JAKARTA, Suararealitas.co – Victory Trembesi Steel Company memanfaatkan ajang Mining Nation Revolution (MINERS) 2026 sebagai momentum untuk memperkenalkan teknologi baja tahan abrasi (abrasion-resistant steel) DILLINGER asal Jerman kepada pelaku industri pertambangan di Indonesia. Kehadiran perusahaan dalam pameran tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat dukungan terhadap kebutuhan material berkinerja tinggi di tengah berkembangnya agenda hilirisasi dan peningkatan daya saing sektor pertambangan nasional.
Melalui partisipasinya di MINERS 2026, Victory Trembesi Steel Company menampilkan berbagai solusi baja khusus yang dirancang untuk meningkatkan ketahanan peralatan tambang terhadap keausan akibat gesekan sehingga diharapkan mampu meningkatkan efisiensi operasional dan memperpanjang usia pakai komponen alat berat.
Managing Director Victory Trembesi Steel Company, Ratu Fitri Fauziah, mengatakan perusahaan yang dipimpinnya merupakan steel trading company yang menyediakan beragam produk baja untuk berbagai sektor industri. Namun, pada pameran MINERS 2026, perusahaan memfokuskan diri pada produk-produk yang memiliki keterkaitan langsung dengan kebutuhan industri pertambangan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Karena tema pameran ini adalah pertambangan, kami menghadirkan produk baja yang memang dirancang untuk mendukung kebutuhan sektor mining,” ujar Ratu Fitri Fauziah.
Menurutnya, Victory Trembesi Steel Company menyediakan berbagai jenis produk baja, mulai dari long product, steel coil, hot rolled coil (HRC) hingga berbagai material baja industri lainnya. Khusus untuk industri pertambangan, perusahaan dipercaya menjadi distributor sekaligus main agent produk DILLINGER di Indonesia.
DILLINGER merupakan produsen baja asal Jerman yang dikenal melalui produk baja tahan abrasi berkualitas tinggi. Material tersebut dipasarkan dalam bentuk steel plate yang selanjutnya difabrikasi sesuai kebutuhan masing-masing pelanggan, baik untuk bucket excavator, hopper, chute, drum, maupun berbagai komponen alat berat lainnya yang beroperasi di lingkungan dengan tingkat keausan tinggi.
“Produk kami berupa steel plate yang kemudian diproses oleh perusahaan fabrikasi sesuai kebutuhan aplikasi di lapangan. Jadi penggunaannya sangat fleksibel mengikuti kebutuhan masing-masing perusahaan tambang,” jelasnya.
Ratu menambahkan, performa baja tahan abrasi tidak dapat diukur hanya berdasarkan jangka waktu garansi. Masa pakai produk dipengaruhi oleh berbagai faktor, seperti tingkat abrasi material yang ditangani, kondisi operasional, hingga lingkungan kerja di setiap lokasi tambang.
MINERS 2026 juga menjadi ajang perdana bagi Victory Trembesi Steel Company memperkenalkan DILLINGER sejak resmi memasuki pasar Indonesia pada tahun ini. Karena itu, perusahaan lebih memprioritaskan pembangunan brand awareness dan edukasi pasar dibandingkan mengejar target penjualan dalam jangka pendek.
“Fokus kami saat ini adalah memperkenalkan produk terlebih dahulu. Kami ingin pasar mengenal kualitas DILLINGER, memahami keunggulan teknologinya, kemudian membangun kepercayaan sebelum berbicara mengenai target penjualan,” kata Ratu.

Ia menilai keikutsertaan dalam MINERS 2026 memberikan respons positif. Selain memperluas jaringan bisnis, pameran tersebut juga menjadi ruang bertukar informasi dengan para pelaku industri mengenai kebutuhan material yang semakin berkembang di sektor pertambangan.
“Respons yang kami terima sangat baik. Kami dapat berdiskusi langsung dengan banyak pelaku industri sehingga memperoleh gambaran mengenai kebutuhan pasar sekaligus memperkenalkan solusi yang kami miliki,” ujarnya.
Sebagai tindak lanjut, Victory Trembesi Steel Company berencana mengikuti sejumlah pameran industri lainnya, termasuk pameran di JIExpo Kemayoran, untuk memperluas jangkauan pasar dan memperkuat kehadiran DILLINGER di Indonesia.
Saat ini perusahaan berkantor di Jakarta Barat serta didukung fasilitas gudang dan workshop di Tangerang guna menunjang distribusi dan pelayanan kepada pelanggan di berbagai sektor industri.
Menutup keterangannya, Ratu berharap kondisi perekonomian nasional terus membaik sehingga mampu menciptakan iklim investasi yang kondusif bagi pertumbuhan industri.
“Pertumbuhan sektor pertambangan tentu tidak berdiri sendiri. Ketika kondisi ekonomi stabil dan investasi terus meningkat, kebutuhan industri pendukung juga akan berkembang. Kami berharap dapat menjadi bagian dari pertumbuhan tersebut melalui penyediaan produk baja berkualitas tinggi bagi industri nasional,” tutupnya.




































