KKP Rangkul Stakeholder Perkuat Perlindungan Kawasan Konservasi*

- Jurnalis

Rabu, 13 Maret 2024 - 19:55 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA, (13/3)- Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) merangkul para pemangku kepentingan untuk memperkuat perlindungan terhadap kawasan konservasi. KKP menargetkan penambahan perluasan kawasan konservasi sebesar 30 persen dari luas lautan sampai tahun 2045.
Direktur Jenderal Pengelolaan Kelautan dan Ruang Laut Victor Gustaaf Manoppo menerangkan, stakeholder yang dimaksud diantaranya pemerintah provinsi, perguruan tinggi, dan mitra kerja lainnya. 
“Pentingnya pemahaman yang selaras dengan seluruh pemangku kepentingan ini khususnya diperlukan  untuk pengaturan pelayaran kapal di dalam dan di luar kawasan konservasi, pembentukan UPTD, peningkatan efektivitas pengelolaan kawasan konservasi, dan implementasi neraca sumber daya laut (ocean accounting) sebagai indikator keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi dan keberlanjutan sumber daya laut,” jelas Victor dalam kegiatan kerjanya di Yogyakarta beberapa waktu lalu.
Penambahan perluasan kawasan konservasi hingga 30 persen dari luas lautan sampai tahun 2045 merupakan salah satu program ekonomi biru KKP. Untuk mencapai perluasan tersebut, di tahun 2024 Ditjen PKRL menargetkan penambahan luas kawasan konservasi 200 ribu Ha, penetapan kawasan konservasi oleh Menteri 2 juta Ha, dan pengelolaan kawasan konservasi 17,8 juta Ha.
Tak hanya itu, KKP melakukan pengelolaan terhadap 20 jenis ikan, bantuan untuk Kelompok Masyarakat Penggerak Konservasi (KOMPAK), implementasi neraca sumber daya laut dalam kawasan konservasi, serta identifikasi kawasan konservasi untuk diatur perlindungannya secara ketat berdasarkan kriteria pembatasan akses dan pemanfaatan kawasan konservasi.
Sementara itu, Direktur Konservasi dan Keanekaragaman Hayati Laut Firdaus Agung menyerukan para pemangku kepentingan untuk bersinergi dan menyamakan perspektif dalam mencapai target pengelolaan kawasan konservasi yang efektif sesuai dengan milestone menuju Indonesia Emas 2045. 
Firadus mengungkapkan, untuk mendukung target tersebut juga perlu dilakukan penghitungan neraca ekosistem, neraca sumber daya ikan dan neraca karbon biru dari setiap kawasan. 
“Tak mungkin kita hanya mengelola ruang laut saja tanpa mengelola isinya. Di kawasan konservasi isinya adalah spesies-spesies biota laut. Dengan membranding dan clustering kawasan konservasi sebagai tempat dilindunginya spesies-spesies biota laut, maka kita dapat menjadi center of excellent dan melibatkan masyarakat belajar dalam kawasan konservasi,” jelas Firdaus.
Senada dengan Firdaus, Kepala Cabang Dinas Perikanan Alor, Pemprov Nusa Tenggara Timur Muhammad Saleh Goro juga menyampaikan pentingnya sinergi seluruh pemangku kepentingan yang terlibat dalam kawasan konservasi untuk menentukan arah langkah pengelolaan kawasan konservasi ke depan. 
“Sinergi ini tentu akan membawa kawasan konservasi yang dikelola oleh pemerintah pusat dan pemerintah daerah akan semakin terlindungi, terkelola, dan dimanfaatkan untuk kesejahteraan masyarakat”, ujar Goro.
Sejalan dengan kebijakan KKP yang ditegaskan oleh Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono di berbagai forum global, perluasan kawasan konservasi laut menjadi salah satu strategi andalan Indonesia dalam menjaga keberlanjutan ekosistem perairan. Melalui strategi ini diharapkan kesehatan dan produktivitas laut dapat terjaga untuk implementasi ekonomi biru di Indonesia.
Baca Juga :  Pemprov DKI Gelar Konferensi Pers Realisasi APBD Triwulan ke-II Tahun Anggaran 2026
Baca Juga :  Harumkan Nama Indonesia di Italia, ICYC Cordana Raih Seghizzi Grand Prix 2026, Orang Tua Gabrielle Gwen Ungkap Rasa Bangga

Berita Terkait

Polres Pelabuhan Tanjung Priok Gelar “Jaga Jakarta On The Spot” di Pelabuhan Muara Baru
Pelatihan Paham AI di Sekolah, Polres Pelabuhan Tanjung Priok Edukasi Siswa tentang Etika dan Keamanan Penggunaan AI
Bhabinkamtibmas Muara Angke Sambang Satkamling Warga dan Sampaikan Pesan Kamtibmas
Kongres PATPI 2026 Tetapkan Prof. Feri Kusnandar sebagai Ketua Umum Periode 2026–2030
Pelayanan Loket ATR/BPN Jakarta Utara Terus Berikan Kemudahan bagi Masyarakat
Bogor Jadi Pusat Perhatian, Sebanyak 1.400 Pesilat Ramaikan Kejuaraan Nasional
Brimob Polda Metro Jaya Patroli ke TPS Jaga Kamtibmas Pilkades di Bekasi
Polres Pelabuhan Tanjung Priok Tingkatkan Harkamtibmas, Polisi Sambangi ABK di Pelabuhan Muara Angke

Berita Terkait

Senin, 21 September 2026 - 12:59 WIB

Polres Pelabuhan Tanjung Priok Gelar “Jaga Jakarta On The Spot” di Pelabuhan Muara Baru

Senin, 21 September 2026 - 12:28 WIB

Pelatihan Paham AI di Sekolah, Polres Pelabuhan Tanjung Priok Edukasi Siswa tentang Etika dan Keamanan Penggunaan AI

Senin, 21 September 2026 - 12:06 WIB

Bhabinkamtibmas Muara Angke Sambang Satkamling Warga dan Sampaikan Pesan Kamtibmas

Senin, 21 September 2026 - 11:35 WIB

Kongres PATPI 2026 Tetapkan Prof. Feri Kusnandar sebagai Ketua Umum Periode 2026–2030

Minggu, 20 September 2026 - 22:43 WIB

Bogor Jadi Pusat Perhatian, Sebanyak 1.400 Pesilat Ramaikan Kejuaraan Nasional

Berita Terbaru