Turun atau Kena Tegur, Sekda Tangerang Ultimatum Camat di Rapat TPPS

- Jurnalis

Rabu, 19 November 2025 - 11:14 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Suasana Rapat Koordinasi TPPS di Ruang Al Amanah, Rabu (19/11/2025), berubah serius ketika Sekretaris Daerah Kota Tangerang, Herman Suwarman, mengeluarkan instruksi yang langsung mengikat seluruh Camat. Herman meminta para Camat meningkatkan pengawasan wilayah secara aktif dan intensif demi mengejar target zero stunting yang menjadi prioritas kota.

Suasana Rapat Koordinasi TPPS di Ruang Al Amanah, Rabu (19/11/2025), berubah serius ketika Sekretaris Daerah Kota Tangerang, Herman Suwarman, mengeluarkan instruksi yang langsung mengikat seluruh Camat. Herman meminta para Camat meningkatkan pengawasan wilayah secara aktif dan intensif demi mengejar target zero stunting yang menjadi prioritas kota.

KOTA TANGERANG, Suararealitas.co – Suasana Rapat Koordinasi TPPS di Ruang Al Amanah, Rabu (19/11/2025), berubah serius ketika Sekretaris Daerah Kota Tangerang, Herman Suwarman, mengeluarkan instruksi yang langsung mengikat seluruh Camat. Herman meminta para Camat meningkatkan pengawasan wilayah secara aktif dan intensif demi mengejar target zero stunting yang menjadi prioritas kota.

Dalam arahannya, Herman berbicara lugas mengenai kondisi lapangan. Ia menegaskan bahwa tugas percepatan penurunan stunting tidak bisa dilakukan dari balik meja.

“Saya minta para Camat jangan hanya mengandalkan laporan. Turun langsung, lihat sendiri kondisi warganya. Kita harus memastikan intervensi berjalan tepat,” kata Herman.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ia menyampaikan bahwa penanganan stunting harus fokus pada Keluarga Berisiko Stunting (KRS), terutama keluarga miskin dengan balita dan kondisi lingkungan yang masih jauh dari layak. Herman berkali-kali menekankan bahwa peran kecamatan menjadi kunci karena mereka bersentuhan langsung dengan masyarakat.

“Camat itu garda terdepan. Kalau Camat bergerak aktif, maka seluruh perangkat di bawahnya ikut bergerak. Jangan tunggu masalah muncul, tapi cegah sebelum terjadi,” tegasnya.

Baca Juga :  67 Persen Kapolsek di Indonesia Dinilai Tak Kompeten, Rahmad Sukendar Tuding Ada Masalah Serius dalam Sistem Pembinaan Polri

Herman juga menyinggung tentang pentingnya keterpaduan lintas sektor, sesuai amanat Perpres 72/2021. Ia menilai bahwa masih ada perangkat daerah yang bekerja sendiri-sendiri, sehingga dampaknya tidak maksimal.

“Saya ingin semua perangkat daerah bicara satu bahasa. Jangan ada program yang jalan sendiri. Ini bukan perlombaan antar dinas, ini kerja bersama,” ujarnya.

Selain itu, Herman menekankan perlunya pendekatan yang lebih humanis.

“Banyak keluarga yang perlu dibimbing, bukan hanya diberi bantuan. Camat harus hadir sebagai pemecah masalah,” ungkapnya.

Di akhir arahannya, Herman kembali mengajak seluruh pihak untuk menggiatkan Gerakan Satu Telur Satu Minggu (Sate Sami) sebagai langkah sederhana yang mudah dilakukan masyarakat.

“Ini gerakan yang mudah diterapkan. Jangan malu untuk mendorong warga. Satu telur seminggu bisa mengubah masa depan anak,” ujarnya.

Di sisi lain, Kepala DP3AP2AP Kota Tangerang, Tihar Sophian, memimpin konsolidasi kebijakan dan langkah teknis. Tihar menegaskan bahwa rapat tersebut digelar untuk menyatukan ritme kerja seluruh pemangku kepentingan agar tidak ada lagi program yang berjalan sendiri-sendiri.

Baca Juga :  LSM WIB Melaporkan Ke Polisi, AIA Menipu Nasabah

“Kita ingin setiap OPD bekerja dalam irama yang sama. Tidak boleh ada yang lari sendiri. Stunting hanya bisa turun kalau semua bergerak serempak,” kata Tihar.

Ia menyoroti pentingnya data yang akurat dan pemetaan keluarga sasaran yang benar.

“Kalau KRS salah identifikasi, seluruh intervensi melenceng. Jadi saya minta pendataan ditata kembali, dibersihkan, diverifikasi ulang,” tegasnya.

Tihar juga menyampaikan bahwa percepatan penurunan stunting perlu penguatan kinerja di tingkat kecamatan dan kelurahan.

“Kecepatan penurunan stunting sangat dipengaruhi kecamatan. Camat, Lurah, dan kader harus bergerak dalam satu pola. Kalau sinkron, hasilnya cepat muncul,” ujarnya.

Ia menutup dengan optimisme bahwa Kota Tangerang mampu menurunkan angka stunting lebih cepat apabila disiplin kerja dan koordinasi dijalankan dengan serius.

“Kita punya modal yang kuat. Yang kita butuhkan sekarang hanya satu: konsistensi,” tutup Tihar.

Berita Terkait

Satgas TMMD Kodim 1710/Mimika Lakukan Pengecatan Triplek Demi Hasil Maksimal
Polda Metro Jaya Tangkap Pelaku Pembacokan Pegawai Toko Roti di Cengkareng
Respon Cepat Pengaduan Layanan Polri 110, Polisi Datangi Mess ABK di Muara Angke Jakut
Ada Mayat di Dalam Sumur, Warga Mauk Geger
Wapangkoops TNI Habema Tinjau Kesiapsiagaan Prajurit di Pos Kotis Dekai
Satgas TMMD dan Warga Kebut Pemasangan Dinding Rumah Niko Makare 
Hardiknas di Tangerang, Kadisdik Dadan Gandana Kobarkan Semangat Inovasi
Parkir Liar di Kawasan Danau Sunter, Sudinhub Jakut: Kita Tertibkan!

Berita Terkait

Rabu, 6 Mei 2026 - 00:16 WIB

Satgas TMMD Kodim 1710/Mimika Lakukan Pengecatan Triplek Demi Hasil Maksimal

Selasa, 5 Mei 2026 - 17:15 WIB

Polda Metro Jaya Tangkap Pelaku Pembacokan Pegawai Toko Roti di Cengkareng

Selasa, 5 Mei 2026 - 16:57 WIB

Respon Cepat Pengaduan Layanan Polri 110, Polisi Datangi Mess ABK di Muara Angke Jakut

Selasa, 5 Mei 2026 - 14:16 WIB

Ada Mayat di Dalam Sumur, Warga Mauk Geger

Selasa, 5 Mei 2026 - 09:26 WIB

Wapangkoops TNI Habema Tinjau Kesiapsiagaan Prajurit di Pos Kotis Dekai

Berita Terbaru

Ekonomi & Bisnis

Jaga Kesehatan dan Kebersamaan, BRI KC Daan Mogot Gelar Senam Bersama

Rabu, 6 Mei 2026 - 15:02 WIB