JAKARTA, suararealitas.co – Kekecewaan mendalam dirasakan para pedagang Pasar Taman Puring, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.
Pasalnya, mereka menilai, bahwa Pemerintah Kota Jakarta Selatan telah mengingkari komitmen terkait pembangunan kembali pasar pascakebakaran, setelah muncul rencana pengalihfungsian kawasan tersebut menjadi taman.
Para pedagang mengaku selama ini terus menunggu realisasi janji revitalisasi yang disampaikan pemerintah.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Namun hingga kini, pembangunan pasar belum juga dilakukan, sementara wacana penataan kawasan menjadi ruang terbuka hijau justru mencuat.
Koordinator Pedagang Pasar Taman Puring, Ahmad Fauzi mengatakan, para pedagang merasa nasib mereka tidak menjadi prioritas dalam proses penataan kawasan.
“Sejak kebakaran, kami diminta bersabar dan menunggu karena katanya pasar akan dibangun kembali. Kami mengikuti arahan pemerintah, tetap bertahan berjualan di tempat sementara. Tetapi yang kami lihat sekarang justru ada rencana lain. Kami merasa dibohongi karena janji yang disampaikan tidak sesuai dengan kenyataan,” ujar Ahmad Fauzi, Minggu (2/8).
Menurutnya, ratusan pedagang menggantungkan kehidupan ekonomi keluarga dari aktivitas perdagangan di Taman Puring. Ketidakjelasan nasib pasar membuat pendapatan pedagang terus menurun.
“Banyak pedagang yang omzetnya turun drastis. Ada yang terpaksa berutang untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Kami hanya meminta kepastian, apakah pasar akan dibangun kembali atau tidak,” katanya.
Senada dengan itu, pedagang lainnya, Siti Nurhayati, berharap pemerintah membuka ruang dialog dan melibatkan pedagang dalam setiap pengambilan keputusan terkait penataan kawasan Taman Puring.
“Kami tidak menolak pembangunan kota atau fasilitas umum. Tetapi pemerintah juga harus memikirkan rakyat kecil yang selama puluhan tahun mencari nafkah di sini. Jangan sampai kami hanya diberi harapan tanpa ada kepastian,” ucapnya.
Sementara itu, pemerhati kebijakan publik, Budi Santoso menilai, komunikasi pemerintah dengan masyarakat menjadi faktor penting dalam setiap proses penataan wilayah.
“Penataan kota harus mengedepankan prinsip keadilan sosial. Jika sebelumnya ada komitmen revitalisasi pasar, maka pemerintah perlu memberikan penjelasan terbuka kepada para pedagang agar tidak menimbulkan kesalahpahaman dan rasa ketidakpercayaan,” jelasnya.
Para pedagang berharap Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dan Pemerintah Kota Jakarta Selatan segera memberikan kepastian terkait masa depan Pasar Taman Puring.
Mereka meminta agar penataan kawasan tidak mengabaikan hak masyarakat kecil yang selama ini menggantungkan hidup dari aktivitas perdagangan.
“Yang kami butuhkan bukan janji baru, tetapi kepastian. Kami ingin kembali berdagang dengan tenang dan memiliki tempat usaha yang layak,” tegas Ahmad Fauzi.
Kendati demikian, hingga berita ini disusun belum ada keterangan resmi dari pengembang maupun pihak terkait.
Kini, redaksi masih berupaya menghubungi pihak-pihak terkait guna memperoleh konfirmasi sehingga pemberitaan dapat disajikan secara berimbang sesuai prinsip jurnalistik. Konfirmasi akan dimuat pada kolom berikutnya.
Di saat situasi tidak menentu, suararealitas.co tetap berkomitmen memberikan fakta dan realita jernih dari situasi dan kondisi lapangan. Ikuti terus update terkini suararealitas.co.




































