Parkir Liar di Kawasan Danau Sunter, Pembiaran atau Pembinaan?

- Jurnalis

Minggu, 3 Mei 2026 - 11:36 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA, suararealitas.co – Ratusan kendaraan bermotor roda dua terparkir rapi di sekitar kawasan Danau Sunter. Dijaga oleh warga atau pemuda setempat, dan sering viral di medsos. Parkir liar tersebut terkesan sengaja diduga dibina oknum UP Parkir Jakarta Utara.

Liputan eksklusif suararealitas.co menemukan ratusan kendaraan bermotor dan mobil parkir di kawasan itu dengan memanfaatkan fasos-fasum tanpa legalitas.

Kawasan parkir liar itu juga pernah ditertibkan oleh petugas gabungan pada tahun 2021, hingga akhirnya di tempatkan spanduk larangan parkir di lokasi itu.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Walaupun spanduk larangan parkir masih berdiri gagah, oknum pengelola parkir liar seakan tidak mempedulikan hal itu.

Kawasan ini pun menjadi langganan macet. Semrawutnya parkir liar dan PKL menjadi pemandangan sehari-hari dan menjenuhkan bagi warga setempat maupun pengguna jalan.

“Malam minggu paling parah di lokasi ini. Apalagi tukang parkir ‘gajian’ sampai bahu jalan juga di pakai untuk parkir motor dan mobil,” ujar salah satu Pedagang Kaki Lima (PKL) di kawasan itu.

Pantauan suararealitas.co di lokasi, sejumlah kendaraan terpantau menutupi trotoar di kawasan Danau Sunter, Sabtu (2/5/2026) malam.

Baca Juga :  KPID DKI Jakarta Tuai Kritik, Dinilai Membatasi Kebebasan Pers dalam Pemberitaan Aksi Unjuk Rasa

Jumlah kendaraan yang parkir di atas trotoar ini terbilang tidak sedikit. Bahkan, terlihat bodi beberapa kendaraan yang parkir di atas trotoar ini menjulang sampai ke badan jalan raya.

Disisi lain, Jhon (38), pengemudi ojek online yang kerap melintas di kawasan itu, mengatakan bahwa meski arus lalu lintas di Jalan Danau Sunter Selatan relatif lancar, keberadaan motor dan mobil yang parkir di bahu jalan tetap menimbulkan gangguan bagi pengendara lain.

Sementara itu, salah satu juru parkir mengakui adanya setoran upeti ke oknum anggota berseragam aktif berwarna hijau dengan berinisial M dan S.

Lalu, untuk tarif parkir yang pihaknya kutip berkisar Rp.5000 hingga Rp.10.000 per-kendaraan. Selain itu, mereka juga hanya menjalankan sesuai perintah oknum tersebut.

“Kalau kami di lapangan cuma kerja saja bang. Setiap hari ada setoran, sudah ada yang ngatur. Kami juga tidak berani melawan karena takut,” ungkapnya, seperti dikutip dari teropongrakyat.co, Minggu.

“Sudah lama seperti ini, bukan baru. Semua sudah tahu, tapi ya begitu, kami ikut saja aturan yang ada di sini,” sambungnya.

Baca Juga :  MUI DKI Jakarta Imbau Hormati Hukum dan Doakan Korban Tragedi Demo

Kendati demikian, pengawas lapangan berinisial Rm membenarkan adanya dugaan setoran upeti ke instansi terkait.

“Kalau parkir urusannya sama anak-anak parkir. Kalau parkiran berhubungannya dengan Dishub langsung bang, kita nggak ikut campur soal itu karna kita ngawasin lapak saja,” katanya.

Meski begitu, warga pun berharap dapat memanfaatkan akses itu untuk keluarga, akses olahraga atau taman bermain bagi anak-anak, bukan untuk memelihara preman-preman kampung untuk jadi juru parkir.

“Lokasi ini rawan kriminalitas,” ujar salah satu pengunjung yang sedang minum kopi di PKL sekitaran lokasi.

UP Parkir Jakut selaku pengawas perparkiran belum menunjukkan kinerja optimal. Pembiaran inipun menjadi penghambat UP Parkir DKI Jakarta untuk membenahi perparkiran di seluruh DKI Jakarta.

Kini, suararealitas.co tengah berusaha melakukan konfirmasi kepada pihak terkait. Konfirmasi akan dimuat pada kolom berikutnya.

Di saat situasi tidak menentu, suararealitas.co tetap berkomitmen memberikan fakta dan realita jernih dari situasi dan kondisi lapangan. Ikuti terus update terkini suararealitas.co.

Penulis : Za

Berita Terkait

HIMAPI UCA Jadikan Berbagi Sebagai Budaya
HUT DKI Jakarta ke-499: Warga Antusias Ikuti Senam Primadona Nikmatin Layanan Kesehatan Gratis dan Bazar UMKM
Kasus Pengeroyokan Di Cengkareng Belum Terungkap, Publik Menanti Hasil Penyelidikan
Infrastruktur Terpadu JIS–Ancol Diresmikan Gubernur untuk Perkuat Konektivitas Jakarta Sebagai Kado HUT ke-499
PWI Jaya Tegaskan Komitmen Cetak Wartawan Profesional Melalui OKK Peningkatan 2026
Momen HUT DKI dan Libur Sekolah, Pelindo Regional 2 Tanjung Priok Gelar Sunatan Massal Gratis untuk 50 Anak di Jakarta Utara
Pramono Anung, Rano Karno dan Megawati Hadiri Bung Karno Festival 2026 di Taman Proklamasi
Pagelaran Budaya Betawi Meriahkan HUT Jakarta ke-499 di Tanjung Duren Utara, Pererat Persaudaraan Warga

Berita Terkait

Jumat, 26 Juni 2026 - 19:52 WIB

HIMAPI UCA Jadikan Berbagi Sebagai Budaya

Jumat, 26 Juni 2026 - 17:55 WIB

HUT DKI Jakarta ke-499: Warga Antusias Ikuti Senam Primadona Nikmatin Layanan Kesehatan Gratis dan Bazar UMKM

Jumat, 26 Juni 2026 - 12:56 WIB

Kasus Pengeroyokan Di Cengkareng Belum Terungkap, Publik Menanti Hasil Penyelidikan

Senin, 22 Juni 2026 - 16:49 WIB

Infrastruktur Terpadu JIS–Ancol Diresmikan Gubernur untuk Perkuat Konektivitas Jakarta Sebagai Kado HUT ke-499

Senin, 22 Juni 2026 - 13:47 WIB

PWI Jaya Tegaskan Komitmen Cetak Wartawan Profesional Melalui OKK Peningkatan 2026

Berita Terbaru

Berita Aktual

HIMAPI UCA Jadikan Berbagi Sebagai Budaya

Jumat, 26 Jun 2026 - 19:52 WIB