Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Iklan
Iklan

Pasang Iklan Hubungi Admin

Baca berita tanpa iklan. Gabung Suara Realitas

Suara Realitas Official AppGRATIS • Berita terkini Install
Gabung Suara Realitas Masuk
S+
Tranding
Pasang iklan di sini

Jangkau pembaca Suara Realitas. Hubungi admin untuk tarif dan ketentuan iklan.

Bagikan:fXWTBantah Stigma Gotham City, Umar Abdul Aziz Sebut Jakarta Barat Terus BerbenahKomentar: 0
Berita Jakarta

Bantah Stigma Gotham City, Umar Abdul Aziz Sebut Jakarta Barat Terus Berbenah

Suara Realitas, 4 Juni 2026, 11:54 WIB · 3 menit bacaBaca di App
Huruf

JAKARTA, suararealitas.co – Tokoh masyarakat Jakarta Barat, Umar Abdul Aziz membantah anggapan yang berkembang di media sosial yang menyebut Jakarta Barat sebagai “Gotham City“, julukan yang merujuk pada kota fiktif dengan tingkat kriminalitas tinggi dalam kisah “Batman”.

Menurut Umar, narasi tersebut dinilai berlebihan dan tidak mencerminkan kondisi keamanan Jakarta Barat secara menyeluruh.

Ia menegaskan, berbagai upaya yang dilakukan oleh unsur pemerintah kota, kepolisian, dan TNI melalui operasi rutin ketertiban dan keamanan masyarakat (kamtibmas) telah menunjukkan hasil yang positif.

“Saya melihat narasi yang berkembang di media sosial terkait Jakarta Barat sebagai “Gotham City” terlalu berlebihan. Faktanya, setelah operasi rutin kamtibmas yang dilakukan oleh tiga pilar, angka gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat sudah mengalami penurunan yang cukup signifikan dan ruang publik pun masih ramai dan diminati warga,” ujar Wakil Ketua DPD KAI DKI Jakarta, Umar Abdul Aziz, Rabu (3/6).

Baca Juga :  BNN Ungkap Peran Operator Jaringan dalam Kasus Penyelundupan 3,37 Ton Ganja Asal Thailand

Umar menilai, penilaian terhadap kondisi keamanan suatu wilayah tidak bisa hanya didasarkan pada beberapa kasus yang viral di media sosial atau statement dari anggota dewan yang mencari panggung di masyarakat.

Menurutnya, masih banyak upaya pencegahan dan penanganan yang telah dilakukan aparat serta Pemerintah Kota Jakarta Barat untuk menjaga situasi tetap kondusif.

Ia juga meminta para anggota dewan agar bersikap objektif dalam menilai kinerja Pemerintah Kota Jakarta Barat, khususnya dalam penanganan persoalan keamanan dan ketertiban masyarakat.

“Sebagai fungsi pengawasan, dewan tentu memiliki hak untuk memberikan masukan dan kritik. Namun, perlu juga menunggu proses serta melihat kinerja pemerintah secara objektif. Penanganan kamtibmas tidak bisa dilakukan secara instan karena membutuhkan waktu, strategi, dan kolaborasi berbagai pihak,” katanya.

Menurut Umar, menjaga keamanan wilayah merupakan tanggung jawab bersama yang membutuhkan koordinasi lintas sektor, mulai dari pemerintah daerah, aparat keamanan, hingga masyarakat.

“Persoalan kamtibmas tidak bisa diselesaikan oleh satu pihak saja. Dibutuhkan koordinasi lintas sektor dan komunikasi yang baik dengan seluruh stakeholder terkait, termasuk menindaklanjuti berbagai aduan masyarakat. Dengan sinergi yang kuat, persoalan keamanan dapat ditangani secara lebih efektif,” tuturnya.

Baca Juga :  Dari Kuli Dekorasi hingga Pimpin 150 Pekerja, Kisah H.Bolo Bangun Bisnis Dekor Kain di Jakarta

Ia berharap masyarakat tidak mudah terpengaruh oleh stigma negatif yang berkembang di media sosial dan tetap melihat kondisi Jakarta Barat secara objektif berdasarkan fakta di lapangan.

Umar juga mengapresiasi langkah Pemerintah Kota Jakarta Barat bersama Polres Metro Jakarta Barat, TNI, dan berbagai elemen masyarakat yang terus meningkatkan patroli wilayah, pengawasan lingkungan, serta program pencegahan gangguan keamanan guna menciptakan lingkungan yang aman dan nyaman bagi warga.

“Jakarta Barat bukan “Gotham City”. Yang ada adalah wilayah yang terus berbenah dan bekerja keras menjaga keamanan serta kenyamanan warganya melalui kolaborasi seluruh unsur pemerintah, aparat, dan masyarakat,” pungkasnya.

Baca tentangBerita Jakarta
Lihat Sosok Selengkapnya→
Memuat berita berikutnya…
Artikel Terkait Sosok
Berita AktualKanal lain
NasionalKanal lain