Lurah Kedoya Utara Minta Pemasangan Portal Green Garden Dihentikan, Dinilai Picu Konflik Warga

- Jurnalis

Jumat, 17 April 2026 - 18:39 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

POTRET - Lurah Kedoya Utara, Febri Ariansyah. (Foto: Suara Realitas).

POTRET - Lurah Kedoya Utara, Febri Ariansyah. (Foto: Suara Realitas).

JAKARTA, suararealitas.co – Lurah Kedoya Utara, Febri Ariansyah secara resmi meminta agar proyek pemasangan portal di Green Garden yang berada di jalur umum lalu lintas warga segera dihentikan atau tidak dilanjutkan.

Febri menekankan, bahwa setiap kebijakan yang menyangkut ruang publik harus mengedepankan kepentingan bersama dan tidak boleh diputuskan secara sepihak saja, dari hal ini jangan sampai lahir sebuah hal yang berdampak terhadap kesenjangan sosial.

“Tadi pagi sudah saya rapatkan bersama unsur wilayah dan hasilnya pembangunan Portal di tinjau kembali atau tidak dilanjutkan,” ujar Febri saat dikonfirmasi suararealitas.co, Kamis (16/4).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Adapun, langkah tegas ini diambil sebagai respon terhadap gelombang keberatan yang disampaikan oleh masyarakat setempat.

“Saya minta tidak di lanjutkan pembangunanya. Kami melihat potensi konflik sosial yang cukup tinggi jika ini dipaksakan. Tugas kami adalah memastikan ketenteraman warga, bukan justru menciptakan sekat yang bisa memutus silaturahmi antar warga tetangga,” tegasnya kembali.

Baca Juga :  Sambangi Walkot Jakbar, Rano Karno Ajak Jajaran Tekankan Kualitas Layanan dan Kekuatan Kerja Tim

Alasan Penghentian Pemasangan

“Keputusan untuk menghentikan pemasangan portal ini didasari oleh beberapa pertimbangan krusial demi menjaga kondusivitas wilayah,” katanya.

Berikut ini alasan penghentian pemasangan:

1. Potensi Konflik Horizontal

Adanya kekhawatiran besar bahwa pembatasan akses jalan melalui portal akan memicu gesekan antar masyarakat, baik yang komplek maupun non komplek.

2. Keluhan Mobilitas

Banyak warga yang merasa keberatan karena pemasangan portal dianggap menghambat akses transportasi, terutama dalam keadaan darurat (seperti ambulans atau pemadam kebakaran) dan juga lalu lintas usaha micro yang berada untuk kehidupan warga kampung yang mengedepankan ekonomi kearifan lokal.

3. Aspek Legalitas dan Musyawarah

Baca Juga :  Menilai Tidak Ada Keseriusan, Apek Saiman: Hentikan Korban di Jakut, Audit PT Pelindo Melawan Hukum

Pihak Kelurahan menilai tidak adanya kesepakatan bulat melalui musyawarah mufakat di tingkat RT/RW yang melibatkan seluruh lapisan warga terdampak yaitu warga komplek dan masyarakat non komplek.

Langkah Selanjutnya

Sebagai tindaklanjut, pihak Kelurahan Kedoya Utara akan melakukan langkah-langkah sebagai berikut:

1. Himbauan Keamanan

Mengajak warga untuk meningkatkan keamanan melalui sistem lain yang lebih inklusif, seperti penambahan CCTV atau optimalisasi petugas keamanan lingkungan (Siskamling).

2. Jangan setiap hal kecil yang masih bisa dibicarakan secara baik-baik dan dimusyawarahkan tidak harus diselesaikan dengan berkonflik.

“Dengan dihentikannya pemasangan ini, suasana di Kedoya Utara tetap harmonis dan terhindar dari perselisihan yang tidak diinginkan satu sama lain saling menjaga persaudaraan dalam bingkai Bhineka Tunggal ika

Berita Terkait

Keterbukaan Informasi Dipertanyakan, Forum Jurnalis Soroti Kinerja Kasudin SDA dan Bina Marga Jakarta Barat
Warga Jatipulo Resah, Pembangunan Inrit Tanpa Izin Diduga akan Disewakan
Pelayanan ATR/BPN Jakarta Utara Dinilai Memuaskan, Pemohon Apresiasi Petugas yang Responsif
Sampah Menumpuk Lama, Kasudin LH Jakbar Langsung Bertindak
2.612 Keluarga Rusun Didorong Pilah Sampah dari Hunian, UPRS V Tekan Penumpukan dan Residu
Muhammad Ali Buka Pintu Solusi, Warga Rusun Daan Mogot Tak Perlu Resah
Proyek APBD Rp5,5 Miliar di Pademangan Timur Jadi Sorotan, Puing Berserakan dan K3 Dipertanyakan
Penataan Parkir di CNI Kembangan Jakbar Sementara Ditunda, Pasca Berdiskusi dengan Perwakilan Masyarakat: Kita Bakal Cari Solusi!

Berita Terkait

Selasa, 15 September 2026 - 23:03 WIB

Keterbukaan Informasi Dipertanyakan, Forum Jurnalis Soroti Kinerja Kasudin SDA dan Bina Marga Jakarta Barat

Selasa, 15 September 2026 - 21:36 WIB

Warga Jatipulo Resah, Pembangunan Inrit Tanpa Izin Diduga akan Disewakan

Selasa, 15 September 2026 - 16:58 WIB

Pelayanan ATR/BPN Jakarta Utara Dinilai Memuaskan, Pemohon Apresiasi Petugas yang Responsif

Selasa, 15 September 2026 - 15:50 WIB

Sampah Menumpuk Lama, Kasudin LH Jakbar Langsung Bertindak

Senin, 14 September 2026 - 15:16 WIB

2.612 Keluarga Rusun Didorong Pilah Sampah dari Hunian, UPRS V Tekan Penumpukan dan Residu

Berita Terbaru