Jakarta, Suararealitas.co– Pemerintah Kota Dumai melalui Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian menegaskan komitmennya dalam mendukung program nasional percepatan cetak sawah serta penguatan infrastruktur pertanian, khususnya di wilayah Provinsi Riau.
Komitmen tersebut disampaikan Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kota Dumai, Hajah Elywarti, saat ditemui di Kantor Kementerian Pertanian RI, Jakarta, dalam rangka menghadiri pelantikan pengurus Asosiasi Kabupaten Penghasil Sawit Indonesia (AKPSI) periode 2025–2030, Senin (20/4/2026).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Menurut Elywarti, pemerintah daerah telah menindaklanjuti arahan pusat dengan menyusun dan mengajukan sejumlah usulan strategis terkait pengembangan lahan sawah baru yang disesuaikan dengan kondisi wilayah.
Di Kota Dumai, pengembangan difokuskan pada beberapa titik potensial, terutama di Kecamatan Sungai Sembilan dan Kecamatan Dumai Timur. Kedua wilayah ini dinilai memiliki peluang untuk dikembangkan sebagai lahan pertanian produktif guna mendukung ketahanan pangan daerah.
Berbeda dengan daerah lain yang memiliki sumber irigasi alami, Kota Dumai mengandalkan sistem irigasi berbasis perpompaan. Kondisi ini menjadi tantangan tersendiri dalam pengembangan lahan pertanian.
Oleh karena itu, usulan yang diajukan mencakup penyediaan sarana dan prasarana pendukung seperti alat pompa air, mesin perpompaan, serta alat dan mesin pertanian (alsintan) guna menunjang optimalisasi program cetak sawah baru.
“Kami berharap setelah penyampaian usulan ini, bantuan yang telah diajukan dapat segera direalisasikan sesuai dengan harapan Bapak Menteri Pertanian RI, Prof. Dr. Amran Sulaiman. Hal ini sangat penting untuk meningkatkan produktivitas pertanian serta mendukung ketahanan pangan di Kota Dumai,” ujar Elywarti.
Ia menambahkan, program ini tidak hanya bertujuan membuka lahan pertanian baru, tetapi juga diharapkan mampu meningkatkan kesejahteraan petani serta memperkuat ketahanan pangan daerah secara berkelanjutan.
Pemerintah Kota Dumai, lanjutnya, akan terus bersinergi dengan pemerintah pusat dan provinsi dalam mewujudkan sektor pertanian yang maju, mandiri, dan modern.




































