Indonesia dan Amerika Perkuat Komitmen Mitigasi Pemanasan Global

- Jurnalis

Senin, 14 Agustus 2023 - 17:25 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA, (14/8) – Indonesia dan Amerika memperkuat komitmennya dalam menghadapi pemanasan global melalui pengelolaan karbon biru dengan mengoptimalkan tata kelola mangrove dan lamun. Komitmen ini terungkap dalam forum Bilateral Climate Working Group Task Force 2 Workshop on Blue Carbon Ecosystems.

Direktur Jenderal Pengelolaan Ruang Laut Victor Gustaaf Manoppo menjelaskan bahwa saat ini dunia tengah menghadapi era pemanasan global (global boiling). Menurut laporan para ilmuwan, pada Juli 2023 tercatat sebagai bulan terpanas, karenanya perubahan iklim merupakan isu yang harus menjadi perhatian dalam segala sektor, termasuk sektor kelautan dan perikanan, dimana potensi karbon biru di Indonesia dari lamun dan mangrove mencapai sekitar 17% dari karbon biru dunia.

“Hal ini menjadi dasar upaya mitigasi perubahan iklim pada sektor kelautan dan perikanan melalui pengurangan emisi serta peningkatan serapan karbon dan menjaga simpanan karbon pada ekosistem karbon biru melalui kebijakan ekonomi biru yang menyeimbangkan antara kepentingan lingkungan dan ekonomi dalam pengelolaan ruang laut,” ungkap Victor.

Menurutnya, dalam konteks perubahan iklim, laut dan ekosistem pesisir memiliki fungsi penting dalam pengendalian perubahan iklim. Salah satunya dapat dilihat dari kemampuan ekosistem pesisir, yakni mangrove, padang lamun dan rawa pasang surut dalam menyerap dan menyimpan karbon.

Indonesia sendiri telah menetapkan komitmennya dalam dokumen kontribusi yang ditetapkan secara nasional atau Nationally Determined Contribution (NDC). Pada September 2022 lalu, Indonesia telah menyampaikan Enhanced NDC dengan meningkatkan target penurunan emisi gas rumah kaca menjadi 31,89% dengan upaya sendiri dan 43,20% dengan dukungan internasional.

“Upaya Indonesia mempersiapkan ekosistem karbon biru lamun untuk dapat berkontribusi sebagai target pencapaian NDC Indonesia membutuhkan berbagai hal yang harus diperbaiki dan ditingkatkan seperti standarisasi metodologi, peningkatan kapasitas dan kompetensi SDM, alih dan transfer teknologi serta penguatan kerja sama,” terang Victor.

Victor berharap, workshop ini dapat menjadi ajang untuk bertukar informasi, berbagi pengetahuan dan perkembangan teknologi terkini terkait dengan karbon biru. Bagi Indonesia, dapat memberikan masukan teknis kepada KKP dalam mempercepat ekosistem karbon biru, khususnya lamun masuk dalam Second NDC Indonesia pada tahun 2024. 

Baca Juga :  Perempuan Jadi Garda Terdepan Pengelolaan Lingkungan dalam Green Beauty Lifestyle INVIROTECH 2026

Sementara itu, Economic Counselor Kedutaan Besar Amerika Serikat Jonathan Habjan menyampaikan bahwa Indonesia mempunyai potensi karbon biru. Mangrove dan lamun dapat mengurangi dampak perubahan iklim seperti cuaca ekstrem karena kedua ekosistem ini dapat menyimpan karbon.

“Deforestasi dan perubahan lahan merupakan suatu tantangan pada kedua ekosistem karbon biru. Harapannya, Indonesia – AS dapat berkolaborasi untuk mengambil peran aktif dalam workshop yang akan dijadikan materi tindak lanjut bagi kedua negara,” tutup Jonathan.

Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono dalam berbagai kesempatan selalu menekankan pentingnya menciptakan laut yang sehat, aman, tangguh dan produktif bagi kesejahteraan bangsa melalui diplomasi maritim serta kerja sama dengan berbagai negara untuk mewujudkan strategi pembangunan ekonomi biru (blue economy) yang menitikberatkan pada pertimbangan ekologi dan ekonomi pada aktivitas yang menetap di ruang laut.

Berita Terkait

JJOS Nobar Piala Dunia 2026, Pererat Silaturahmi dan Perkuat Kamtibmas di Terminal Nusantara Pura
Bungkam Soal Konsumsi Rp1,49 Miliar, Kini 40 Proyek Infrastruktur Rajeg Jadi Sorotan
Polsek Kawasan Sunda Kelapa Gelar Program ‘Jaga Jakarta On The Spot’ Bersama Pekerja dan Stakeholder Pelabuhan
Pelaksanaan Reses ke-3 DPRD DKI Jakarta Bahas Penataan Kawasan dan Pengelolaan Sampah di Penjaringan
Reformasi Belum Selesai! Mahasiswa Kepung DPR RI, Ultimatum 7 Hari untuk Negara
Patroli Jaga Jakarta On The Spot, Polres Pelabuhan Tanjung Priok Perkuat Antisipasi Gangguan Kamtibmas di Kawasan Pelabuhan
Grand Opening Pemancingan PMC RADEN 22
Rp1,49 Miliar untuk Nasi Kotak Rapat, Kecamatan Rajeg Kenyang Anggaran

Berita Terkait

Senin, 22 Juni 2026 - 16:53 WIB

JJOS Nobar Piala Dunia 2026, Pererat Silaturahmi dan Perkuat Kamtibmas di Terminal Nusantara Pura

Minggu, 21 Juni 2026 - 21:03 WIB

Bungkam Soal Konsumsi Rp1,49 Miliar, Kini 40 Proyek Infrastruktur Rajeg Jadi Sorotan

Minggu, 21 Juni 2026 - 18:15 WIB

Polsek Kawasan Sunda Kelapa Gelar Program ‘Jaga Jakarta On The Spot’ Bersama Pekerja dan Stakeholder Pelabuhan

Sabtu, 20 Juni 2026 - 20:34 WIB

Pelaksanaan Reses ke-3 DPRD DKI Jakarta Bahas Penataan Kawasan dan Pengelolaan Sampah di Penjaringan

Sabtu, 20 Juni 2026 - 19:55 WIB

Reformasi Belum Selesai! Mahasiswa Kepung DPR RI, Ultimatum 7 Hari untuk Negara

Berita Terbaru

Ekonomi & Bisnis

BRI KC Tangerang Ahmad Yani Gelar Upacara Hari Lahir Pancasila 2026

Senin, 22 Jun 2026 - 18:52 WIB