KKP Fasilitasi Tambak Garam Rakyat Teknologi Tunnel – SWRO Hadapi Tantangan Cuaca

- Jurnalis

Jumat, 6 Februari 2026 - 11:50 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta, (6/2) Suararealitas.co – Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) terus memperkuat upaya peningkatan produksi dan kualitas garam nasional melalui penerapan Teknologi Evaporasi Pergaraman Tunnel-Sea Water Reverse Osmosis (SWRO). Teknologi ini merupakan inovasi terintegrasi antara tunnel garam dan mesin SWRO yang memungkinkan produksi garam berkualitas tinggi berlangsung sepanjang tahun, baik pada musim kemarau maupun musim hujan.

Direktur Jenderal Pengelolaan Kelautan, Koswara, saat meninjau penerapan teknologi tersebut di Kabupaten Indramayu, menyampaikan bahwa penggunaan SWRO di sektor pergaraman merupakan yang pertama di Indonesia. Selain meningkatkan efisiensi dan konsistensi produksi, teknologi ini juga menghasilkan air bersih sebagai produk sampingan, yang dapat dimanfaatkan untuk mengatasi keterbatasan air tawar di wilayah pesisir.

Koswara menjelaskan, teknologi SWRO bekerja dengan menyaring air laut melalui proses pemisahan air tawar, senyawa garam, serta zat lain yang tidak diperlukan atau berpotensi berbahaya. Proses ini menghasilkan air laut bersih dengan kandungan natrium klorida (NaCl) murni dan tingkat kepekatan mencapai 15 derajat Baume (BE), sehingga sangat ideal untuk langsung memasuki tahap kristalisasi garam.

“Dengan kualitas bahan baku seperti ini, proses kristalisasi garam dapat berlangsung lebih singkat, sekitar tiga hingga lima hari dalam kondisi normal. Produksi menjadi lebih efisien, hasilnya pun lebih konsisten dan bermutu,” ujar Koswara dalam siaran resmi di Jakarta, Rabu (4/2).

Penerapan sistem tunnel yang terintegrasi dengan teknologi SWRO dinilai sebagai solusi tepat untuk meningkatkan produktivitas sekaligus kualitas garam nasional. Inovasi ini juga mendukung keberlanjutan usaha pergaraman rakyat, terutama dalam menghadapi tantangan cuaca yang selama ini menjadi kendala utama produksi.

Sementara itu, Ketua Koperasi Produsen Sae Nalendra Darma Raga, Kabupaten Indramayu, Carmadi, menyampaikan bahwa bantuan teknologi SWRO sangat membantu petambak garam, khususnya saat musim hujan. Menurutnya, dengan teknologi tersebut, proses produksi tetap dapat berjalan tanpa bergantung sepenuhnya pada kondisi cuaca.

Baca Juga :  Gubernur DKI Resmikan Kantor Camat dan Dua Embung

“Dengan sistem tunnel dan penggunaan geomembran, garam yang dihasilkan lebih putih, bersih, dan memenuhi standar industri. Dalam waktu sekitar lima hari, kami sudah bisa memanen,” kata Carmadi.

Ia berharap dukungan teknologi ini dapat mendorong semangat petambak untuk berproduksi sepanjang tahun, sekaligus meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan mereka.

Penerapan teknologi Tunnel-SWRO ini sejalan dengan kebijakan Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono yang menekankan penguatan produksi dalam negeri melalui modernisasi teknologi, peningkatan kualitas, dan pemberdayaan petambak garam. Melalui inovasi yang adaptif dan berkelanjutan, KKP optimistis swasembada garam nasional dapat tercapai dengan tetap berpihak pada kesejahteraan masyarakat pesisir.

Berita Terkait

DPW HMTN-MP Sumsel Gelar Rakerda I Tahun 2026, Perkuat Konsolidasi Organisasi dan Pemberdayaan Petani
Rekam Jejak KPK, Kapolda Metro hingga Kabaharkam, LSPN Yakin Komjen Pol. Karyoto Layak Jadi Kapolri
Jaga Jakarta On The Spot, Polsek Kawasan Muara Baru Perkuat Sinergi Kamtibmas Bersama Buruh Pelabuhan
Brimob Metro Jaya Amankan 4 Pelaku Penganiayaan di Mustika Jaya Bekasi
Bhabinkamtibmas Muara Angke Polsek Kawasan Sunda Kelapa Intensifkan DDS dan Sambang kepada ABK Kapal di Pelabuhan Muara Angke untuk Perkuat Harkamtibmas
JJOS Patroli KRYD Skala Besar Polres Pelabuhan Tanjung Priok Jaga Stabilitas Kamtibmas, Situasi Wilayah Tetap Aman dan Kondusif
Bhabinkamtibmas Muara Angke Sambangi Sekretariat RW 22, Perkuat Sinergi dan Sampaikan Imbauan Kamtibmas kepada Warga
Pelantikan DPP FORKABI 2026–2031, Achmad Azran Tegaskan Organisasi Tetap Independen Kawal Kepentingan Rakyat

Berita Terkait

Minggu, 26 Juli 2026 - 23:33 WIB

DPW HMTN-MP Sumsel Gelar Rakerda I Tahun 2026, Perkuat Konsolidasi Organisasi dan Pemberdayaan Petani

Minggu, 26 Juli 2026 - 17:30 WIB

Rekam Jejak KPK, Kapolda Metro hingga Kabaharkam, LSPN Yakin Komjen Pol. Karyoto Layak Jadi Kapolri

Minggu, 26 Juli 2026 - 16:12 WIB

Jaga Jakarta On The Spot, Polsek Kawasan Muara Baru Perkuat Sinergi Kamtibmas Bersama Buruh Pelabuhan

Minggu, 26 Juli 2026 - 16:08 WIB

Brimob Metro Jaya Amankan 4 Pelaku Penganiayaan di Mustika Jaya Bekasi

Minggu, 26 Juli 2026 - 15:09 WIB

Bhabinkamtibmas Muara Angke Polsek Kawasan Sunda Kelapa Intensifkan DDS dan Sambang kepada ABK Kapal di Pelabuhan Muara Angke untuk Perkuat Harkamtibmas

Berita Terbaru