Mas Pram Buka Konferensi Internasional BioFub dan Kongres PBI ke-18

- Jurnalis

Selasa, 26 Agustus 2025 - 13:41 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

POTRET: peresmian Kongres Perhimpunan Biologi Indonesia (PBI) ke-18 dan International Conference on Biodiversity and Future Biology (ICo-BioFuB). (Foto: Istimewa).

POTRET: peresmian Kongres Perhimpunan Biologi Indonesia (PBI) ke-18 dan International Conference on Biodiversity and Future Biology (ICo-BioFuB). (Foto: Istimewa).

JAKARTA, suararealitas.co – Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung Wibowo membuka secara resmi acara Kongres Perhimpunan Biologi Indonesia (PBI) ke-18 dan International Conference on Biodiversity and Future Biology (ICo-BioFuB) 2025 di Auditorium Cyber Universitas Nasional, Pejaten Barat, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Selasa (26/08/2025).

Konferensi ini menjadi wadah penting untuk berbagi ide pengetahuan dan inovasi sebagai upaya menjaga konservasi dalam melestarikan alam dan memajukan ilmu pengetahuan untuk masa depan yang berkelanjutan.

Dalam forum berskala internasional tersebut, Gubernur Pramono menekankan bahwa isu keanekaragaman hayati (biodiversitas) kini menjadi perhatian utama dunia.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menurutnya, Jakarta memiliki potensi besar untuk ikut berkontribusi melalui penelitian, konservasi, dan inovasi.

“Acara ini tidak hanya berlangsung di Jakarta, tetapi juga disiarkan di beberapa negara karena isu biodiversitas memang sudah menjadi isu global,” ujar Mas Pram sapaan akrabnya.

Mas Pram mengaku, bahwa Jakarta bersyukur memiliki Kepulauan Seribu dan ragam hayati yang masih terjaga dengan baik.

Baca Juga :  Gubernur DKI Paparkan Visi Pembangunan Berkelanjutan Jakarta di Forum PBB

Bahkan, di Pantai Indah Kapuk, dirinya sudah meminta Dinas Pertamanan dan Hutan Kota bersama Dinas Lingkungan Hidup untuk secara rutin melibatkan siswa menanam mangrove sebagai bagian dari upaya pelestarian.

Mas Pram menyebut penguatan biodiversitas sejalan dengan agenda besar transformasi Jakarta sebagai kota global berwawasan lingkungan.

Selain itu, ia juga mengajak para sarjana biologi, peneliti, dan akademisi untuk terus mengembangkan ilmu pengetahuan di bidang biodiversitas di Jakarta.

Mas Pram menambahkan, Jakarta memiliki lebih dari 100 jenis flora dan fauna yang menjadi kekayaan biodiversitas. Karena itu, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta membuka ruang kerja sama dengan peneliti dan akademisi.

“Jakarta memiliki lebih dari 100 jenis keanekaragaman hayati, baik flora maupun fauna. Kami sangat senang dan terbuka bila Jakarta bisa dijadikan laboratorium penelitian biodiversitas. Jika ada riset yang dapat dikerjasamakan antara Pemprov DKI dengan universitas, kami siap mendukung sepenuhnya,” terangnya.

Dia mengatakan, bahwa perhatian pada biodiversitas sejalan dengan agenda transformasi Jakarta menuju kota global berwawasan lingkungan.

Baca Juga :  Koreksi IHSG Alami Penurunan Gegara Ikuti Tren Bursa Saham Global

Keberhasilan menjaga ekosistem akan memperkuat ketahanan iklim, meningkatkan kesehatan masyarakat, sekaligus memastikan kualitas hidup warga.

“Jakarta sedang menata diri dari kota global yang saat ini berada di peringkat 74 dari 156 kota, dengan target masuk 50 besar. Salah satu kuncinya adalah transformasi lingkungan hidup. Selain persoalan ekonomi, sosial, dan budaya, masalah lingkungan harus dijawab dengan perubahan nyata, dan saya berkomitmen menghadirkan perubahan itu,” tegasnya.

Kongres internasional ini terselenggara atas kerja sama Perhimpunan Biologi Indonesia (PBI) dengan Program Sarjana dan Pascasarjana Biologi, Fakultas Biologi dan Pertanian Universitas Nasional.

Acara tersebut diikuti akademisi, peneliti, pembuat kebijakan, dan praktisi industri dari Indonesia, Malaysia, hingga Jerman.

“Saya berharap konferensi ini dapat melahirkan ide, inovasi, dan solusi nyata untuk menjaga biodiversitas serta keberlanjutan hidup bagi generasi mendatang,” tutupnya.

Penulis : Kipray

Berita Terkait

Kasus Pengeroyokan Di Cengkareng Belum Terungkap, Publik Menanti Hasil Penyelidikan
Pertemuan Perdana Gubernur DKI dan Menteri Singapura, Buka Peluang Investasi TOD hingga MRT Jakarta
PBB Pangkas 21 Persen Stafnya Guna Upaya Penghematan
Sikap dan Komitmen Prabowo Terhadap Palestina Dipuji Presiden Prancis
Burung Gagak Memenuhi Langit Israel, Antara Persepsi Sain dan Mitologi
Penutupan Jalur Udara Timur Tengah, Ribuan Penumpang di Bali Terdampak: Imigrasi Berlakukan ITKT dan Bebas Denda Overstay
JANGAN Terlalu Percaya pada BOARD Of PEACE ala TRUMP
Aceng Syamsul Hadie: Perjanjian Nuklir Rusia Amerika Resmi Berakhir adalah Alarm Keras bagi Peradaban Akhir Zaman

Berita Terkait

Jumat, 26 Juni 2026 - 12:56 WIB

Kasus Pengeroyokan Di Cengkareng Belum Terungkap, Publik Menanti Hasil Penyelidikan

Rabu, 17 Juni 2026 - 13:59 WIB

Pertemuan Perdana Gubernur DKI dan Menteri Singapura, Buka Peluang Investasi TOD hingga MRT Jakarta

Sabtu, 30 Mei 2026 - 04:33 WIB

PBB Pangkas 21 Persen Stafnya Guna Upaya Penghematan

Jumat, 29 Mei 2026 - 02:41 WIB

Sikap dan Komitmen Prabowo Terhadap Palestina Dipuji Presiden Prancis

Sabtu, 28 Maret 2026 - 16:51 WIB

Burung Gagak Memenuhi Langit Israel, Antara Persepsi Sain dan Mitologi

Berita Terbaru