JAKARTA, Suararealitas.co – Wakil Gubernur DKI Jakarta, Rano Karno membuka forum orientasi penerima baru Kartu Jakarta Mahasiswa Unggul (KJMU) tahap II tahun 2025 di Universitas Universitas Muhammadiyah Prof DR Hamka (UHAMKA) di Kampus E UHAMKA, Rambutan, Ciracas, Jakarta Timur, Jumat (08/05/2025).
Secara simbolis, Rano juga menyerahkan KJMU kepada empat mahasiswa penerima beasiswa dari total keseluruhan penerima KJMU tahap II tahun 2025 di UHAMKA sebanyak 2.097 mahasiswa.
Ia menegaskan komitmen Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta untuk tetap menempatkan sektor pendidikan sebagai prioritas di tengah tantangan global dan penyesuaian fiskal daerah.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Pendidikan adalah jalan untuk membuka kesempatan, memperluas harapan, dan mempersiapkan masa depan yang jauh lebih baik bagi generasi muda Jakarta. Karena itu, di tengah berbagai tantangan global, Pemprov DKI Jakarta tetap menempatkan pendidikan sebagai prioritas utama, salah satunya melalui keberlanjutan program KJMU,” ujarnya.
Pada 2026, program KJMU menjangkau 16.979 mahasiswa pada tahap pertama dan 16.920 mahasiswa pada tahap kedua di berbagai perguruan tinggi di Jakarta. Di UHAMKA, penerima KJMU tercatat lebih dari 2.000 mahasiswa, termasuk tambahan 93 penerima baru pada tahap kedua.
Menurut Wagub Rano, KJMU tidak hanya membantu mahasiswa menyelesaikan pendidikan tinggi, tetapi juga mendorong pengembangan diri, membangun kepercayaan diri, dan menyiapkan generasi muda menghadapi persaingan di masa depan.
“Kesempatan ini perlu dijaga dengan semangat belajar, integritas, dan kepedulian terhadap lingkungan sekitar. Manfaatkan forum orientasi ini sebagai ruang untuk belajar, membangun jejaring, bertukar pengalaman, sekaligus memperkuat kebersamaan antarpenerima KJMU,” tuturnya.
Wagub Rano menegaskan, meski APBD Jakarta berkurang hampir Rp15 triliun, anggaran sektor pendidikan dan kesehatan tetap dipertahankan. Untuk program KJMU, Pemprov DKI Jakarta mengalokasikan anggaran hampir Rp399 miliar. Sementara itu, anggaran Kartu Jakarta Pintar (KJP) mencapai hampir Rp3,4 triliun untuk sekitar 700 ribu pelajar.
“APBD Jakarta berkurang hampir Rp15 triliun, tetapi anggaran pendidikan dan kesehatan tidak akan pernah dikurangi. Ini bentuk komitmen kami untuk memastikan akses pendidikan tetap terjaga,” tegasnya.
Salah seorang penerima KJMU di UHAMKA, Putri Zakiyyatunnisa, mahasiswa Program Studi Bimbingan dan Konseling semester delapan, mengaku terbantu dengan program tersebut.
“Saya senang sekali menerima KJMU. Saya bisa fokus menyelesaikan kuliah yang sekarang sudah memasuki semester delapan. Alhamdulillah tinggal satu semester lagi. Terima kasih kepada Pemprov DKI,” kata Putri.
Selain KJMU, Pemprov DKI Jakarta juga menjalankan program pemutihan ijazah bagi warga yang terkendala mengambil ijazah akibat keterbatasan ekonomi. Hingga kini, hampir 7.000 ijazah telah diputihkan.
Wagub Rano berharap seluruh penerima KJMU dapat menyelesaikan studi tepat waktu, memanfaatkan kesempatan pendidikan dengan sebaik-baiknya, serta meneladani semangat perjuangan Buya Hamka sebagai tokoh bangsa dan inspirasi dunia pendidikan.
Penulis : Kipray
Editor : Eka




































