Kasus 2 WNA China di Serang Banten, BAP Tambahan Tak Didampingi Pengacara dan Penerjemah Bahasa, Ada Apa ?

- Jurnalis

Kamis, 10 Agustus 2023 - 14:23 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kasus 2 WNA China di Serang Banten, BAP Tambahan Tak Didampingi Pengacara dan Penerjemah Bahasa, Ada Apa ?
Sidang kasus dugaan pencurian oleh 2 WNA asal China kembali digelar di PN Serang. (Foto: Suara Realitas)


SERANG – Kembali digelar, sidang kasus dugaan pencurian oleh 2 Warga Negara Asing (WNA) asal China, di Pengadilan Negeri Serang, Banten, pada Rabu 9 Agustus 2023, dengan agenda pemeriksaan terhadap kedua terdakwa.

Didik Feriyanto, SH dan Nuraini, SH, selaku Kuasa Hukum Terdakwa mengatakan bahwa terdapat Fakta baru terkait kasus yang dialami clientnya. Pada tanggal 29 Mei 2023 terdapat BAP Tambahan dimana clientnya tidak di dampingi pengacara, dan hanya diminta untuk tanda tangan BAP saja. Saat itu menurut pengakuan Li Shuzen dan Ke Wenxiang, hanya di suruh tanda tangan tanpa ada penerjemah.

Kemudian, penasehat hukum terdakwa memperlihatkan BAP tambahan tersebut kepada kedua terdakwa dimana terdapat tanda tangan penerjemah yaitu Kwok Budhidarma, yang selama pemeriksaan di kepolisian dan di persidangan menjadi penerjemah yang ditunjuk oleh Pengadilan. 

Adapun, Hakim Ketua Nelson Angkat menanyakan kepada Kwok apakah itu adalah tanda tangan nya.?

Namun Kwok pun mengakui bahwa yang tercantum di dalam BAP itu adalah tanda tangan nya tetapi dilakukan tidak pada saat pemeriksaan terdakwa.

“Pada saat pemeriksaan, saya tidak hadir,“ tegasnya.

Fakta mengejutkannya adalah bahwa pada tanggal 29 Mei, telah dilakukan BAP tambahan tanpa didampingi oleh penasehat hukumnya, terlebih lagi sebagai orang asing yang tidak fasih berbahasa Indonesia. “Keduanya juga tidak didampingi penerjemah bahasa, ini kan jadi tanda tanya, ada apa sebenarnya,??? kan janggal,” ungkapnya.

Baca Juga :  Hakim Ni Made Dewi Sukrani Putuskan Andriy Gryshyn Lepas dari Jerat Hukum

Lanjut Didik katakan, sebagai Warga Negara Asing, client nya telah berinvestasi 100 milliar dan membuka lapangan pekerjaan bagi masyarakat sekitar khususnya, apa ini yang harus diterima client kami ?? kok malah dipenjarakan ???.

Kendati demikian, Nuraini, SH yang juga kuasa hukum terdakwa menambahkan, penerjemah itu tandatangan dalam BAP Tambahan tidak pada saat mendampingi, namun setelah BAP itu dilakukan.*(SR)

Berita Terkait

Rokok Tanpa Cukai Seolah Kebal Hukum di Jakarta Barat, Aktivis Tantang Aparat Ungkap Aktor Besar di Balik Jaringan Distribusi
Dilaporkan ke Polisi dan Ombudsman Republik Indonesia, Sengketa Tanah di Denpasar Minta Kepastian Hukum
Polri Diminta Responsif terhadap Sorotan Publik
Gudang Penimbunan Solar Subsidi Ilegal Diduga ‘Diselamatkan’ Sebelum Aparat Tiba: Skandal Bocor Informasi?
Pelajar Jadi Korban, HIMMARAYA Desak Penegakan Tanpa Tawar
Aceng Syamsul Hadie: Menembus Kebuntuan SP3 Atas Kasus Pengrusakan Rumah Wastinah 2016 Indramayu: Ujian Serius bagi Akuntabilitas Polri
Satresmob Polri Berhasil Ringkus 3 Pelaku Perampokan Dengan Senpi Di Tulang Bawang Barat
Satpol PP Jakbar Sita Ribuan Botol Miras Ilegal

Berita Terkait

Kamis, 5 Maret 2026 - 00:04 WIB

Rokok Tanpa Cukai Seolah Kebal Hukum di Jakarta Barat, Aktivis Tantang Aparat Ungkap Aktor Besar di Balik Jaringan Distribusi

Minggu, 1 Maret 2026 - 18:41 WIB

Dilaporkan ke Polisi dan Ombudsman Republik Indonesia, Sengketa Tanah di Denpasar Minta Kepastian Hukum

Sabtu, 28 Februari 2026 - 20:21 WIB

Polri Diminta Responsif terhadap Sorotan Publik

Rabu, 25 Februari 2026 - 19:37 WIB

Gudang Penimbunan Solar Subsidi Ilegal Diduga ‘Diselamatkan’ Sebelum Aparat Tiba: Skandal Bocor Informasi?

Senin, 23 Februari 2026 - 18:43 WIB

Pelajar Jadi Korban, HIMMARAYA Desak Penegakan Tanpa Tawar

Berita Terbaru