Rahmad Sukendar: Negara Jangan Bungkam, Blokir Sertifikat Warga oleh Kodam Harus Segera Dicabut!

- Jurnalis

Minggu, 7 Desember 2025 - 11:15 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA, suararealitas.co – Ketua Umum BPI KPNPA RI, Rahmad Sukendar melontarkan pernyataan keras terkait memanasnya konflik tanah Sunter Jaya yang hingga kini tak kunjung mendapatkan kepastian hukum.

Ia menegaskan, bahwa tindakan pemblokiran sertifikat tanah oleh pihak Kodam Jaya tidak bisa diterima karena secara nyata merugikan ribuan warga yang telah tinggal turun-temurun di wilayah tersebut.

Menurut Rahmad, tindakan sepihak seperti ini sama saja menginjak hak-hak konstitusional masyarakat.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Ini bukan perkara kecil. Warga sudah puluhan tahun menetap, membayar pajak, punya bukti kepemilikan, tetapi tiba-tiba sertifikat mereka diblokir tanpa kejelasan? Negara jangan bungkam! Ini jelas bentuk ketidakadilan yang harus dihentikan,” tegasnya.

Rahmad juga mempertanyakan lemahnya peran Badan Pertanahan Nasional (BPN) yang seharusnya menjadi garda terdepan dalam memberikan kepastian hukum kepada masyarakat.

Baca Juga :  Diduga Karena Miras, Hiburan Dangdut di Sepatan Dibubarkan Polisi

“BPN jangan hanya duduk di belakang meja. Turun ke lapangan, buka data secara transparan, verifikasi, dan buktikan siapa yang sebenarnya berhak. Jangan biarkan warga menjadi korban tarik-menarik kepentingan antara institusi,” ujar Rahmad dengan nada tinggi.

Tak hanya itu, ia menyoroti absennya kehadiran aktif Wali Kota Jakarta Utara dalam menangani konflik yang sudah menjadi isu nasional ini.

“Wali Kota jangan hanya sibuk simbolis. Ketika warga tertekan, pejabat harus ada di depan, bukan menghilang. Warga butuh kepastian, bukan janji. Pemerintah kota harus mampu menjadi penengah, bukan penonton,” tegasnya.

Rahmad menilai bahwa konflik ini sudah tidak lagi berada pada level administratif, tetapi telah menjadi masalah sosial besar yang berpotensi mengganggu stabilitas di Jakarta Utara.

“Rencana aksi besar warga pada 10 Desember 2025 adalah alarm keras bagi pemerintah. Jika tidak segera diselesaikan, ini bisa memicu gejolak sosial yang lebih luas. Ingat, ketika rakyat merasa diperlakukan tidak adil, potensi ledakan sosial sangat mungkin terjadi,” tegasnya.

Baca Juga :  Menilai Tidak Ada Keseriusan, Apek Saiman: Hentikan Korban di Jakut, Audit PT Pelindo Melawan Hukum

Ia mendesak pemerintah pusat ikut turun tangan sebelum konflik semakin melebar.

“Kalau perlu, Presiden harus memanggil semua pihak. Jangan tunggu sampai ada benturan di lapangan. Konflik tanah Sunter Jaya ini harus menjadi prioritas nasional karena menyangkut hak dasar ribuan warga,” ujar Rahmad.

Di akhir pernyataannya, Rahmad Sukendar menegaskan bahwa BPI KPNPA RI akan terus mengawal kasus ini tanpa kompromi.

“Kami berdiri bersama warga. Jangan ada lagi rakyat kecil yang dizalimi. Saat negara diam, BPI KPNPA RI akan bersuara. Dan kami pastikan, suara ini akan terus menggema sampai keadilan ditegakkan,” tutupnya.

Berita Terkait

Keterbukaan Informasi Dipertanyakan, Forum Jurnalis Soroti Kinerja Kasudin SDA dan Bina Marga Jakarta Barat
Warga Jatipulo Resah, Pembangunan Inrit Tanpa Izin Diduga akan Disewakan
Pelayanan ATR/BPN Jakarta Utara Dinilai Memuaskan, Pemohon Apresiasi Petugas yang Responsif
Sampah Menumpuk Lama, Kasudin LH Jakbar Langsung Bertindak
2.612 Keluarga Rusun Didorong Pilah Sampah dari Hunian, UPRS V Tekan Penumpukan dan Residu
Muhammad Ali Buka Pintu Solusi, Warga Rusun Daan Mogot Tak Perlu Resah
Proyek APBD Rp5,5 Miliar di Pademangan Timur Jadi Sorotan, Puing Berserakan dan K3 Dipertanyakan
Penataan Parkir di CNI Kembangan Jakbar Sementara Ditunda, Pasca Berdiskusi dengan Perwakilan Masyarakat: Kita Bakal Cari Solusi!

Berita Terkait

Selasa, 15 September 2026 - 23:03 WIB

Keterbukaan Informasi Dipertanyakan, Forum Jurnalis Soroti Kinerja Kasudin SDA dan Bina Marga Jakarta Barat

Selasa, 15 September 2026 - 21:36 WIB

Warga Jatipulo Resah, Pembangunan Inrit Tanpa Izin Diduga akan Disewakan

Selasa, 15 September 2026 - 16:58 WIB

Pelayanan ATR/BPN Jakarta Utara Dinilai Memuaskan, Pemohon Apresiasi Petugas yang Responsif

Selasa, 15 September 2026 - 15:50 WIB

Sampah Menumpuk Lama, Kasudin LH Jakbar Langsung Bertindak

Senin, 14 September 2026 - 15:16 WIB

2.612 Keluarga Rusun Didorong Pilah Sampah dari Hunian, UPRS V Tekan Penumpukan dan Residu

Berita Terbaru