisi sebagai perusahaan dengan model bisnis terintegrasi yang mampu menciptakan pertumbuhan jangka panjang, sekaligus mengambil peluang dari berkembangnya industri akuakultur Indonesia yang semakin menjanjikan.

Berita Terkait

Oxala Energi International Bidik Akuisisi Perusahaan Pengolahan Gas, Kontrak Capai USD100 Juta
Gempa NTT Rusak Sejumlah Pelabuhan, Dermaga Maumere dan Labuan Bajo Terdampak
PRISMA Dorong Standar HSE Data Center Naik Kelas, Perkuat Kompetensi SDM Hadapi Proyek Mission Critical
GUT Perluas Bisnis ke Industri Data Center, Perkuat SDM dan Kapabilitas EPC
Rayakan Semangat Kemerdekaan, ‎Adira Expo Di Bogor Hadirkan Solusi Finansial Lengkap Untuk Wujudkan Beragam Impian
Grand Seminar Mining Nation Revolution Tegaskan Hilirisasi Minerba sebagai Pilar Industrialisasi dan Kedaulatan Ekonomi
150 Peserta Mancanegara Ramaikan The 6th FUN ASIA EXPO Indonesia 2026, Perkuat Industri Taman Rekreasi dan Ekosistem Pariwisata Nasional
Kapal Panamax Pertama Bersandar di Patimban, MSC BREMERHAVEN V Bawa Ratusan Kontainer Suku Cadang BYD

Berita Terkait

Rabu, 19 Agustus 2026 - 06:33 WIB

Oxala Energi International Bidik Akuisisi Perusahaan Pengolahan Gas, Kontrak Capai USD100 Juta

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 19:00 WIB

Gempa NTT Rusak Sejumlah Pelabuhan, Dermaga Maumere dan Labuan Bajo Terdampak

Minggu, 9 Agustus 2026 - 08:42 WIB

PRISMA Dorong Standar HSE Data Center Naik Kelas, Perkuat Kompetensi SDM Hadapi Proyek Mission Critical

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 17:23 WIB

GUT Perluas Bisnis ke Industri Data Center, Perkuat SDM dan Kapabilitas EPC

Kamis, 6 Agustus 2026 - 16:59 WIB

Rayakan Semangat Kemerdekaan, ‎Adira Expo Di Bogor Hadirkan Solusi Finansial Lengkap Untuk Wujudkan Beragam Impian

Berita Terbaru

Nasional

Gubernur DKI Lantik Tujuh Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama

Rabu, 19 Agu 2026 - 19:36 WIB