Polres Metro Depok Disorot: Dugaan Pemerasan & Kekerasan Mencuat

- Jurnalis

Rabu, 20 Agustus 2025 - 18:24 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kota Depok, Suararealitas.co – Dugaan pelanggaran prosedur dan tindak kekerasan mencuat dalam penanganan kasus seorang wanita berinisial L, yang kini ditetapkan sebagai tersangka oleh Polres Metro Depok.

Awalnya, L dilaporkan oleh seorang pria berinisial HS atas dugaan tindak pidana penipuan dan penggelapan terkait pinjaman sebesar Rp1,05 miliar. Namun, dari jumlah tersebut, L disebut baru menerima uang tunai sebesar Rp600 juta dengan jaminan sertifikat tanah berupa Akta Jual Beli (AJB).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Laporan Polisi kemudian dibuat oleh HS di Polres Metro Depok dengan nomor: LP/B/1244/VI/2025/SPKT/Polres Metro Depok/Polda Metro Jaya, tertanggal 27/6/2025.

Sejumlah kejanggalan muncul dalam proses penangkapan L. Berdasarkan informasi, dalam perjanjian antara L dan HS, L masih diberi tenggat waktu hingga 17/8/2025 untuk melunasi kewajibannya. Namun, laporan justru dibuat lebih awal pada 27/6/2025, yang langsung diikuti dengan penangkapan dan penahanan.

Lebih lanjut, penjemputan L disebut tidak dilakukan oleh aparat kepolisian dengan surat resmi, melainkan oleh pihak pelapor sendiri. Selain itu, penetapan status tersangka terhadap L dilakukan tanpa pemeriksaan menyeluruh terhadap saksi-saksi dari pihak pelapor.

Baca Juga :  Nikah Siri Tapi Mau Diakui oleh Negara, Begini Penjelasan Kepala KUA Kecamatan Cengkareng

Saat ini, L dititipkan di tahanan wanita Polsek Bojonggede. Namun, selama masa penahanan, L dikabarkan menderita asma akut sehingga pihak Polsek Bojonggede sempat menyarankan agar dilakukan penangguhan penahanan. Sayangnya, hingga kini permohonan tersebut belum disetujui oleh Polres Metro Depok.

Dalam wawancara pada Rabu, 20/8/2025 L mengaku mengalami tindak kekerasan saat pemeriksaan oleh salah satu penyidik Polres Metro Depok berinisial AKA berpangkat Inspektur Polisi Dua (IPDA).

“Ketika di-BAP, saya dipukul pada bagian kepala sebanyak tiga kali,” ungkap L.

Lebih lanjut, L menuturkan adanya dugaan praktik pemerasan dalam kasusnya. Menurutnya, pihak pelapor meminta mediasi melalui restorative justice dengan syarat ganti rugi sebesar Rp2,5 miliar atau penyerahan sertifikat AJB, padahal nilai utang dalam perjanjian hanya Rp1,05 miliar dengan realisasi uang tunai Rp600 juta.

Baca Juga :  Behind the Scenes of Modeling: The Truth About What it Takes to be a Successful Model

“Saya merasa diperas dan ditekan. Nilai yang diminta tidak masuk akal, jauh melebihi kewajiban saya sebenarnya. Saya seperti dijebak untuk kehilangan hak atas tanah yang menjadi jaminan. Kalau saya tidak menyetujui, saya diancam kasus ini akan terus dinaikkan dan saya tetap ditahan,” sambungnya.

Dari pihak pelapor, HS disebut menuntut ganti rugi lebih besar karena mengaku telah mengeluarkan banyak biaya, termasuk “membagi-bagikan uang” kepada oknum anggota Polres agar kasus ini segera diproses.

Bahkan, muncul dugaan lain bahwa seorang oknum Kanit Harta Benda (Harda) Polres Metro Depok berinisial R meminta uang sebesar Rp500 juta kepada seorang pengacara berinisial D, dengan janji kasus ini akan selesai.

Hingga berita ini diturunkan, pihak Polres Metro Depok belum memberikan keterangan resmi terkait dugaan pelanggaran prosedur, tindak kekerasan, maupun praktik suap yang menyeret sejumlah oknumnya.

Berita Terkait

Buronan Kasus Dugaan Penyekapan Wanita di Bandung Taufik Hidayat Berhasil Diringkus Polda Jabar
Tidak Ada Tanda Kekerasan, Lansia Maman (71) Ditemukan Meninggal Tenang di Area Pemakaman Pakuhaji
Wartawan Online Sambangi Lurah Sunter Agung di Ruang Kerjanya
Komisi IV DPR RI Terima Aspirasi DPRD Pasangkayu Terkait Permukiman di Kawasan Hutan Lindung
Anggota Komisi I DPRD Kota Tangerang Terima Aspirasi Permasalahan Air dan Galian Liar
Makan Minum Rapat Rp1,49 Miliar di Rajeg Viral di Media Sosial, BARATA Layangkan Somasi
Jaga Jakarta On The Spot Polres Pelabuhan Tanjung Priok, Nobar Piala Dunia 2026 Bersama Masyarakat, Perkuat Sinergi Kamtibmas 
JJOS Nobar Piala Dunia 2026, Pererat Silaturahmi dan Perkuat Kamtibmas di Terminal Nusantara Pura

Berita Terkait

Rabu, 24 Juni 2026 - 18:55 WIB

Buronan Kasus Dugaan Penyekapan Wanita di Bandung Taufik Hidayat Berhasil Diringkus Polda Jabar

Rabu, 24 Juni 2026 - 18:39 WIB

Tidak Ada Tanda Kekerasan, Lansia Maman (71) Ditemukan Meninggal Tenang di Area Pemakaman Pakuhaji

Rabu, 24 Juni 2026 - 08:50 WIB

Wartawan Online Sambangi Lurah Sunter Agung di Ruang Kerjanya

Selasa, 23 Juni 2026 - 15:53 WIB

Komisi IV DPR RI Terima Aspirasi DPRD Pasangkayu Terkait Permukiman di Kawasan Hutan Lindung

Selasa, 23 Juni 2026 - 14:25 WIB

Anggota Komisi I DPRD Kota Tangerang Terima Aspirasi Permasalahan Air dan Galian Liar

Berita Terbaru