JAKARTA, suararealitas.co – Sampai saat ini, penanganan dalam permasalahan bau sampah di fasilitas Refuse-Derived Fuel (RDF) Plant Jakarta, Rorotan, Cilincing, Jakarta Utara, belum sepenuhnya teratasi oleh Pemprov DKI Jakarta lantaran masih terus diprotes masyarakat sekitar lokasi.
Selain itu, pemerintah juga berencana melakukan proyek pengadaan truk kompaktor dan pengadaan lahan di RDF Plant Jakarta. Upaya itu disebut kurang efektif.
“Menurut kami itu bukan hal yang krusial. Apalagi dalam kondisi ekonomi yang sedang seperti ini, yang sedang tidak baik-baik saja, dolar sedang tinggi, harga BBM juga naik. Itu bukan solusi yang tepat untuk melakukan penambahan truk kompaktor,” kata anggota Tim Kerja Pemantauan Kegiatan Pengoperasian (TKPKP) RDF Plant Jakarta, Wahyu Andre seperti dikutip dari voi.id, Senin, (29/6).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Ia menilai, terkait adanya rencana penambahan truk kompaktor nantinya akan menambah biaya solar dan bensin.
Sementara kondisi minyak dunia sekarang itu sedang tinggi, dan menurutnya kurang bijak.
Namun sejatinya, sambung Wahyu, untuk menekan masalah bau di RDF Plant Jakarta, pembuangan sampahnya itu harus terpilah dahulu sebelum masuk ke fasilitas tersebut.
“Selama itu yang diangkut adalah produk sampah yang kering tidak akan bau, pakai bak terbuka pun sebenarnya tidak ada masalah. Tapi kalau itu menggunakan sampah yang basah, yang tidak terpilah. Sudah pasti diperlukan truk (kompaktor) itu,” tukasnya.



































