World Flu Day 2025: PDPI Ajak Masyarakat Bangun Budaya Cegah Flu dan Lindungi Paru

- Jurnalis

Sabtu, 1 November 2025 - 11:45 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta, Suararealitas.co- Dalam momentum World Flu Day 2025, Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI) menggelar webinar dan konferensi pers nasional bertajuk “Prevent Flu, Protect Lives” pada Sabtu , (01/11/2025). Sebagai bentuk kepedulian terhadap meningkatnya kasus influenza di berbagai wilayah Indonesia.

Kegiatan ini merupakan bagian dari kampanye global untuk memperkuat kesadaran publik mengenai pencegahan dan penanganan influenza, yang masih menjadi tantangan serius bagi kesehatan masyarakat dunia.

Acara yang berlangsung secara daring melalui platform Zoom ini menghadirkan sejumlah pakar paru Indonesia, di antaranya dr. Irawaty Djaharuddin, Sp.P(K), dr. Helmia Hasan, Sp.P(K), MPd.Ked, dan Prof. dr. Reviono, Sp.P(K). Bertindak sebagai moderator, dr. RR. Diah Handayani, Sp.P(K) memandu jalannya diskusi dengan interaktif dan edukatif.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dalam paparannya, dr. Irawaty Djaharuddin menegaskan bahwa lonjakan kasus flu dalam beberapa bulan terakhir perlu diwaspadai karena dapat berdampak berat pada kelompok rentan, termasuk lansia, penderita penyakit kronis, dan individu dengan daya tahan tubuh rendah.

“Influenza bukan sekadar penyakit musiman. Bila tidak ditangani dengan tepat, dapat berkembang menjadi infeksi berat pada paru. Karena itu, kesadaran masyarakat untuk melakukan pencegahan dan vaksinasi menjadi sangat penting,” ujarnya.

Baca Juga :  Peringati Hari NTDs 2025, NLR Indonesia Gelar Media Gathering Menuju Indonesia Bebas Kusta

PDPI menyoroti pentingnya perilaku hidup bersih dan sehat sebagai garda terdepan melawan flu. Langkah sederhana seperti menutup mulut dan hidung saat batuk atau bersin, menjaga kebersihan tangan, serta menghindari kontak dengan orang yang sedang sakit dapat menekan risiko penularan.

Selain itu, vaksinasi influenza dianjurkan dilakukan setiap tahun, terutama bagi tenaga medis dan kelompok berisiko tinggi, guna membangun kekebalan komunitas (herd immunity).

Sementara itu, dr. Helmia Hasan, Sp.P(K), MPd.Ked menekankan pentingnya membangun budaya pencegahan di tengah masyarakat.

“Kita perlu menanamkan kebiasaan sehat bukan hanya saat wabah muncul, tetapi sebagai gaya hidup sehari-hari. Edukasi berkelanjutan, terutama di sekolah dan tempat kerja, menjadi kunci menekan penularan,” jelasnya.

Dalam sesi berikutnya, Prof. dr. Reviono, Sp.P(K) mengungkapkan bahwa pola infeksi saluran napas atas saat ini meningkat seiring peralihan musim, dengan sejumlah kasus menunjukkan gejala yang tumpang tindih antara influenza dan Covid-19.

Baca Juga :  Dipersulit Urus Faskes, Keluarga Pasien Terlibat Cekcok dengan Petugas RSUD Kalideres

“Gejala awal keduanya memang mirip demam, batuk, nyeri tenggorokan namun diagnosis yang tepat sangat penting agar terapi dapat diberikan sesuai penyebabnya,” paparnya.

Menurutnya, sebagian besar kasus influenza bersifat ringan dan dapat ditangani di rumah melalui istirahat cukup, hidrasi, serta obat pereda gejala. Namun, pada pasien dengan kondisi medis tertentu, terapi tambahan seperti bronkodilator atau oksigenasi dapat diperlukan.

Melalui peringatan World Flu Day 2025, PDPI bersama mitra seperti PT Dexa Medica meneguhkan komitmen untuk memperluas edukasi kesehatan, meningkatkan cakupan vaksinasi influenza, serta mendorong kolaborasi lintas sektor dalam pengendalian penyakit pernapasan di Indonesia.

“Kita semua memiliki tanggung jawab untuk melindungi diri dan sesama. Mencegah flu bukan hanya soal menjaga kesehatan individu, tetapi juga bagian dari upaya kolektif melindungi masyarakat luas,” tutup dr. Irawaty.

“Mari bersama membangun budaya sehat dan waspada flu karena paru yang sehat, berarti hidup yang lebih kuat.”

Berita Terkait

Hentikan Sementara MBG: Keselamatan Anak Lebih Utama daripada Ambisi Program
Pemprov DKI Jakarta Terus Berkomitmen Wujudkan Udara Bersih dan Sehat
Rano Karno Buka Musyawarah Kerja PMI DKI Jakarta
Anggaran 70 Juta, Wadah Sabun Cair di Kantor Dinkes Tangsel, Gunakan Botol Bekas
Gubernur Pramono Resmikan RS Primaya Kelapa Gading 
Tumpukan Sampah Terparkir di RSUD Tangsel Buntut Tunggu Antrian
RSUD Koja Disorot, Identitas Perempuan Asal Kabupaten Tangerang “Dimatikan” oleh Administrasi: Kesalahan atau Pemalsuan?
Diduga limbah B3 Dari Peleburan Baja, Di Buang Sembarang

Berita Terkait

Jumat, 13 Februari 2026 - 01:38 WIB

Hentikan Sementara MBG: Keselamatan Anak Lebih Utama daripada Ambisi Program

Selasa, 10 Februari 2026 - 19:56 WIB

Pemprov DKI Jakarta Terus Berkomitmen Wujudkan Udara Bersih dan Sehat

Kamis, 29 Januari 2026 - 06:24 WIB

Rano Karno Buka Musyawarah Kerja PMI DKI Jakarta

Selasa, 27 Januari 2026 - 21:57 WIB

Anggaran 70 Juta, Wadah Sabun Cair di Kantor Dinkes Tangsel, Gunakan Botol Bekas

Selasa, 27 Januari 2026 - 14:43 WIB

Gubernur Pramono Resmikan RS Primaya Kelapa Gading 

Berita Terbaru