Perkuat Posisi Negara Pantai, Indonesia Gagas Deklarasi Bersama di Forum CSA

- Jurnalis

Sabtu, 31 Januari 2026 - 17:44 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bali, (31/1) Suararealitas.co — Indonesia melalui Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menunjukkan peran strategis dalam tata kelola perikanan global dengan menginisiasi deklarasi pernyataan bersama pada The 30th Session of the Coastal States Alliance (CSA-30). Inisiatif ini menjadi langkah penting untuk memperkuat posisi negara-negara pantai di Samudra Hindia dalam pengelolaan sumber daya ikan yang bermigrasi lintas wilayah dan lintas negara, khususnya tuna.

Wakil Menteri Kelautan dan Perikanan, Didit Herdiawan Ashaf, menyampaikan bahwa CSA merupakan wadah bagi negara-negara pantai Samudra Hindia yang berfokus pada pengelolaan perikanan yang adil, berkelanjutan, dan berbasis aturan dalam kerangka Indian Ocean Tuna Commission (IOTC). CSA berperan strategis dalam membangun kesepahaman serta menyuarakan kepentingan bersama negara-negara pantai.

“Pertemuan ini sangat tepat waktu, seiring dengan mendekatnya tahapan penting di IOTC, yakni Technical Committee on Allocation Criteria (TCAC) serta Sidang Komisi ke-30 yang akan berlangsung di Australia pada awal Februari,” ungkapnya dalam siaran resmi di Jakarta, Sabtu (31/1).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Pada kesempatan yang sama, Direktur Jenderal Perikanan Tangkap Lotharia Latif menjelaskan bahwa keberadaan CSA menjadi instrumen penting dalam memperjuangkan pengelolaan perikanan tuna yang berkeadilan, berkelanjutan, serta memberikan manfaat nyata bagi nelayan negara pantai.

Baca Juga :  Pemprov DKI Gelar Pisah Sambut Sekda DKI Jakarta

“Inisiatif ini sejalan dengan upaya melindungi kepentingan nelayan. Melalui forum CSA, negara-negara pantai menyatukan langkah untuk mengamankan kepentingan nasional serta meningkatkan posisi tawar dalam negosiasi dengan negara penangkap ikan di perairan jauh (Distant Water Fishing Nations/DWFN),” jelasnya.

Chairman Sustainable Fisheries and Communities Trust (SFACT), John Burton, menilai CSA sebagai forum kolaboratif antarnegara untuk menjaga keberlanjutan sumber daya ikan tuna di bawah kerangka IOTC dari risiko eksploitasi berlebih oleh DWFN.

“Kami mengapresiasi inisiatif Indonesia dalam pembentukan CSA, termasuk peran sebagai sekretariat dan penyelenggaraan pertemuan ini, yang sejalan dengan komitmen Presiden Republik Indonesia pada World Economic Forum (WEF) melalui program ekonomi biru,” ujarnya.

Dalam pertemuan tersebut, deklarasi bersama dibacakan oleh Prof. Indra Jaya selaku Chair, yang menandai pembentukan resmi CSA. Deklarasi ini menjadi fondasi penguatan solidaritas dan koordinasi negara-negara pantai menjelang pembahasan strategis di forum IOTC, guna memastikan suara yang lebih kuat dan seimbang dalam proses pengambilan keputusan.

Baca Juga :  BRI Kanca Puri Niaga Tingkatkan Layanan kepada Nasabah Korporasi melalui Penawaran Giro, Payroll, dan Produk Asuransi

Saat ini, CSA beranggotakan 12 negara, yaitu Bangladesh, India, Indonesia, Iran, Malaysia, Maladewa, Madagaskar, Mozambik, Pakistan, Somalia, Afrika Selatan, dan Sri Lanka. Pertemuan ke-30 ini dihadiri oleh perwakilan dari 10 negara anggota, termasuk Indonesia, serta sejumlah pemangku kepentingan terkait.

Hasil pertemuan yang diselenggarakan pada 30–31 Januari tersebut juga menjadi pijakan awal bagi penguatan kelembagaan CSA, termasuk pengaturan tata kelola dan mekanisme operasional. Penguatan ini direncanakan akan dituangkan secara resmi melalui penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) pada Ocean Impact Summit 2026 yang akan digelar di Bali pada Juni mendatang.

Sebelumnya, Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono menegaskan bahwa pengelolaan perikanan, khususnya komoditas tuna, harus dilakukan secara berkelanjutan untuk menjaga keberlanjutan populasinya di alam. Sinergi lintas negara menjadi salah satu kunci utama dalam mewujudkan tujuan tersebut.

*BIRO HUBUNGAN MASYARAKAT DAN KERJA SAMA LUAR NEGERI*

Berita Terkait

Mendag Tinjau Gerai Pak Gembus, Dorong Waralaba Indonesia Makin Kompetitif
Fokus Tiga Agenda Krusial, Kecamatan Mauk Gelar Apel Pagi untuk Tingkatkan Kinerja
APDESI Kabupaten Tangerang Apresiasi Roadshow Sosialisasi Kadarkum, Tekankan Manfaat dan Kekompakan Desa
KKP Tindak Pemanfaatan Ruang Laut Tanpa Izin, Dua Perusahaan Disegel di Riau
Sinergi KKP Lepasliarkan Puluhan Ekor Hiu Hasil Penangkaran
Kebersihan Lingkungan Kerja Jadi Prioritas: DBMSDA Tangerang Laksanakan Aksi Korvei di UPTD Pengairan
Hadapi Ancaman El Nino, Menko Polkam Arahkan Desk Karhutla Tingkatkan Kesiapsiagaan dan Pencegahan
Patroli Cipta Kondisi Polres Pelabuhan Tanjung Priok Jaga Stabilitas Kamtibmas, Situasi Wilayah Tetap Aman dan Kondusif

Berita Terkait

Selasa, 23 Juni 2026 - 16:09 WIB

Mendag Tinjau Gerai Pak Gembus, Dorong Waralaba Indonesia Makin Kompetitif

Senin, 22 Juni 2026 - 18:43 WIB

Fokus Tiga Agenda Krusial, Kecamatan Mauk Gelar Apel Pagi untuk Tingkatkan Kinerja

Senin, 22 Juni 2026 - 17:36 WIB

APDESI Kabupaten Tangerang Apresiasi Roadshow Sosialisasi Kadarkum, Tekankan Manfaat dan Kekompakan Desa

Senin, 22 Juni 2026 - 15:20 WIB

KKP Tindak Pemanfaatan Ruang Laut Tanpa Izin, Dua Perusahaan Disegel di Riau

Jumat, 19 Juni 2026 - 19:48 WIB

Sinergi KKP Lepasliarkan Puluhan Ekor Hiu Hasil Penangkaran

Berita Terbaru