Prima Globalindo Logistik Tegaskan Transparansi di Tengah Suspensi Saham BEI

- Jurnalis

Rabu, 14 Januari 2026 - 12:49 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta, Suararealitas.co – PT Prima Globalindo Logistik Tbk (PPGL) menggelar Public Expose Insidental sebagai bentuk keterbukaan informasi kepada publik, menyusul keputusan Bursa Efek Indonesia (BEI) melakukan penghentian sementara perdagangan saham Perseroan. Agenda tersebut berlangsung di Jakarta, Rabu (14/01/2026), dan dihadiri jajaran direksi, pemegang saham, serta pemangku kepentingan terkait.

Direktur PPGL Hafez Salammudin menegaskan bahwa pelaksanaan Public Expose Insidental merupakan bagian dari kepatuhan penuh terhadap ketentuan pasar modal sekaligus komitmen menjaga transparansi perusahaan.

“Kegiatan ini merupakan bentuk kepatuhan penuh terhadap regulasi pasar modal sekaligus upaya menjaga transparansi dan melindungi kepentingan investor,” ujarnya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Public expose ini didasari Pengumuman BEI Nomor Peng-SPT-00020/IDX.WAS/01-2026 tanggal 8 Januari 2026, yang menetapkan mekanisme cooling down guna memastikan stabilitas dan keadilan aktivitas perdagangan saham. Manajemen menyatakan mendukung penuh kebijakan tersebut sebagai bagian dari fungsi pengawasan pasar modal.

Hafez menegaskan, hingga waktu penyelenggaraan kegiatan, tidak terdapat informasi atau fakta material yang belum diumumkan kepada publik sesuai aturan keterbukaan informasi. Selain itu, manajemen memastikan belum ada aksi korporasi yang telah direncanakan maupun diputuskan Direksi dan Dewan Komisaris, sehingga tidak terdapat perubahan mendasar pada bisnis perusahaan.

Baca Juga :  Wujudkan Lingkungan Kerja Bersih dan Profesional, BRI Tangerang Merdeka Lakukan Pembersihan Signage dan Pylon

“Kami ingin mencegah spekulasi dan menjaga kepercayaan pasar. Kami percaya komunikasi yang jelas antara emiten, regulator, dan investor merupakan kunci stabilitas pasar,” imbuhnya.

Dalam pemaparan perusahaan, PPGL menjelaskan portofolio bisnisnya sebagai penyedia layanan logistik dan dukungan rantai pasok, yang saat ini tercatat di Papan Akselerasi Bursa Efek Indonesia. Perseroan beroperasi di sejumlah lini logistik terintegrasi dan melayani berbagai sektor industri, dengan penekanan pada efisiensi layanan, ketepatan pengiriman, dan respons adaptif terhadap dinamika pasar nasional yang cepat berubah.

Dari sisi kinerja keuangan, laporan per 30 September 2025 menunjukkan penurunan pendapatan dan laba dibandingkan periode sebelumnya. Hafez menyebut kinerja tersebut sejalan dengan tantangan industri logistik yang tengah menghadapi tekanan biaya operasional yang meningkat serta persaingan harga yang semakin ketat.

“Kondisi ini bukan akibat perubahan fundamental dalam bisnis kami,” paparnya, menjelaskan bahwa penyesuaian ekonomi nasional dan pergeseran pola permintaan menjadi faktor dominan yang memengaruhi performa keuangan. Ia menegaskan bahwa operasional perusahaan tetap berjalan normal tanpa adanya gangguan signifikan terhadap layanan maupun aktivitas bisnis inti.

Baca Juga :  Semangat Berbagi di Bulan Suci, BRI Kanca Tanjung Duren Salurkan Bingkisan kepada Pekerja

Sebagai respons, manajemen telah menyiapkan langkah adaptif berkelanjutan, mulai dari optimalisasi struktur biaya, peningkatan efisiensi proses, hingga penguatan tata kelola perusahaan. “Kami berkomitmen mempertahankan layanan berkualitas dan menjaga kinerja operasional di tengah tantangan eksternal,” ujar Hafez.

Menanggapi volatilitas saham PPGL, manajemen menekankan tidak memiliki informasi khusus terkait pergerakan harga saham maupun aktivitas transaksi di pasar. Menurut mereka, fluktuasi mencerminkan mekanisme penawaran dan permintaan serta sentimen pelaku pasar, bukan akibat informasi material yang belum disampaikan.

Di akhir kegiatan, PPGL mengingatkan investor untuk mendasarkan setiap pengambilan keputusan pada informasi resmi yang dipublikasikan perusahaan melalui kanal keterbukaan informasi BEI maupun OJK.

Melalui Public Expose Insidental ini, PPGL menegaskan komitmennya menjaga kepercayaan publik dan regulator, memperkuat praktik transparansi, serta mendukung terciptanya ekosistem pasar modal yang adil, teratur, dan efisien.

Berita Terkait

Berawal dari Hobi, Tim Tata Kembangkan Domba Juara Bernilai Rp500 Juta
KKP: Hilirisasi Kunci Indonesia Jadi Pusat Industri Rumput Laut Dunia
Medion Hadirkan Produsen Telur SPF Pertama di Indonesia, Perkuat Kemandirian Vaksin Nasional
LAND Catat Lonjakan Laba Bersih 165,2 Persen pada Kuartal I 2026
HOMI Catat Kenaikan Laba 2025, Perkuat Strategi Pengembangan Residensial.
Pendapatan SOLA Melesat ke Rp333,99 Miliar pada 2025, Laba Naik Jadi Rp44,64 Miliar
UMKM Kerupuk Mugianto di Kedoya Utara Berdayakan Ibu-ibu Lokal, Buka Lapangan Kerja dan Dongkrak Ekonomi Warga
BDKR Bukukan Laba Bersih Rp25 Miliar pada 2025, Naik 65,7 Persen

Berita Terkait

Selasa, 16 Juni 2026 - 13:58 WIB

KKP: Hilirisasi Kunci Indonesia Jadi Pusat Industri Rumput Laut Dunia

Selasa, 16 Juni 2026 - 13:18 WIB

Medion Hadirkan Produsen Telur SPF Pertama di Indonesia, Perkuat Kemandirian Vaksin Nasional

Senin, 15 Juni 2026 - 18:07 WIB

LAND Catat Lonjakan Laba Bersih 165,2 Persen pada Kuartal I 2026

Senin, 15 Juni 2026 - 17:36 WIB

HOMI Catat Kenaikan Laba 2025, Perkuat Strategi Pengembangan Residensial.

Senin, 15 Juni 2026 - 16:07 WIB

Pendapatan SOLA Melesat ke Rp333,99 Miliar pada 2025, Laba Naik Jadi Rp44,64 Miliar

Berita Terbaru