PTPN IV PalmCo Konsisten Dampingi Pemulihan Aceh Tamiang

- Jurnalis

Jumat, 30 Januari 2026 - 11:16 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

POTRET - Wakil Bupati Aceh Tamiang, Ismail menyaksikan penyerahan sepatu bagi anak penghuni Huntara Aceh Tamiang oleh Direktur Utama PTPN IV PalmCo. Selain menyiapkan lahan untuk pembangunan hunian, dukungan psikososial terus diperkuat PTPN IV melalui pemberian sepatu sekolah dan peluncuran Sekolah Darurat bekerjasama dengan benihbaik.com yang didirikan oleh Andy F Noya. (Foto: Istimewa).

POTRET - Wakil Bupati Aceh Tamiang, Ismail menyaksikan penyerahan sepatu bagi anak penghuni Huntara Aceh Tamiang oleh Direktur Utama PTPN IV PalmCo. Selain menyiapkan lahan untuk pembangunan hunian, dukungan psikososial terus diperkuat PTPN IV melalui pemberian sepatu sekolah dan peluncuran Sekolah Darurat bekerjasama dengan benihbaik.com yang didirikan oleh Andy F Noya. (Foto: Istimewa).

ACEH TAMIANG, suararealitas.co – Dua bulan setelah banjir bandang melanda Aceh Tamiang pada akhir 2025, upaya memulihkan kehidupan warga belum berhenti.

Di tengah proses panjang itu, satu hal menonjol yakni konsistensi kehadiran negara melalui badan usaha milik negara yang sejak awal turun tangan dan terus bertahan hingga hari ini.

Pada Rabu (28/1/2026), Wakil Bupati Aceh Tamiang, Ismail bersama Direktur Utama PTPN IV PalmCo, Jatmiko K. Santosa dan pendiri BenihBaik.com, Andy F. Noya meninjau langsung aktivitas warga di Hunian Sementara (Huntara) Danantara, Aceh Tamiang.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Di lokasi tersebut, PTPN IV PalmCo meresmikan Sekolah Alam Darurat bagi anak-anak penyintas banjir, sekaligus menyalurkan bantuan logistik untuk ibu dan anak.

Langkah ini menegaskan pendekatan pemulihan yang tidak semata berfokus pada fisik bangunan, tetapi juga menyentuh aspek sosial dan psikologis warga terutama anak-anak yang terdampak bencana.

“PTPN IV PalmCo ini paling cepat (hadir membantu). PTPN mantap,” ujar Wakil Bupati Ismail.

Selain itu, ia juga mengapresiasi respons perusahaan yang dinilainya hadir sejak masa darurat hingga fase pemulihan.

“Kehadiran mereka bukan hanya membantu secara fisik, tapi juga memberi ketenangan bagi warga kami. Harapan kami, semua bantuan ini menjadi amal ibadah,” tuturnya.

Baca Juga :  Terbakar Cemburu Buta, Pria Sadis di Kalideres Bacok Selingkuhan Istri hingga Tewas

Selain Sekolah Alam Darurat untuk anak usia 6–12 tahun, bantuan yang disalurkan meliputi ratusan paket nutrisi ibu dan anak, paket alat tulis sekolah, serta sepatu sekolah hasil kolaborasi dengan BenihBaik Indonesia.

Di tengah keterbatasan fasilitas pendidikan pascabencana, Sekolah Alam menjadi ruang sementara agar anak-anak tetap belajar, bermain, dan pulih dari trauma.

Sementara itu, Andy F. Noya menilai, bahwa fasilitas tersebut penting agar bencana tidak memutus masa depan generasi muda.

“Secara psikologis, anak-anak dan keluarganya perlu diyakinkan bahwa mereka tidak ditinggalkan. Sekolah Alam ini bukan sekadar tempat belajar, tapi simbol bahwa ada harapan dan masa depan yang terus diperjuangkan,” katanya.

Ia menyebut kolaborasi antara BUMN, pemerintah baik pusat maupun daerah, TNI Polri dan masyarakat sipil sebagai wujud nyata gotong royong.

“Ketika negara hadir bersama masyarakat, manfaatnya langsung dirasakan oleh mereka yang paling rentan,” ujarnya.

Konsistensi itu pula yang menjadi benang merah keterlibatan PTPN IV PalmCo sejak hari-hari pertama bencana.

Kendati demikian, Jatmiko K. Santosa menegaskan, sebagai BUMN, perusahaan memiliki tanggung jawab moral untuk hadir saat masyarakat membutuhkan.

“Bagi kami sederhana. Kami punya negara, punya masyarakat. Ketika masyarakat membutuhkan, ya kami harus hadir,” ujar Jatmiko.

Memang, PTPN IV PalmCo termasuk yang pertama masuk ke Aceh Tamiang pascabanjir, jauh sebelum fase pemulihan berjalan.

Baca Juga :  Berani Bersih! Gerakan Revolusi Sampah Dipimpin Pemuda Katolik Cirebon

Huntara Danantara sendiri berdiri di atas lahan milik PTPN seluas 5,85 hektare, dengan kapasitas sekitar 600 unit.

Selain menyiapkan lahan, perusahaan juga mendukung proses land clearing, pembangunan fasilitas umum, hingga pengamanan area.

Ke depan, penyiapan lahan serupa juga dilakukan di sejumlah titik untuk hunian sementara dan hunian tetap bagi warga yang direlokasi.

Menurut Jatmiko, pendampingan tidak berhenti pada penyediaan hunian. Integrasi sosial warga pengungsi dengan masyarakat sekitar juga menjadi perhatian.

“Kami ingin saudara-saudara kita di Huntara ini menyatu dengan desa sekitar, termasuk melalui kegiatan keagamaan dan sosial,” ujarnya.

Bahkan, ia memastikan perusahaan akan terus terlibat dalam proses pemulihan.

“Aset dan karyawan kami juga terdampak. Jadi kami menyatu dengan warga Aceh Tamiang. Kami tidak akan bosan membantu,” tukasnya.

Sebagai informasi, Huntara Danantara merupakan proyek kolaborasi BUMN di bawah naungan Danantara Indonesia yang dikunjungi Presiden Prabowo Subianto pada 1 Januari 2026.

Di Aceh Tamiang, hunian sementara itu kini bukan hanya menjadi tempat berteduh, tetapi juga ruang tumbuh kembali dengan negara yang hadir secara konsisten, dari masa darurat hingga upaya memulihkan harapan.

Berita Terkait

Derasnya Banjir Robek Akses Desa, Pemkab Rote Ndao Didesak Tak Sekadar Janji
Ketika Hasil Audit Hanya Jadi Arsip: Bau Tak Sedap Belanja Daerah Bengkalis
Nasib Pilu Balita di Bangli: Tak Punya KK dan Hidup Serba Keterbatasan Ekonomi
Akhiri Keterisolasian Warga Langkat, TNI dan PTPN IV PalmCo Bangun Jembatan Darurat
Lumpur Lereng Puspo Terjang Kota Pasuruan, Curah Hujan Tinggi dan Tanggul Tak Mampu Menahan Terjangan
Jelang Pilkades Gunung Tawang, Yunus Gaspol Tiga Program Sosial: Jalan, Pangan, dan Mobil Desa
Bupati Tapanuli Selatan Sebut Kebun PTPN Batangtoru Topang Kehidupan Masyarakat Lintas Generasi
Kejati Jateng Raih Anugerah BPI Award

Berita Terkait

Senin, 2 Maret 2026 - 21:24 WIB

Derasnya Banjir Robek Akses Desa, Pemkab Rote Ndao Didesak Tak Sekadar Janji

Senin, 2 Maret 2026 - 13:44 WIB

Ketika Hasil Audit Hanya Jadi Arsip: Bau Tak Sedap Belanja Daerah Bengkalis

Sabtu, 28 Februari 2026 - 20:09 WIB

Nasib Pilu Balita di Bangli: Tak Punya KK dan Hidup Serba Keterbatasan Ekonomi

Sabtu, 28 Februari 2026 - 16:05 WIB

Akhiri Keterisolasian Warga Langkat, TNI dan PTPN IV PalmCo Bangun Jembatan Darurat

Sabtu, 7 Februari 2026 - 16:54 WIB

Lumpur Lereng Puspo Terjang Kota Pasuruan, Curah Hujan Tinggi dan Tanggul Tak Mampu Menahan Terjangan

Berita Terbaru