Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Iklan
Iklan

Pasang Iklan Hubungi Admin

Baca berita tanpa iklan. Gabung Suara Realitas

Suara Realitas Official AppGRATIS • Berita terkini Install
Gabung Suara Realitas Masuk
S+
Tranding
Pasang iklan di sini

Jangkau pembaca Suara Realitas. Hubungi admin untuk tarif dan ketentuan iklan.

Bagikan:fXWTKebakaran Lapak Limbah Plastik di Srengseng, 60 KK Terdampak: Pemkot Jakbar Pastikan Bantuan WargaKomentar: 0
Berita Jakarta

Kebakaran Lapak Limbah Plastik di Srengseng, 60 KK Terdampak: Pemkot Jakbar Pastikan Bantuan Warga

Suara Realitas, 6 September 2026, 19:18 WIB · 2 menit bacaDiperbarui Baca di App
Huruf
POTRET - pasca kebakaran Srengseng, Walikota Jakbar, Iin Mutmainnah memastikan kebutuhan 60 Kartu Keluarga yang terdampak bakal terpenuhi. (Foto: Istimewa).

JAKARTA, suararealitas.co – Pemerintah Kota (Pemkot) Administrasi Jakarta Barat bergerak menangani dampak kebakaran yang melanda lapak pengolahan limbah plastik sekaligus permukiman warga di Jalan Kampung Sawah Balong, RT 02 dan RT 03/RW 04, Srengseng, Kembangan.

Wali Kota Jakarta Barat, Iin Mutmainnah turun langsung ke lokasi pada Minggu (6/9/2026) untuk memastikan proses penanganan warga terdampak berjalan dengan baik.

Kebakaran yang terjadi sejak Jumat (4/9) malam tersebut menyebabkan sekitar 60 kepala keluarga (KK) terdampak.

Upaya pemadaman berlangsung cukup lama, hingga mencapai sekitar 20 jam dan baru dapat ditangani pada Sabtu dini hari.

Dalam peninjauan tersebut, Iin menegaskan bahwa pemerintah tidak hanya berfokus pada penanganan fisik pascakebakaran, tetapi juga memastikan kebutuhan warga yang terdampak tetap terpenuhi.

“Yang paling utama adalah memastikan warga mendapatkan kebutuhan dasarnya. Mulai dari logistik, tempat tinggal sementara, sampai pelayanan kesehatan harus tersedia,” kata Iin.

Baca Juga :  Hari Bumi Sedunia, Sudin LH Jakarta Barat Tunjukkan Komitmen Lingkungan Sehat Lewat Uji Emisi Kendaraan Bermotor

Selain kebutuhan pokok, Pemkot Jakarta Barat juga membuka dukungan terhadap warga yang kehilangan dokumen penting dalam peristiwa tersebut.

Pelayanan administrasi kependudukan disiapkan di lokasi sehingga warga dapat mengurus kembali dokumen seperti KTP maupun dokumen kependudukan lainnya.

Sementara mengenai penyebab kebakaran serta proses hukum yang berkaitan dengan peristiwa tersebut, Iin menyerahkan sepenuhnya kepada aparat penegak hukum untuk melakukan pemeriksaan dan penyelidikan.

Namun, ia meminta pemilik lapak tidak mengabaikan kondisi masyarakat yang rumah maupun tempat tinggalnya ikut terdampak.

Iin mendorong adanya komunikasi antara pemilik lapak dengan perangkat wilayah, mulai dari camat, lurah hingga RT dan RW, untuk membahas bentuk kepedulian maupun bantuan yang dapat diberikan kepada warga.

Baca Juga :  Pengusaha Padel Tidak Takut 'Ultimatum' Pramono Anung

“Pendekatannya harus humanis. Kami meminta pemilik lapak dapat duduk bersama camat, lurah, RT dan RW untuk membicarakan bentuk perhatian serta bantuan bagi warga yang rumah atau kontrakannya terdampak,” ujarnya.

Di sisi lain, penanganan lingkungan juga menjadi perhatian Pemkot Jakarta Barat. Material sisa kebakaran, khususnya limbah plastik, akan terlebih dahulu dipilah untuk melihat bagian yang masih dapat dimanfaatkan.

Setelah proses pemilahan dilakukan, Suku Dinas Lingkungan Hidup Jakarta Barat bersama jajaran wilayah dan pemilik lapak akan melaksanakan pembersihan puing secara gotong royong.

Langkah tersebut dilakukan agar kawasan terdampak dapat segera dibersihkan sekaligus mengurangi potensi munculnya persoalan lingkungan baru setelah kebakaran.

Baca tentangBerita Jakarta
Lihat Megapolitan Selengkapnya→
Memuat berita berikutnya…
Artikel Terkait Megapolitan
Berita AktualKanal lain
NasionalKanal lain