JAKARTA, suararealitas.co – Kondisi turap di sepanjang Kali Banglio, khususnya di wilayah RT 014/RW 03, Kalibaru, Cilincing, Jakarta Utara menjadi perhatian.
Dalam dokumentasi yang direkam di lokasi, terlihat sejumlah bagian turap di kawasan perbatasan Kelurahan Kalibaru dan Kelurahan Cilincing mulai mengalami keropos dan kerusakan.
Perekam dalam dokumentasi tersebut menyoroti kondisi turap yang dinilai sudah membutuhkan perhatian dan pembaruan dari pihak Suku Dinas Sumber Daya Air (SDA) Jakarta Utara.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Selain persoalan turap, kondisi kebersihan di sekitar aliran kali juga menjadi sorotan karena terdapat tumpukan sampah yang disebut belum terangkut.
“Ini perhatian juga untuk Kelurahan Kalibaru, turap-turap sudah mulai keropos dan hancur, sudah uzur. Di samping itu banyak sampah yang sampai sekarang tidak terangkut, menumpuk. UPK Badan Air, tolong diangkut sampahnya menumpuk sepanjang Kali Banglio,” ujar perekam dalam dokumentasi tersebut.
Menanggapi kondisi tersebut, Sekretaris Kelurahan (Sekel) Kalibaru, Marta Hardi Sarwono mengatakan, bahwa persoalan di kawasan perbatasan Kalibaru dan Cilincing membutuhkan koordinasi antar pihak.
Menurutnya, terdapat beberapa instansi yang memiliki peran dalam penanganan kondisi turap maupun kebersihan aliran kali.
“Ya, kalau kami di sini untuk Kelurahan Kalibaru, ya melihat dari perbatasan antara Kalibaru dan Cilincing ini kan harus ada koordinasi gitu lho. Yaitu terkait dengan instansi-instansi yang seperti SDA (Sumber Daya Air) ya kan. Terus terkait masalah sampah, UPK Badan Air. Nah, Badan Air gitu, itu harus kita koordinasikan,” ungkap Marta saat diwawancarai suararealitas.co, Jumat (4/9).
Marta menambahkan, bahwa pihak kelurahan akan melakukan pemantauan terhadap kondisi tersebut.
Untuk penanganan sampah, pihak kelurahan juga dapat berkoordinasi dengan PPSU yang berada dibawah naungan Kasie Ekonomi dan Pembangunan (Ekbang).
“Jadi, ini yang sangat berperan yaitu SDA dan UPK Badan Air, saya rasa itu. Kita nanti selaku di kelurahan ini memonitor. Terkait sampah nanti kita bisa kerja sama, yaitu kita limpahkan pada PPSU, kan? Di bawah naungan Kasie Ekbang,” jelasnya.
Marta berharap koordinasi tersebut dapat segera ditindaklanjuti sehingga kondisi kawasan Kali Banglio menjadi lebih rapi dan tertata.
“Ya, harapannya sih InsyaAllah mudah-mudahan kalau itu terealisasi kan kita juga menjadi tempat yang betul-betul rapi, ya tertata kan. Terus kedua, otomatis bangunan-bangunan pinggir kali itu kan yang tidak tertata, itu kan akan kita bersihkan,” ungkapnya.
Namun, ia menilai penataan kawasan tidak hanya berkaitan dengan kebersihan dan kondisi turap, tetapi juga dengan kenyamanan masyarakat yang menggunakan akses jalan di sekitar lokasi.
Menurut Marta, apabila penataan kawasan dapat terealisasi dengan baik, akses di sekitar wilayah tersebut diharapkan menjadi lebih nyaman.
Terlebih apabila nantinya terdapat kendaraan angkutan umum seperti JakLingko atau angkot yang melintas, kondisi jalan dan lingkungan yang tertata dinilai akan memberikan kenyamanan bagi pengguna jalan sekaligus masyarakat setempat.
“Sehingga apa? Ya terlihat nyaman untuk kendaraan, ya. Apabila nanti ada JakLingko atau angkot yang masuk kan bisa nyaman, itu tujuannya. Dan warga masyarakat juga tertolong,” pungkasnya.
Sementara itu, saat dokumentasi dan wawancara berlangsung, Lurah Kalibaru, Marsillam Simanjuntak disebut sedang menerima keluhan warga lainnya, sehingga belum dapat memberikan keterangan langsung terkait kondisi turap, dan tumpukan sampah tersebut.
Penanganan kondisi turap selanjutnya diharapkan dapat dikoordinasikan dengan Sudin SDA Jakarta Utara.
Sedangkan persoalan sampah dapat ditindaklanjuti bersama UPK Badan Air dan unsur terkait lainnya.
Penulis : Kipray



































