Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Iklan
Iklan

Pasang Iklan Hubungi Admin

Baca berita tanpa iklan. Gabung Suara Realitas

Suara Realitas Official AppGRATIS • Berita terkini Install
Gabung Suara Realitas Masuk
S+
Tranding
Pasang iklan di sini

Jangkau pembaca Suara Realitas. Hubungi admin untuk tarif dan ketentuan iklan.

Bagikan:fXWTKemenhub Perkuat Budaya Keselamatan Pelayaran Melalui Workshop Safety Training di Atas Kapal PelniKomentar: 0

Kemenhub Perkuat Budaya Keselamatan Pelayaran Melalui Workshop Safety Training di Atas Kapal Pelni

Suara Realitas, 22 Agustus 2026, 20:51 WIB · 2 menit bacaBaca di App
Huruf

JAKARTA, Suararealitas.co – Direktorat Jenderal Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan terus memperkuat budaya keselamatan pelayaran melalui peningkatan kesiapsiagaan darurat di laut, sebagai bagian dari upaya perbaikan tata kelola secara menyeluruh, (22/8).

Salah satu upaya tersebut dilakukan melalui Workshop Safety Training yang diselenggarakan di atas kapal KM Kelud selama pelayaran dari Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, menuju Pelabuhan Batu Ampar, Batam.

Disamping itu, Workshop Safety Training juga telah digelar di kapal Pelni lain, yaitu KM Nggapulu, KM Tidar, dan KM Doro Londa.

Kegiatan ini diikuti oleh jajaran perwira, Anak Buah Kapal (ABK), serta personel terkait. Pelatihan ini bertujuan untuk memastikan bahwa manajemen perusahaan serta seluruh awak kapal memiliki pemahaman mendalam serta keterampilan praktis dalam mengoperasikan alat-alat keselamatan sesuai standar maritim internasional.

Baca Juga :  Kecelakaan Kerja Renggut Nyawa Masinis TB Cipta 2201, Kemenhub Kawal Santunan untuk Ahli Waris

Direktur Perkapalan dan Kepelautan, Samsuddin, mengatakan pelaksanaan pelatihan secara langsung di atas kapal yang sedang berlayar atau on-board training memberikan pengalaman nyata kepada para peserta dalam menghadapi kondisi operasional dan berbagai potensi risiko keselamatan di laut.

“Melalui pelatihan ini, kami ingin memastikan bahwa setiap awak kapal tidak hanya memahami prosedur keselamatan secara teori, tetapi juga mampu menerapkannya secara tepat dan cepat ketika menghadapi kondisi darurat,” ujar Samsuddin.

Ia menambahkan, peningkatan kompetensi dan kesiapsiagaan awak kapal merupakan bagian penting dalam membangun budaya keselamatan yang kuat dan berkelanjutan di sektor transportasi laut.

“Kami berharap hasil dari workshop ini dapat semakin meningkatkan kepercayaan para pengguna jasa terhadap jaminan keselamatan dan kenyamanan selama perjalanan. Keselamatan harus menjadi prioritas utama dalam setiap pelayaran,” tutupnya.

Baca Juga :  Kemenhub Perkuat Keamanan Kapal dan Pelabuhan, Temu Teknis RSO 2026 Digelar di Batam

Sebagai informasi, rangkaian workshop mencakup pembekalan teori dan simulasi praktik langsung di atas kapal yang meliputi prosedur tanggap darurat (Emergency Response), pemantapan prosedur navigasi dan komunikasi dalam menghadapi situasi kritis di laut.

Materi juga mencakup simulasi penggunaan alat keselamatan kapal (Life-Saving Appliances), antara lain peluncuran sekoci, rakit penolong (liferaft), dan penggunaan jaket pelampung secara cepat dan tepat.

Selain itu, peserta mendapatkan pelatihan penanggulangan kebakaran (Fire-Fighting Equipment) melalui simulasi kesiapsiagaan dan pengoperasian sistem pemadam kebakaran di kapal.

 

 

 

Lihat Maritim Selengkapnya→
Memuat berita berikutnya…
Artikel Terkait Maritim
Berita AktualKanal lain
NasionalKanal lain