GHON Perkuat Infrastruktur Telekomunikasi untuk Dukung Pertumbuhan 2026

- Jurnalis

Jumat, 5 Juni 2026 - 14:48 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta, Suararealitas.co – PT Gihon Telekomunikasi Indonesia Tbk (GHON) menargetkan total tenansi mencapai 1.820 tenant pada 2026 atau meningkat sekitar 6,7 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Di sisi lain, perseroan memproyeksikan pendapatan tahun ini turun tipis sebesar 1,4 persen seiring dampak konsolidasi industri telekomunikasi pasca-merger PT XL Axiata Tbk dan PT Smartfren Telecom Tbk yang kini beroperasi sebagai XLSMART.

Target tersebut disampaikan dalam Public Expose Perseroan yang digelar di Jakarta pada Jumat (5/6/2026). Dalam agenda tersebut, manajemen memaparkan kinerja operasional dan keuangan kuartal I 2026, target usaha tahun buku 2026, serta proyeksi pengembangan infrastruktur menara telekomunikasi dan jaringan fiber optik.

Direktur Operasional GHON Jonni Pangaribuan memaparkan bahwa jumlah menara telekomunikasi milik perseroan meningkat dari 1.021 unit pada akhir 2025 menjadi 1.072 unit pada kuartal I 2026 setelah adanya penambahan 51 menara baru.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Namun, jumlah kolokasi mengalami penurunan dari 684 tenant menjadi 604 tenant. Kondisi tersebut menyebabkan total tenansi turun dari 1.705 tenant menjadi 1.676 tenant, sehingga rasio kolokasi menurun dari 1,67 kali menjadi 1,56 kali.

Pada segmen fiber optik, panjang jaringan billable berkurang 143 kilometer menjadi 1.378 kilometer dibandingkan posisi akhir 2025 sebesar 1.521 kilometer. Sementara itu, panjang jaringan fisik tetap berada pada level 1.636 kilometer. Penurunan jaringan billable tersebut mencerminkan adanya penyesuaian kebutuhan penggunaan jaringan oleh pelanggan seiring berlangsungnya konsolidasi industri telekomunikasi.

Menurut Jonni, perubahan struktur industri pasca-merger operator turut memengaruhi tingkat utilisasi sejumlah aset infrastruktur telekomunikasi yang dimiliki perseroan pada awal tahun ini.

Dari sisi sebaran aset, Pulau Jawa masih menjadi wilayah dengan kontribusi terbesar terhadap portofolio menara GHON. Hingga kuartal I 2026, jumlah tower di wilayah Jawa mencapai 674 unit atau sekitar 63 persen dari total menara perseroan. Sementara itu, Sumatera memiliki 198 tower, Kalimantan 111 tower, Sulawesi 77 tower, dan Nusa Tenggara 12 tower.

Baca Juga :  Perluas Jejaring Kemitraan, BRI KC Jakarta Jelambar Jalin Partnership dengan Air Padel Antasari

Pada bisnis fiber optik, Jawa juga menjadi kontributor terbesar dengan panjang jaringan billable mencapai 1.052 kilometer atau sekitar 77 persen dari total jaringan yang disewakan. Sisanya tersebar di Sumatera, Kalimantan, dan Sulawesi.

Sementara itu, Direktur Keuangan GHON Yoyong memaparkan bahwa perseroan membukukan pendapatan sebesar Rp51,22 miliar pada kuartal I 2026, turun sekitar 3,9 persen dibandingkan Rp53,30 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Penurunan pendapatan turut memengaruhi kinerja profitabilitas perseroan. Laba kotor tercatat sebesar Rp35,56 miliar, turun dari Rp39,77 miliar pada kuartal I 2025. Margin laba kotor menurun menjadi 59,82 persen dibandingkan 64,66 persen pada periode yang sama tahun lalu.

Di sisi lain, perseroan berhasil menjaga efisiensi operasional. Hal ini tercermin dari beban usaha yang turun menjadi Rp4,92 miliar dari Rp5,30 miliar pada kuartal I 2025. Dengan demikian, laba usaha tercatat sebesar Rp30,64 miliar dibandingkan Rp34,47 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Setelah memperhitungkan beban lain-lain dan pajak final sebesar Rp14,30 miliar, laba sebelum pajak penghasilan mencapai Rp19,43 miliar. Adapun laba bersih tahun berjalan tercatat sebesar Rp16,77 miliar, turun sekitar 22,1 persen dibandingkan Rp21,52 miliar pada kuartal I 2025.

Penurunan laba bersih tersebut turut berdampak pada laba per saham yang turun menjadi Rp30,49 per saham dari Rp39,13 per saham pada periode yang sama tahun lalu.

Meski menghadapi tekanan pada pendapatan dan laba bersih, GHON masih mampu mempertahankan tingkat profitabilitas yang tinggi. Margin EBITDA tercatat sebesar 81,85 persen, sedikit meningkat dibandingkan 81,57 persen pada kuartal I 2025.

Per 31 Maret 2026, total aset perseroan tercatat sebesar Rp1,42 triliun, terdiri atas aset lancar sebesar Rp45,86 miliar dan aset tidak lancar sebesar Rp1,38 triliun. Sementara itu, total liabilitas tercatat sebesar Rp627,09 miliar dan total ekuitas mencapai Rp797,07 miliar.

Baca Juga :  BRI BO Rangkasbitung Perkuat Sinergi dengan Satgas TNI Yonif TP 840/Golok Sakti

Dari sisi pelanggan, XLSMART menjadi kontributor pendapatan terbesar perseroan dengan porsi 48,40 persen terhadap total pendapatan per Maret 2026. Posisi berikutnya ditempati Indosat Ooredoo Hutchison sebesar 30,56 persen dan Telkomsel sebesar 15,58 persen.

Untuk tahun buku 2026, perseroan menargetkan jumlah site meningkat 6,7 persen menjadi 1.090 site dari posisi 1.021 site pada 2025. Jumlah kolokasi ditargetkan bertambah dari 684 tenant menjadi 730 tenant, sehingga total tenansi diproyeksikan meningkat menjadi 1.820 tenant.

Meski menargetkan pertumbuhan jumlah site dan tenant, GHON memperkirakan pendapatan tahun 2026 sedikit menurun menjadi Rp208,33 miliar dibandingkan realisasi tahun 2025 sebesar Rp211,31 miliar. EBITDA juga diproyeksikan turun menjadi Rp167,64 miliar dari Rp173,74 miliar pada tahun sebelumnya.

Perseroan memperkirakan margin EBITDA berada pada level 80,47 persen, lebih rendah dibandingkan realisasi 2025 sebesar 82,22 persen. Proyeksi tersebut telah mempertimbangkan dampak konsolidasi operator telekomunikasi terhadap kebutuhan penggunaan infrastruktur.

Direktur Utama GHON Rudolf P. Nainggolan mengatakan perseroan telah menyiapkan sejumlah strategi untuk menjaga pertumbuhan yang berkelanjutan di tengah perubahan lanskap industri telekomunikasi.

Strategi tersebut meliputi penguatan hubungan dengan para pemangku kepentingan, menjaga kesehatan keuangan perusahaan, meningkatkan portofolio aset, serta melanjutkan komitmen terhadap pelestarian lingkungan.

Menurut Rudolf, perseroan akan terus mengoptimalkan tingkat hunian menara dan pemanfaatan jaringan fiber optik, memperluas portofolio infrastruktur telekomunikasi, serta menjalankan pengelolaan bisnis yang prudent guna menjaga profitabilitas dan menciptakan nilai tambah bagi pemegang saham.

Dengan strategi tersebut, GHON berupaya mempertahankan kinerja operasional yang solid sekaligus menangkap peluang pertumbuhan kebutuhan infrastruktur digital di Indonesia di tengah proses konsolidasi industri telekomunikasi nasional.

Berita Terkait

NAYZ Optimistis Pasar MPASI Organik Tembus Rp10 Triliun pada 2029
Didukung Kinerja Keuangan yang Solid, IDEA Siapkan Langkah Ekspansi Baru
Pendapatan Sewa Rusunawa Rawa Buaya Naik 200 Persen, Kesadaran Warga Semakin Meningkat
Nilai Tukar Rupiah Tertekan, Dolar AS Menguat hingga Sentuh Rp18.066
MIDI Catat Pertumbuhan Laba 45 Persen pada 2025, Pendapatan Tembus Rp20,64 Triliun
MAXI Catat Rugi Rp8,41 Miliar pada Kuartal I 2026, Arus Kas Operasi Tetap Positif
Pemimpin Cabang BRI BO Labuan Berikan Motivasi kepada Seluruh Pekerja pada Doa Pagi
BRILiaN Sadar Risiko: Perangkat Endpoint Terlindungi, Risiko Terkendali

Berita Terkait

Jumat, 5 Juni 2026 - 16:51 WIB

Didukung Kinerja Keuangan yang Solid, IDEA Siapkan Langkah Ekspansi Baru

Jumat, 5 Juni 2026 - 16:42 WIB

Pendapatan Sewa Rusunawa Rawa Buaya Naik 200 Persen, Kesadaran Warga Semakin Meningkat

Jumat, 5 Juni 2026 - 14:51 WIB

Nilai Tukar Rupiah Tertekan, Dolar AS Menguat hingga Sentuh Rp18.066

Jumat, 5 Juni 2026 - 14:48 WIB

GHON Perkuat Infrastruktur Telekomunikasi untuk Dukung Pertumbuhan 2026

Kamis, 4 Juni 2026 - 20:24 WIB

MIDI Catat Pertumbuhan Laba 45 Persen pada 2025, Pendapatan Tembus Rp20,64 Triliun

Berita Terbaru

Megapolitan

Pemprov DKI Raih WTP ke-9 dalam Paripurna LHP BPK-RI

Jumat, 5 Jun 2026 - 20:25 WIB