Biadab, Oknum Guru Ngaji di Ciputat Melakukan Pelecehan Terhadap 8 Muridnya

- Jurnalis

Jumat, 4 Oktober 2024 - 16:21 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tangerang Selatan.– Sat Reskrim Polres  Tangerang Selatan (Tangsel) berhasil mengamankan seorang oknum guru ngaji di wilayah Serua Ciputat, Kota Tangsel. Tersangka berinisial M, laki-laki (39) merupakan seorang guru Agama dan wiraswasta. Perkara yang dilakukan pelecehan seksual terhadap 8 orang muridnya yang dilakukan di tiga tempat berbeda.

M melakukan semua aksi bejatnya diwilayah Kelurahan Serua, Ciputat, Tangsel. Pertama disebuah Rumah Ibadah, kedua dilakukan disebuah Lapangan Bola, dan yang ketiga disebuah tempat usaha service handphone milik tersangka yang berada di Kp. Maruga RT.02 / RW.04 Ciputat.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Melakukan semua aksi bejatnya diwilayah Kelurahan Serua, Ciputat, Tangsel. Pertama disebuah Rumah Ibadah, kedua dilakukan disebuah Lapangan Bola, dan yang ketiga disebuah tempat usaha service handphone milik tersangka yang berada di Kp. Maruga RT.02 / RW.04 Ciputat.

Wakapolres Tangsel Kompol Rizkyadi Saputro S.I.K mengatakan pada Kamis, 3 Oktober 2024,”kasus ini dapat terungkap setelah salah satu korban berinisial G menceritakan kejadian yang dialami kepada seorang saksi inisial S, Perempuan (22) yang juga seorang guru Agama. Selanjutnya S berhasil mengumpulkan para korban yang pernah menjadi murid tersangka M sejak tahun 2021,” katanya.

Baca Juga :  Ajaib! Toko Pakaian Disulap Jadi Toko Obat Keras, Dimana Otak dan Pikiran Para Kartel Ini?

Kemudian, atas laporan saksi S bersama orang tua para korban yang melaporkan kejadian tersebut ke Polres Tangsel, pada minggu 29 September 2024 akhirnya pelaku diamankan Babinkamtibmas Kelurahan Serua, Unit PPA Satreskrim Polres Tangsel dan Unit Reskrim Polsek Ciputat Timur, terangnya.

Diketahui tersangka M melakukan tindakan pelecehan seksual seluruhnya pada tahun 2021 dan terakhir dilakukan pada 23 september 2024.

“Dengan modus tersangka mengajak dan menyampaikan serangkaian kata-kata bohong terhadap para korban dengan mengatakan bahwa dia dapat membuka aura dan mata batin sehingga mereka dapat melihat makhluk ghoib dan terlihat lebih cantik apabila bertemu dengan lawan jenisnya,”ungkapnya.

“Namun tersangka meminta para korban harus bersedia dilakukan tindakan asusila sebagai syarat. Setelah M melakukan aksinya, dia memberikan sejumlah uang sekitar Rp 200.000,(dua ratus nbu tupiah) s/d Rp.500.000,(lima ratus ribu rupiah) kepada para korban agar mereka tidak bercerita kepada orang lain, dan mengancam para korban akan menjadi gila dan tidak bisa memiliki keturunan jika perbuatannya diketahui orang lain,”pungkasnya.

Baca Juga :  Peredaran Ekstasi dan Vape Etomidate di Hotel Jakarta Barat Terungkap, Polisi Kejar Aktor Lain

Berikut 8 orang korban M : G, Perempuan (12), S, Perempuan (14), A, Perempuan (15), P, Perempuan (17), T, Perempuan (13), C, Perempuan (16), C, Perempuan (16), F, Perempuan (16).

Setelah dilakukan penyidikan dan berdasarkan penyelidikan dengan barang bukti hasil Visum et Repertum kedelapan korban serta pakaian yang dikenakan korban pada saat kejadian, pelaku M pada Senin 30 September 2024 ditetapkan sebagai tersangka.

Atas kejadian ini tersangka M diterapkan dugaan Tindak pidana pencabulan dan/atau persetubuhan terhadap anak dibawah umur dan/atau Tindak Pidana Kekerasan seksual , sebagaimana dimaksud dalam Pasal 81 dan/atau Pasal 82 UU RI Nomor 17 Tahun 2016 tentang PERPPU RI Nomor 1 Tahun 2016 tentang perubahan kedua atas UU RI Nomor 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak menjadi Undang-Undang dan/atau Pasal 6 UU Noor 12 Tahun 2022 tentang Tindak Pidana Kekerasan Seksual (TPKS).

Berita Terkait

Penanggulangan Sampah di Rusun Pesakih Daan Mogot Terus Diperkuat, Pengelola Tekankan Peran Aktif Warga
Sertifikat Tak Kunjung Beres, Uang Puluhan Juta Dipersoalkan: Praktisi Hukum Soroti Potensi Ranah Pidana
Tim Kuasa Hukum Boyamin Saiman CH Harno & Tatis Lawfirm: Proses Hukum Belum Usai – Kami Perjuangkan Hak Lahan Adat Hingga ke Puncak Keadilan
‎Aktivitas Pengolahan Emas di Munjul Dipertanyakan, Warga Minta DLH dan Aparat Turun Tangan
Dugaan Permainan Solar Subsidi di SPBU Suradadi, Sopir Sebut Bekerja atas Perintah Joko
Mengaku Berkali-kali Dipaksa, Perempuan Muda di Tasikmalaya Ungkap Dugaan Kekerasan Seksual
Solar Subsidi Diduga Dikuras Berulang Kali, Siapa yang Bermain di SPBU Limbangan Indramayu?
Gawat! Kawasan Brebes Disebut Segitiga Emas Pil Koplo, Warga Desak APH Bertindak

Berita Terkait

Senin, 14 September 2026 - 14:51 WIB

Penanggulangan Sampah di Rusun Pesakih Daan Mogot Terus Diperkuat, Pengelola Tekankan Peran Aktif Warga

Sabtu, 12 September 2026 - 18:16 WIB

Sertifikat Tak Kunjung Beres, Uang Puluhan Juta Dipersoalkan: Praktisi Hukum Soroti Potensi Ranah Pidana

Kamis, 10 September 2026 - 10:58 WIB

Tim Kuasa Hukum Boyamin Saiman CH Harno & Tatis Lawfirm: Proses Hukum Belum Usai – Kami Perjuangkan Hak Lahan Adat Hingga ke Puncak Keadilan

Rabu, 9 September 2026 - 11:12 WIB

‎Aktivitas Pengolahan Emas di Munjul Dipertanyakan, Warga Minta DLH dan Aparat Turun Tangan

Minggu, 6 September 2026 - 16:31 WIB

Dugaan Permainan Solar Subsidi di SPBU Suradadi, Sopir Sebut Bekerja atas Perintah Joko

Berita Terbaru

Nasional

Bukan Sekadar Bangun Rumah, AHY Dorong Perubahan Ekosistem

Senin, 14 Sep 2026 - 13:03 WIB