Kuasai Trotoar dan Bahu Jalan, PKL Danau Sunter Setor ‘Upeti’ ke Satpol PP hingga TNI?

- Jurnalis

Sabtu, 2 Mei 2026 - 02:48 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

TERPANTAU - menjamurnya pedagang kaki lima (PKL) di Danau Sunter, Jakarta Utara, Jumat (1/5/2026). (Foto: Ekslusif Suara Realitas).

TERPANTAU - menjamurnya pedagang kaki lima (PKL) di Danau Sunter, Jakarta Utara, Jumat (1/5/2026). (Foto: Ekslusif Suara Realitas).

JAKARTA, suararealitas.co – Nama instansi Satpol PP Jakarta Utara hingga TNI kembali menjadi sorotan tajam.

Sebab, ada oknum di instasi itu diduga menerima setoran dari Pedagang Kaki Lima (PKL) di Danau Sunter, Jakarta Utara.

Dugaan itu diperkuat lantaran tak ada penertiban terhadap pedagang yang jelas menyalahi aturan tersebut.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Banyak PKL yang menempatkan dagangan di atas trotoar dan bahu jalan, namun tak tersentuh oleh Satpol PP.

Menurut pengakuan salah seorang pedagang, bahwa adanya pungutan liar (pungli) itu benar.

Pasalnya, para pedagang setiap hari harus membayar pungutan tersebut yang diketuai berinisial Tgh.

“Setiap hari kita bayar ke ketuanya. Itu sebelumnya Rp.50 ribu, tapi berhubung pada protes jadi Rp.30 ribu sisanya buat kas. Anggota nya kurang lebih sekitar 40 pedagang. Uang itu untuk Pol PP supaya aman,” ungkap seorang pedagang yang enggan menyebutkan namanya kepada suararealitas.co, Minggu (21/12/2025).

Sementara sumber mengaku, bahwa oknum Satpol PP yang diduga menerima upeti itu berinisial RS, Evt, Mry, dan Agm juga menerima melalui DH.

Tak hanya itu saja, kata sumber, pungutan liar juga diduga melibatkan oknum anggota berseragam aktif berwarna hijau.

Baca Juga :  Juntaian Kabel CCTV Tertimpa Pohon di Jakbar, Ini Penjelasan Jakarta Smart City!

“Aliran dana yang masuk lewat ketua T ini diduga kuat sampai pada oknum Satpol PP dan TNI,” ujarnya, Sabtu (2/5).

Temuan ini, ujar sumber, memperlihatkan adanya perubahan pola pungutan liar.

Sebelumnya, uang setoran langsung diberikan pedagang kepada petugas Satpol PP dan TNI. Namun belakangan, setoran tersebut diberikan melalui orang ketiga, yaitu diduga preman atau organisasi kemasyarakatan.

“Ini mengindikasikan adanya dugaan persekongkolan antara preman dan Satpol PP hingga TNI yang mendapat keuntungan dari iuran pedagang tiap hari,” ucapnya.

Terpisah, Kasatpol PP Jakarta Utara, Budhy Novian menyampaikan apresiasi atas informasinya. Ia mengaku bakal susun terlebih dahulu rencananya.

“Nanti kita susun dulu rencana. Fokus saat ini, konsentrasi personel sedang dukung Ops Lilin Jaya dan Nataru paralel dengan pengendalian ketertiban umum,” tulis Budhy ketika dikonfirmasi soal oknum Satpol PP terima upeti.

“Sabar dulu ya bang kalo bisa lebih di dalami lagi infonya yang bisa mengarah pada terduga tersangka oknum yang diduga terima setoran dari lapak PKL di DS. Tks infonya,” pungkasnya.

Baca Juga :  Pemalang Jadi Segitiga Emas Obat Ilegal, Warga Desak Polisi Bongkar Kartel Pengedar Pil Koplo

Berdasarkan hasil investigasi, petugas Satpol PP di lapangan setiap hari sengaja membiarkan pedagang menempati trotoar, dan bahu jalan.

Mereka membiarkan PKL menggunakan trotoar, hingga bahu jalan dengan dugaan meminta uang, serta bekerja sama dengan preman dan ormas, sehingga tidak menjalankan fungsinya.

Selain itu, berjaga hanya di jam-jam krusial atau jam pulang kerja, dan posko yang mereka berdirikan hanya berkamuflase seolah-olah pihaknya memonitor aktivitas tersebut.

Faktanya, masih menjamurnya keberadaan PKL di kawasan itu sehingga terorganisir atau terstruktur dengan baik.

Sebagai informasi, larangan untuk berdagang di trotoar diatur dalam Pasal 25 Peraturan Daerah Nomor 8 Tahun 2007.

Sedangkan pembiaran yang dilakukan Satpol PP jelas-jelas melanggar Pasal 33 Peraturan Gubernur Nomor 221 Tahun 2009.

Kini, suararealitas.co tengah berusaha melakukan konfirmasi kepada pihak terkait. Konfirmasi akan dimuat pada kolom berikutnya.

Di saat situasi tidak menentu, suararealitas.co tetap berkomitmen memberikan fakta dan realita jernih dari situasi dan kondisi lapangan. Ikuti terus update terkini suararealitas.co.‎

Penulis : Za

Berita Terkait

Pemkot Jakbar Gerak Cepat Bersihkan Gunungan Sampah Liar di Kedoya Selatan, OTT Pelaku Disiapkan
Bangunan Tanpa PBG di Pinangsia Makan Korban Jiwa
Ajang Pencarian Talenta Muda Berpengaruh 2026 di Jakarta Utara Resmi Dimulai
Perluas Akses Pendidikan Masyarakat, Pemprov DKI Gratiskan 103 Sekolah Swasta 
Wagub DKI Hadiri JGTC di TIM
Menteri LH Ajak Masyarakat Disiplin Pilah Sampah Demi Sukseskan Program Waste to Energy
Senam Primadona di Kantor Wali Kota Jakarta Utara Berlangsung Meriah, Dihadiri TNI-Polri dan Warga
Pelebaran dan Perbaikan di Pegangsaan 2, RT03/RW03, Kelurahan Pegangsaan 2, Kecamatan Kelapa Gading, Jakarta Utara

Berita Terkait

Sabtu, 2 Mei 2026 - 02:48 WIB

Kuasai Trotoar dan Bahu Jalan, PKL Danau Sunter Setor ‘Upeti’ ke Satpol PP hingga TNI?

Kamis, 30 April 2026 - 13:23 WIB

Pemkot Jakbar Gerak Cepat Bersihkan Gunungan Sampah Liar di Kedoya Selatan, OTT Pelaku Disiapkan

Rabu, 29 April 2026 - 20:55 WIB

Bangunan Tanpa PBG di Pinangsia Makan Korban Jiwa

Senin, 27 April 2026 - 12:22 WIB

Ajang Pencarian Talenta Muda Berpengaruh 2026 di Jakarta Utara Resmi Dimulai

Minggu, 26 April 2026 - 13:04 WIB

Perluas Akses Pendidikan Masyarakat, Pemprov DKI Gratiskan 103 Sekolah Swasta 

Berita Terbaru

Hukum & Kriminal

Polisi Tangkap Wanita Pembawa Puluhan Ribu Obat Keras Ilegal

Jumat, 1 Mei 2026 - 21:55 WIB