KANA Group Masuk Top 50 Koperasi dan UKM Ekspor 2026, Perkuat Posisi di Pasar Global

- Jurnalis

Selasa, 10 Februari 2026 - 15:41 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta, Suararealitas.co — KANA Group mencatatkan prestasi di tingkat nasional dengan meraih Top 50 Koperasi dan UKM Ekspor Award 2026. Penghargaan tersebut diserahkan dalam seremoni yang berlangsung di Auditorium Kementerian Koperasi dan UKM, Jakarta, Selasa (10/2/2026).

Penghargaan ini diberikan kepada koperasi dan pelaku usaha kecil menengah yang dinilai memiliki kinerja ekspor unggul, model bisnis berkelanjutan, serta kontribusi nyata dalam mendorong daya saing produk nasional di pasar global. KANA Group dinilai konsisten mengembangkan usaha berbasis koperasi dengan orientasi ekspor dan tata kelola bisnis yang profesional.

Pimpinan Peluang Media Group, Irsyad Muchtar, menilai Koperasi KANA sebagai salah satu koperasi yang menonjol karena memiliki fasilitas produksi mandiri dan rekam jejak panjang di sektor ekspor.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Tidak banyak koperasi yang memiliki pabrik sendiri. Koperasi KANA ini memproduksi gula merah, kecap, dan telah lama menembus pasar ekspor. Ini menunjukkan bahwa koperasi juga mampu dikelola secara modern dan berdaya saing global,” ujar Irsyad di sela kegiatan.

Selain fokus pada pasar ekspor, KANA Group juga mulai memperkuat penetrasi di pasar domestik. Langkah tersebut ditandai dengan peluncuran produk minuman sarang burung walet bermerek Shaucha, yang kini mulai diperkenalkan secara luas ke pasar nasional sebagai bagian dari strategi diversifikasi usaha.

Baca Juga :  KK Multatuli Perkuat Kolaborasi dan Akuntabilitas Layanan Sesuai BRILiaN Ways

Berbasis di Surabaya, Koperasi KANA Group terus memperkuat posisinya dalam rantai pasok ekspor komoditas nasional melalui pengembangan produk bernilai tambah dan penguatan tata kelola usaha berbasis anggota. Hingga saat ini, koperasi secara konsisten mengekspor gula merah sebagai produk utama, serta cengkeh dan minuman herbal sebagai produk pendukung ke sejumlah negara di Asia.

Ketua Umum Koperasi KANA Group, Jonathan Danang Wardhana, mengatakan pasar ekspor koperasi telah menjangkau Tiongkok, Hong Kong, Vietnam, dan Kamboja. Menurutnya, gula merah masih menjadi kontributor utama ekspor, seiring dengan strategi diversifikasi produk untuk memperluas penetrasi pasar dan menjaga keberlanjutan usaha.

“Gula merah tetap menjadi core business kami. Namun, untuk memperkuat daya saing dan memperluas jangkauan pasar, kami menambah komoditas cengkeh serta mengembangkan minuman kalai sebagai produk bernilai tambah,” kata Jonathan.

Dari sisi hulu hingga hilir, Koperasi KANA telah membangun integrasi usaha dengan memiliki fasilitas produksi sendiri. Kepemilikan pabrik berada di bawah koperasi, sementara operasional bisnis dijalankan melalui sejumlah badan hukum berbentuk perseroan terbatas (PT) sebagai anak perusahaan. Struktur tersebut memungkinkan koperasi menjalankan usaha secara profesional tanpa meninggalkan prinsip kepemilikan kolektif anggota.

“Kami mengelola usaha melalui anak perusahaan, tetapi kepemilikan saham mayoritas tetap berada di koperasi. Dengan begitu, manfaat ekonomi dari kegiatan usaha dapat kembali kepada anggota,” jelasnya.

Baca Juga :  Pemprov DKI Jakarta Gelar Konferensi Pers APBD Triwulan III 2025

Saat ini, Koperasi KANA Group membawahi delapan anak perusahaan dengan portofolio produk yang terdiversifikasi. Selain gula merah dan cengkeh, koperasi juga mengembangkan air mineral, minuman energi, serta minuman sarang burung walet siap konsumsi yang menyasar segmen pasar kesehatan.

Fokus pada pengembangan produk berbasis kesehatan menjadi keunggulan kompetitif Koperasi KANA. Gula merah dikembangkan sebagai alternatif pemanis yang lebih sehat, sementara produk minuman sarang burung walet dirancang sebagai minuman fungsional dengan nilai tambah tinggi, baik untuk pasar domestik maupun ekspor.

“Kami menempatkan aspek kualitas dan kesehatan sebagai diferensiasi produk. Ini menjadi strategi kami untuk meningkatkan nilai jual sekaligus memperkuat posisi di pasar global,” ujar Jonathan.

Atas kinerja ekspor dan konsistensi pengembangan usaha tersebut, Koperasi KANA Group dinilai layak menerima penghargaan sebagai koperasi berorientasi ekspor. Penghargaan ini sekaligus menjadi pengakuan atas kontribusi koperasi dalam mendorong hilirisasi produk, memperluas akses pasar internasional, serta memperkuat peran koperasi dalam perekonomian nasional.

“Penghargaan ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus mengembangkan koperasi yang modern, profesional, dan memberikan dampak ekonomi nyata bagi anggota,” pungkas Jonathan.

Berita Terkait

KKP Kirim 1.852 Kontainer Udang Bersertifikat Bebas Cesium ke AS dalam Tiga Bulan
Tenun Lurik Prasojo Raih Top 50 UKM Ekspor Award 2026
Top 50 UKM Ekspor 2026, Ramantha Kitchen Buktikan Daya Saing Produk Daerah
Ekspor Kopi Robusta ke Mesir, KDMP Sidomulyo Raih Penghargaan Nasional
Peluang Media Group Apresiasi 50 Koperasi dan UMKM Berorientasi Ekspor
JMSI Jembatani Koperasi Daerah ke Kementerian, Dukung Penguatan Ekonomi Kerakyatan
Gubernur Pramono: Ekonomi Jakarta 2025 Tumbuh 5,21 Persen
Jajanan Rakyat di Depan Pasar Pool, “Nyemil Yuk” Laris Manis di Tanjung Priok

Berita Terkait

Selasa, 10 Februari 2026 - 15:41 WIB

KANA Group Masuk Top 50 Koperasi dan UKM Ekspor 2026, Perkuat Posisi di Pasar Global

Selasa, 10 Februari 2026 - 15:33 WIB

KKP Kirim 1.852 Kontainer Udang Bersertifikat Bebas Cesium ke AS dalam Tiga Bulan

Selasa, 10 Februari 2026 - 14:52 WIB

Tenun Lurik Prasojo Raih Top 50 UKM Ekspor Award 2026

Selasa, 10 Februari 2026 - 14:42 WIB

Top 50 UKM Ekspor 2026, Ramantha Kitchen Buktikan Daya Saing Produk Daerah

Selasa, 10 Februari 2026 - 14:02 WIB

Ekspor Kopi Robusta ke Mesir, KDMP Sidomulyo Raih Penghargaan Nasional

Berita Terbaru