Beberapa Pekerja Proyek Rehab SDN Tanjung Anom Keluhkan Soal Gaji

- Jurnalis

Rabu, 6 September 2023 - 21:29 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Beberapa Pekerja Proyek Rehab SDN Tanjung Anom Keluhkan Soal Gaji
Papan proyek rehab sekolah SDN Tanjung Anom. (Foto: Suara Realitas/Bar)


KABUPATEN TANGERANG – Beberapa pekerja proyek rehab sekolah SDN Tanjung Anom mengeluh pembayaran gaji tukang dari pihak kontraktor CV Bantala Maruga Baswara yang berada di Jalan Raya Tanjung Kait, Desa Tanjung Anom, Kecamatan Mauk, Kabupaten Tangerang, Banten.

Hal itu dikatakan oleh Ade salah satu pekerja proyek, dirinya sangat kecewa dengan pihak mandor dan kontraktor CV Bantala Maruga Baswara yang tidak membayarkan gajinya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Ya benar, terkait gaji kemarin yang saya terima 24 hari aja dikasih Rp. 1.000.000, terus Minggu kemarinnya juga cuma dikasih Rp. 250.000, jadi total semua cuma Rp. 1.250.000, sedangkan saya tukang seharinya Rp. 120.000,” beber Ade, kepada wartawan, Jumat (1/9/2023).

Lanjutnya, ia juga menuturkan bahwa ada beberapa pekerja proyek yang belum digaji oleh pihak mandor dan kontraktor CV Bantala Maruga Baswara.

“Sudah ada 6 orang yang hengkang atau berhenti kerja, udah gitu mereka belum digaji cuman dikasih uang makan saja yaitu Rp. 200.000,” tuturnya.

Baca Juga :  Dukung Pembelajaran Tatap Muka, BIN Gelar Vaksin 4.000 Pelajar SMA di Deli Serdang

Diwaktu yang berbeda, Dina salah satu pekerja lainnya juga mengatakan bahwa membenarkan adanya sebuah kejanggalan dalam sistem administrasi proyek tersebut.

“Awalnya sih dengar kabar dari pekerja lainnya bahwa awal MoU proyek tersebut dengan Pak Dedi dengan pihak CV Bantala Maruga Baswara. Namun, setelah pekerja lainnya mengeluh pembayaran gaji akhirnya sejumlah pekerja berhenti,” kata Dina, saat dikonfirmasi di lokasi proyek, pada Rabu (6/9).

Ia juga menyampaikan, untuk MoU tersebut tidak tahu, karena pihaknya baru bekerja. Sehingga proyek itu tidak jelas.

“Awal MoU itu pihak CV Bantala Maruga Baswara dengan Pak Dedi, tapi pak Dedi menyerahkan kepada pak Ade. Namun, pak Ade sendiri tidak diberikan bekal uang bahkan Pak Ade berhenti karena hanya dibayarkan Rp 1.250.000 saja,” ucapnya.

Ia menambahkan, dirinya bersama grup inginkan keterbukaan administrasi dan MoU baru agar pekerjaan cepat selesai juga rapih.

Baca Juga :  Kapolres Malang Kunjungi Anak yang Jadi Korban Penganiayaan Oleh Temannya

“Kalau saya sih maunya MoU baru lah, ini kan tidak ada MoU baru malah ditinggal begitu saja, untuk administrasi belum jelas. Bahkan saya kan disini sehari Rp. 150.000, tapi hingga saat ini belum ada kejelasan dari pihak kontraktor CV Bantala Maruga Baswara,” sambungnya.

Menurutnya, apabila proyek tersebut belum ada kepastian hingga hari ini (6/9), dirinya bersama grup hendak berhenti.

“Kasihan siswa-siswi disini yang belum ada ruangan sekolah, sehingga jadwal sekolah pun ada yang pagi dan siang. Terlebih lagi, Kepala Sekolah SDN Tanjung Anom pun mengeluhkan proyek tersebut,” pungkasnya.

Sebagai informasi, bahwa proyek rehab ruang kelas SDN Tanjung Anom yang dikerjakan oleh CV Bantala Maruga Baswara dengan nilai kontrak Rp. 505.970.764.98. Dengan waktu pelaksanaan 90 hari yang bersumber dari anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) tahun 2023, nomor SPK no/42522233/PPKo/SD/APBD/Disdik/2023.*(Bar)

Berita Terkait

Kasi Trantib Acep Pudin Pimpin Pendataan 134 Kios di Lahan Fasos Fasum Kutabaru
Sosok Ketua DPRD Dimata Komisi 3: Mengedepankan Musyawarah Setiap Keputusan
Makan Minum Rapat Rp1,49 Miliar di Rajeg Viral di Media Sosial, BARATA Layangkan Somasi
Bungkam Soal Konsumsi Rp1,49 Miliar, Kini 40 Proyek Infrastruktur Rajeg Jadi Sorotan
Rp1,49 Miliar untuk Nasi Kotak Rapat, Kecamatan Rajeg Kenyang Anggaran
Fungsi Kejaksaan Negeri Kota Tangerang Disorot, GMNI Desak Respons Atas Laporan Penyalahgunaan Wewenang
Tahun Baru Hijriyah: Saatnya Berhijrah dari Seremoni ke Substansi
Pelayanan Publik Balai Desa Warungpring Dikritik Warga, Kades Dinilai Persulit Permohonan Salinan Warkah Tanah

Berita Terkait

Minggu, 9 Agustus 2026 - 11:19 WIB

Kasi Trantib Acep Pudin Pimpin Pendataan 134 Kios di Lahan Fasos Fasum Kutabaru

Kamis, 23 Juli 2026 - 12:44 WIB

Sosok Ketua DPRD Dimata Komisi 3: Mengedepankan Musyawarah Setiap Keputusan

Selasa, 23 Juni 2026 - 13:33 WIB

Makan Minum Rapat Rp1,49 Miliar di Rajeg Viral di Media Sosial, BARATA Layangkan Somasi

Minggu, 21 Juni 2026 - 21:03 WIB

Bungkam Soal Konsumsi Rp1,49 Miliar, Kini 40 Proyek Infrastruktur Rajeg Jadi Sorotan

Jumat, 19 Juni 2026 - 18:48 WIB

Rp1,49 Miliar untuk Nasi Kotak Rapat, Kecamatan Rajeg Kenyang Anggaran

Berita Terbaru