Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Iklan
Iklan

Pasang Iklan Hubungi Admin

Baca berita tanpa iklan. Gabung Suara Realitas

Suara Realitas Official AppGRATIS • Berita terkini Install
Gabung Suara Realitas Masuk
S+
Tranding
Pasang iklan di sini

Jangkau pembaca Suara Realitas. Hubungi admin untuk tarif dan ketentuan iklan.

Bagikan:fXWTProyek Rehabilitasi Saluran Air dan Trotoar di Jalan KH.Hasyim Azhari Molor, BPAN Minta APH Segera Melirik!Komentar: 0

Proyek Rehabilitasi Saluran Air dan Trotoar di Jalan KH.Hasyim Azhari Molor, BPAN Minta APH Segera Melirik!

Suara Realitas, 3 Januari 2023, 12:49 WIB · 3 menit bacaBaca di App
Huruf
Proyek Rehabilitasi Saluran Air dan Trotoar di Jalan KH.Hasyim Azhari Molor, BPAN Minta APH Segera Melirik!
Foto Istimewa/DimensiNews


TANGERANG BANTEN – Proyek pembangunan saluran air dan trotoar di Jalan KH.Hasyim Azhari Kota Tangerang, molor dari waktu yang diharapkan, Selasa 3 Januari 2023.

Aktivis Tangerang Raya yang juga Ketua Badan Penelitian Aset Negara Republik Indonesia (BPAN RI) Kota Tangerang H.Muhdi menilai pekerjaan pembangunan saluran air dan trotoar di Jalan KH.Hasyim Azhari Kota Tangerang tidak profesional dan asal-asalan.

Pasalnya kata H.Mudi, seharusnya tahun sudah berganti semua pekerjaan yang di biayai oleh pemerintah itu  harusnya sudah selesai di kerjakan oleh pihak kontraktor sesuai dengan kontrak kerja 150 hari kalender.

“Harusnya sudah selesai di akhir tahun 2021 lalu. Kenapa sampai hari ini masih terus di kerjakan oleh pihak kontraktor???,” ujar H.Muhdi saat di temui di kawasan Pusat Pemerintahan Kota Tangerang, (02/01/2023), dikutip DimensiNews.

Ia juga menilai bahwa pekerjaan saluran dan trotoar oleh Dinas PUPR Provinsi Banten yang di kerjakan oleh CV. Razan Bangun Nusantara dengan Anggaran Rp.9.994.594.000.00 masih jauh dari kata rampung dan terkesan asal jadi tanpa mengedepankan kwalitas.

“Kalau pun harus ada perpanjangan waktu kerja tentunya harus melalui mekanisme yang sudah di tentukan, dan jangan karena mengejar waktu harus mengabaikan kwalitas pekerjaan. Sudah tidak tepat waktu, kerjaan juga nga jelas amburadul,” ujarnya.

Baca Juga :  Kemensos Perkuat Kemandirian Ekonomi Puluhan Kelompok Miskin dan Rentan di Solo dan Sekitarnya

Selain itu H.Muhdi juga menilai, kalau dilihat dari target waktu dan hasil pekerjaan yang sudah jadi bahwa kontraktor tersebut tidak memiliki kemampuan kerja yang baik dan benar.

“Harusnya dengan anggaran hampir mencapai 10 milyar itu pekerjaan bisa rampung tepat waktu dan berkualitas sesuai harapan masyarakat, karena yang di gunakan adalah uang dari pajak masyarakat. Harus profesional dong,” tegasnya.

Lanjut ia menjelaskan, dari hasil penelusuran kita di lapangan pekerjaan saluran dan trotoar itu berantakan banyak U-Ditch yang tidak nyambung satu dengan yang lainnya, dan banyak yang terputus.

“U-ditch juga masih menumpuk di bawah kolong tol dan para pekerja masih tampak terus bekerja, yang seharusnya sudah di hentikan karena sudah lewat tahun dan harus dianggarkan di tahun berikutnya. Padahal itu proyek bukan proyek multi year kenapa sampai nyeberang tahun,” ujarnya.

H.Muhdi juga meminta kepada pihak Dinas PUPR Provinsi Banten dan APH untuk mengkaji kembali perihal proyek saluran dan trotoar di Jalan KH.Hasyim Azhari yang menelan anggaran hampir 10 milyar tersebut. Karena banyak yang tidak sesuai dengan harapan masyarakat.

Baca Juga :  Kemeriahan STQ Ke-XII Kresek Tersisa Tanda Tanya Besar di Balik Anggaran

“Jangan sampai jatuh kepada tangan yang salah, karena itu uang rakyat, kalau jatuh ke tangan yang salah ya begini hasilnya. Sudah tidak tepat waktu pekerjaannya juga tidak berkualitas dengan baik dan bisa menimbulkan kerugian bagi masyarakat dan megara,” katanya.

Tutup H.Muhdi, kalau lihat dari judul proyeknya saja sudah salah, di Judul proyeknya Rehabilitasi Jalan KH.Hasyim Azhari, padahal jalannya tidak ada yang di rehab, melainkan pekerjaan saluran dan trotoar.

Hal senada juga di sampaikan oleh Ahmad salah satu warga sekitar Jalan KH.Hasyim Azhari, menilai kontraktor yang mengerjakan itu tidak profesional.

“Tidak profesional pak. Lihat saja hasilnya berantakan tidak sesuai harapan masyarakat, dan juga terlalu lelet pekerjaannya, sehingga menganggu aktivitas warga karena galian saluran tak kunjung rampung,” kata Ahmad dilokasi.

Ahmad juga meminta kepada pihak terkait Dinas PUPR Provinsi Banten untuk turun langsung mengecek kwalitas dari pembangunan saluran dan trotoar di wilayahnya itu.

“Kalau begini kerjaannya jelas masyarakat sangat di rugikan oleh oknum-oknum yang mengerjakan dan tidak profesional,” tutupnya.*(SR)

Lihat Berita Aktual Selengkapnya→
Memuat berita berikutnya…
Artikel Terkait Berita Aktual
NasionalKanal lain