Jemaah Ahmadiyah Indonesia Pendonor Mata Terbesar di Indonesia

- Jurnalis

Minggu, 2 November 2025 - 19:20 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Eddi Brokoli seorang aktor, penyanyi dan presenter yang hadir dalam pertemuan Jemaah Ahmadiyah Indonesia (JAI). yang diadakan di Kenanga Cipondoh Kota Tangerang, Minggu (02/11/2025).

Eddi Brokoli seorang aktor, penyanyi dan presenter yang hadir dalam pertemuan Jemaah Ahmadiyah Indonesia (JAI). yang diadakan di Kenanga Cipondoh Kota Tangerang, Minggu (02/11/2025).

KOTA TANGERANG, Suararealitas.co – Jemaat Ahmadiyah Indonesia (JAI) menjadi komunitas besar pendonor kornea mata di Indonesia, dengan program donor mata yang berkelanjutan. JAI telah menerima penghargaan dari Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) sebagai “Komunitas Pendonor Mata Terbanyak di Indonesia secara berkesinambungan”. Mereka juga menginisiasi program donor mata di beberapa daerah, bahkan ada desa yang warganya menjadi pendonor terbanyak.

Eddi Brokoli seorang aktor, penyanyi dan presenter yang hadir dalam pertemuan Jemaah Ahmadiyah Indonesia (JAI) mengatakan Pertemuan tahunan yang diadakan oleh JAI, adalah sebagai bentuk acara temu kangen dari anggota komunitas Ahmadiyah di  seluruh Indonesia, yang diadakan di Kenanga Cipondoh Kota Tangerang, Minggu (02/11/2025).

“Dalam acara ini ada ceramah, talk show dan saya diberikan kesempatan untuk berbicara mengenai donor mata,” ujarnya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Eddi lebih lanjut mengatakan ia mengajak bagi yang belum mendaftar sebagai calon pendonor kornea mata, agar segera mendaftar. ia sendiri beserta keluarga adalah sebagai calon pendonor kornea mata.

“Konsep kegiatan ini adalah sangat baik, dan ada hal bermanfaat yang kita bisa lakukan, jika ada peluang kenapa kita tidak melakukannya?,” paparnya.

Baca Juga :  PWHI Pertanyakan Anggaran Pembelian Kamera, Camat Karang Tengah Bungkam

Menurut Eddi yang menjadi kendala saat ini adalah adanya stigma donor mata itu menakutkan, masih banyak yang berpandangan tidak halal, tetepi MUI mengatakan donor mata boleh dilakukan.

“Ada pula yang mempunyai pandangan orang yang meninggal adalah dengan tubuh yang lengkap, dari pandangan muslim, sahabat Rosul ada yang dipenggal kepalanya tangannya, apa di akherat tubuh mereka menjadi tidak lengkap, tidak juga begitu kan?.” Ucapnya.

Ia berharap mudah mudahan donor kornea mata ini bisa dilakukan di komunitas lain, prinsip sapu lidi, kalau digunakan satu batang lidi tidak akan maksimal, tetapi kalau 1 ikat hasilnya akan lebih baik.

Suherman Koordinator donor mata Ahmadiyah wilayah Tangerang Raya mengatakan calon pendonor mata Tangerang raya tersebar di Perigi, Pondok Aren, Serua, Pamulang, Panunggangan Timur, Panunggangan Barat, warung mangga, Gondrong, Kenanga, Peninggilan, Pagedangan dan Rajeg. Dengan calon pendonor mata sebanyak 3.298 orang.

“Yang terbanyak adalah sari Gondrong dan Peninggilan, masing masing jumlahnya seribuan orang,” ujarnya.

Masih kata Suherman dari Ahmadiyah mempunyai tim yang terdiri dari satu orang petugas eksisi dan seorang driver. Jadi tim eksisi akan datang ke rumah yang meninggal untuk mengambil kornea matanya.

Baca Juga :  Update Perkembangan Kasus Kecelakaan Lalulintas Di Jalan Pejambon Gambir

“Setelah mendapat restu dari anak anaknya yang meninggal, petugas eksisi akan mengambil kornea mata tersebut tidak lebih dari 1 jam, organ yang diambil tersebut setipis potongan daun bawang,” ujarnya.

Ketua Komunitas Donor Mata (KDM) Indonesia Abdul Gani Setiawan mengatakan KDM lahir pada tahun 2015  sebagai wadah untuk mengkoordinir calon donor mata

“Agar jika calon donor mata meninggal bisa di eksekusi korneanya untuk diambil dan diserahkan ke RS Mata,” ujarnya.

Masih katanya, KDM juga menyediakan Nakes atau tenaga kesehatan yang di training oleh Bank Mata, dan nantinya mendapat sertifikat sehingga petugas Nakes diizinkan untuk melakukan eksisi kepada donor mata yang meninggal.

“Jadi tim yang sudah di training oleh Bank Mata dan bersertifikat bisa melakukan eksisi sekalipun di pelosok, kalau menunggu dokter mata kan mereka sibuk di rumah sakit,” ujarnya.

Berita Terkait

KNPI Jasinga Mulai Menyiapkan Regenerasi Kepemimpinan Pemuda melalui Program Kaderisasi
Peduli Korban Bencana NTT, Warga RW 012 Semanan Serahkan Bantuan ke TNI
Warga Desa Purasari Leuwiliang Antusias Nerima Bantuan Beras untuk Tiga Bulan
Dugaan Pencairan JHT Atas Data Oyoh, BPJS Cimone Diminta Buka Jejak Verifikasi Klaim
Api di Taman Nasional Way Kambas Berhasil Dipadamkan, Seluruh Gajah Terpantau Aman
Malam Puncak HUT RI ke-81 RT 019 Meriah, Warga Griya Artha Rancabango Larut dalam Kebersamaan
Tinjau Karhutla Kalsel, Menhut Raja Antoni : Api Sudah Tak Terlihat, tapi Gambut Masih Berasap
Mendagri Tito Dampingi Presiden Prabowo Tinjau Penanganan Karhutla di Kalimantan Barat

Berita Terkait

Senin, 24 Agustus 2026 - 21:44 WIB

Peduli Korban Bencana NTT, Warga RW 012 Semanan Serahkan Bantuan ke TNI

Senin, 24 Agustus 2026 - 19:43 WIB

Warga Desa Purasari Leuwiliang Antusias Nerima Bantuan Beras untuk Tiga Bulan

Senin, 24 Agustus 2026 - 14:20 WIB

Dugaan Pencairan JHT Atas Data Oyoh, BPJS Cimone Diminta Buka Jejak Verifikasi Klaim

Senin, 24 Agustus 2026 - 07:09 WIB

Api di Taman Nasional Way Kambas Berhasil Dipadamkan, Seluruh Gajah Terpantau Aman

Minggu, 23 Agustus 2026 - 18:15 WIB

Malam Puncak HUT RI ke-81 RT 019 Meriah, Warga Griya Artha Rancabango Larut dalam Kebersamaan

Berita Terbaru

Kabar Polisi

Posko Kesehatan Polri Layani Ratusan Warga Terdampak Gempa Nagekeo

Selasa, 25 Agu 2026 - 11:33 WIB