JAKARTA, Suararealitas.co — Ikatan Citra Alumni Taiwan Indonesia (ICATI) Jakarta kembali menggelar bakti sosial donor darah, Sabtu (26/9/2026). Memasuki pelaksanaan kedelapan, kegiatan yang berlangsung di Spring Hall Lantai 1, Seasons City, Jakarta Barat, ini mendapat antusiasme tinggi dari masyarakat.
Wakil Ketua Bidang Sosial ICATI Jakarta, Odie Supanga, mengatakan panitia menyiapkan 350 kantong darah, sementara jumlah pendaftar mencapai sekitar 540 orang.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Ini sudah yang kedelapan. Kali ini termasuk yang paling besar karena kami menyiapkan 350 kantong darah, sementara yang mendaftar sekitar 540 orang,” kata Odie di sela kegiatan.
Menurut Odie, tingginya antusiasme masyarakat tidak terlepas dari sosialisasi yang dilakukan secara berkelanjutan. Sejak kegiatan pertama, ICATI telah membangun database pendonor yang digunakan untuk menyampaikan informasi kegiatan berikutnya melalui berbagai jejaring, termasuk grup WhatsApp.
“Karena ini sudah yang kedelapan, kami sudah memiliki database dari para pendonor sebelumnya. Setiap kali akan mengadakan kegiatan, kami kembali melakukan sosialisasi kepada mereka,” ujarnya.
Kegiatan ini juga melibatkan alumni Taiwan dari berbagai divisi untuk membantu persiapan dan pelaksanaan acara. Meski berada di bawah Divisi Sosial, panitia membuka keterlibatan bagi alumni yang ingin ikut berkontribusi.
Selain menjadi bentuk kepedulian sosial, ICATI memberikan paket apresiasi kepada pendonor yang berhasil mendonorkan darah. Paket tersebut berupa minyak goreng dan kabel charger.

Odie mengatakan donor darah merupakan salah satu bentuk kontribusi nyata para alumni Taiwan kepada masyarakat setelah kembali ke Indonesia.
“Tujuan utamanya adalah bakti sosial. Kami sebagai orang Indonesia, khususnya alumni Taiwan yang kembali ke Indonesia, ingin memberikan kontribusi nyata kepada masyarakat. Salah satunya dengan membantu PMI melalui kegiatan donor darah,” tuturnya.
Ia mengajak masyarakat, khususnya warga Jakarta, untuk ikut berpartisipasi dalam kegiatan donor darah. Menurutnya, kebutuhan darah bagi masyarakat yang membutuhkan terus ada sehingga diperlukan partisipasi pendonor secara berkelanjutan.
“Kami selalu mengimbau teman-teman dan masyarakat Jakarta untuk ikut donor darah. Kebutuhan darah setiap hari tetap ada. Jadi semakin banyak masyarakat yang bersedia mendonor, semakin besar pula manfaat yang bisa diberikan,” ujarnya.
ICATI Jakarta menjadikan donor darah sebagai agenda sosial rutin dua kali dalam setahun. Salah satunya biasanya dilaksanakan pada periode Ramadan, kemudian dilanjutkan sekitar enam bulan berikutnya.
Odie mengatakan ICATI secara bertahap meningkatkan kapasitas kegiatan berdasarkan perkembangan partisipasi masyarakat. Dalam pelaksanaan sebelumnya, jumlah kuota yang disiapkan pernah mencapai 400 hingga 450 kantong, namun jumlah pendonor yang hadir belum selalu memenuhi kuota tersebut.
“Kalau dari sisi ICATI, sebenarnya berapa pun kantong darah yang dibutuhkan bisa kami upayakan. Tetapi kami juga harus melihat jumlah masyarakat yang datang. Jangan sampai kami meminta kuota terlalu banyak kepada PMI, tetapi pendonornya jauh lebih sedikit,” jelasnya.
Ke depan, ICATI Jakarta berkomitmen mempertahankan donor darah sebagai kegiatan sosial rutin dan terus mendorong semakin banyak masyarakat untuk berpartisipasi.
“Harapannya kegiatan ini bisa terus rutin kami lakukan dua kali dalam setahun. Kami juga berharap semakin lama semakin banyak masyarakat yang ikut donor darah. Kegiatan sosial ini ingin kami lakukan sebaik-baiknya dan sebesar-besarnya untuk masyarakat,” pungkas Odie.



































