Usulkan Bentuk Tim Monitoring Penjualan Narkotika Lalui Medsos, Geram DPW DKI Jakarta Penuhi Undangan Rapat Dengar Pendapat Umum

- Jurnalis

Rabu, 18 Januari 2023 - 17:11 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Usulkan Bentuk Tim Monitoring Penjualan Narkotika Lalui Medsos, Geram DPW DKI Jakarta Penuhi Undangan Rapat Dengar Pendapat Umum

Jakarta – Gerakan Rakyat Anti Madat (GERAM) DPW DKI Jakarta memenuhi undangan kegiatan rapat dengar pendapat umum di ruang rapat Komisi III DPR RI Gedung Nusantara, Jakarta, Selasa 17 Januari 2023.

Adapun dalam kegiatan tersebut, Komisi III DPRI mendengar langsung masukan dan pengaduan dari pada undangan. 
Sementara kegiatan dimulai dari pukul 14.07 WIB yang dipimpin langsung oleh Anggota DPR RI Komisi III dari Fraksi PAN, Pangeran Khaerul Saleh serta dihadiri oleh para Anggota DPR RI Komisi III, Supriansa, SH.MH dari Fraksi Golkar, H.Santoso,SH.MH dari Fraksi Demokrat, Johan Budi S Pribowo dari Fraksi PDI, Dr.Habiburokhman, SH dari Fraksi Gerindra serta H Asrul Sani,SH.MSI dari Fraksi PPP.
Dalam kesempatan tersebut, Ketua GERAM DKI Jakarta M.Masykur menyampaikan masukan dan pengaduan terkait
ketersediaan narkoba yang dijual melalui jaring sosial media Instagram dan Marketplace, online shop. 
“GERAM mengusulkan agar Kementerian Komunikasi dan Informasi bersama
BNN, Kementrian Kesehatan membentuk tim monitoring penjualan narkoba melalui media sosial,” kata Masykur.
Dengan jumlah korban dikalangan pelajar masih tinggi (ref. data IDR 2022) SD sampai dengan SMA sejumlah 52.999 Pelajar di Indonesia, Masykur juga mengusulkan agar Kementrian Pendidikan membuat Kurikulum Anti Narkoba dimulai dari tingkat Sekolah Dasar sampai dengan SMA dan melaksanakan test urine secara berkala.
“Karena jumlah korban dikalahkan pelajar masih tinggi, saya berharap pihak sekolah melaksanakan test urine secara berkala, agar bisa menekan penggunaan narkoba dikalangan pelajar,” ujarnya.
Bahkan Masykur juga meminta kepada Anggota DPR RI Komisi III agar mengusulkan segera melaksanakan hukuman mati terhadap status terpidana kasus Narkoba sejumlah 140 orang (data 2021) yang
belum dilaksanakan eksekusi sampai saat ini.
“GERAM mendesak agar pelaksanaan Eksekusi
Baca Juga :  SMKN 5 Mauk Kabupaten Tangerang Gunakan PPDB 2023 Secara Online
Mati dapat dilaksanakan segera untuk menimbulkan effect jera bagi pelaku pengedar narkoba,” tegasnya.
Terkait dengan penanganan kampung narkoba di DKI Jakarta, GERAM meminta BNN dan Polri harus mengkaji ulang program P4GN untuk permasalahan wilayah rawan narkoba dengan
pendekatan comprehensive dan dibuatkan KPI khusus untuk wilayah rawan narkoba.
Menurut dia, kegiatan test urine yang dilakukan BNN tahun 2021 masih jauh dari target, realisasi pelaksanaan test urine tahun 2021 yang dilakukan BNNP, contoh untuk DKI angka peserta masih sangat minim dibandingkan dengan jumlah penduduk DKI 3343 peserta dibandingkan total jumlah Camat, Lurah, RT, RW FKDM se DKI sejumlah 38604. 
“Dengan persentase test urine 2021 sebesar 9%, dibandingkan dengan total jumlah penduduk DKI masih dibawah 1%. GERAM mengusulkan pelaksanaan test urine dapat dilaksanakan setiap 6 bulan sekali,” ucapnya.
GERAM DKI juga mengusulkan ke anggota DPR RI agar membentuk BNN di kota.
“Kami juga mengusulkan, agar dibetuk BNN di tingkat Kota Jakarta Barat dan Jakarta Pusat,” ucapnya.
Bukan hanya narkoba, GERAM pun juga meminta kepada Anggota DPR RI Komisi III tidak memberikan izin penjualan minuman beralkohol di kawasan pemukiman penduduk.
“Izin penjualan minuman beralkohol di pemukiman warga masih banyak terjadi dan proses penerbitan izin bagi penjual pengecer diterbitkan oleh PTSP dengan izin walikota masih terjadi (Perpres), saya berharap ini menjadi perhatian khusus karena membuat keresahan warga,” tukasnya.*(SR)
Baca Juga :  RSCM Gelar Talk Show : Mengenal Palsi Serebral Lebih Dekat

Berita Terkait

Apel Tiga Pilar Ops 21 Cipta Kondisi di Kecamatan Kelapa Gading
HUT ke-33, Kritik Pedas Mahasiswa Tak Terbendung
BRI BO Bintaro Gelar Sharing Session Penguatan Budaya Sadar Risiko dan Validasi Usaha Nasabah
Satlantas Polres Pelabuhan Tanjung Priok Intensifkan Patroli dan Himbauan Humanis di Buffer Area Pelabuhan
Apresiasi Kinerja, BRI Kanca Jelambar Berikan Reward AMKKM BRILife kepada Pekerja Berprestasi
Buka Rekening Tanpa Antre: Kemudahan Layanan Digital CS di BRI Cabang Hayam Wuruk
Implementasi Kebijakan Kas Porti: Perwakilan BRI Hayam Wuruk Perkuat Ketentuan Operasional di Regional Office Jakarta 3
Komplotan Pencuri Diduga Sabotase Potong Besi Penyanggah, Reklame JPO Kebon Jeruk Ambruk

Berita Terkait

Minggu, 1 Maret 2026 - 16:50 WIB

Apel Tiga Pilar Ops 21 Cipta Kondisi di Kecamatan Kelapa Gading

Minggu, 1 Maret 2026 - 01:59 WIB

HUT ke-33, Kritik Pedas Mahasiswa Tak Terbendung

Sabtu, 28 Februari 2026 - 21:31 WIB

BRI BO Bintaro Gelar Sharing Session Penguatan Budaya Sadar Risiko dan Validasi Usaha Nasabah

Sabtu, 28 Februari 2026 - 21:26 WIB

Satlantas Polres Pelabuhan Tanjung Priok Intensifkan Patroli dan Himbauan Humanis di Buffer Area Pelabuhan

Sabtu, 28 Februari 2026 - 21:20 WIB

Apresiasi Kinerja, BRI Kanca Jelambar Berikan Reward AMKKM BRILife kepada Pekerja Berprestasi

Berita Terbaru

TNI-Polri

Apel Tiga Pilar Ops 21 Cipta Kondisi di Kecamatan Kelapa Gading

Minggu, 1 Mar 2026 - 16:50 WIB

POTRET - gerai Xiaomi di Islamic Centre terpasang stiker penunggak pajak dan diduga tak kantongi izin penyelenggara reklame serta tayangan merek tetang tayang. (Foto: Ekslusif Suara Realitas/Za).

Megapolitan

Aneh! Walau Ada “Koyo Merah”, Reklame HP Tetap Tayang

Minggu, 1 Mar 2026 - 12:56 WIB

Berita Aktual

HUT ke-33, Kritik Pedas Mahasiswa Tak Terbendung

Minggu, 1 Mar 2026 - 01:59 WIB