Mepantigan Batubulan, Rekomendasi Olahraga Gulat Ala Bali Berbasis Budaya

- Jurnalis

Rabu, 13 April 2022 - 21:59 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

Mepantigan Batubulan, Rekomendasi Olahraga Gulat Ala Bali Berbasis Budaya
Potret Pertandingan Olahraga Gulat Ala Bali

Kabupaten Gianyar – Apa yang terlintas di benak sobat traveler bila yang ingin tahu rasanya berantem atau gulat di tengah sawah…

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kalau sobat traveler penasaran, apakah sudah ada yang tahu tentang Gulat ala Bali ???

Olahraga gulat ala Bali begitu identik dengan salah satu tradisi juga atraksi wisata budaya tradisional (sport tourism) yang berada di kawasan Batubulan. Pertandingan olahraga gulat mungkin sudah tidak asing lagi di Indonesia. Bertanding gulat berarti melakukan kontak fisik satu sama lain, dimana salah seorang pegulat harus menjatuhkan atau dapat mengontrol musuh mereka. 

Pertandingan gulat biasanya dilakukan diatas matras, namun uniknya berbeda halnya dengan pertandingan gulat ala Bali satu ini yang memanfaatkan lumpur sebagai matrasnya. Karena dilakukan di areal sawah berlumpur. 

Perlu diketahui, kawasan Batubulan dikenal tidak hanya olahraga gulat ala Bali saja, tapi juga dengan para pengrajin patung batu padas, dan pementasan tari Barong. Sedangkan, teruntuk kawasan Ubud ini memang kaya dengan keindahan alam sawah terasering dalam nuansa alam pedesaan, pementasan budaya, dan hasil karya seni yang sudah mendunia, serta menjadi salah satu pusat pariwisata Bali.

Nah, bagi anda yang penasaran dengan olahraga gulat lumpur ini, ada tempat sport tourism di Bali namanya ‘Mepantigan Batubulan’

Yuk, kita kepoin..!!!

Mepantigan Batubulan lokasinya sangat strategis karena persis berada di Jl. Pasekan Pondok Batu Alam No.30 Banjar Tubuh, Batubulan, Kecamatan Sukawati, Kabupaten Gianyar, Bali (80582).

Potret Keseruan Wisatawan Asing 


Lalu, siapa sih yang tidak kenal Mepantigan Batu ?? sport tourism yang berada di kawasan Batubulan, anda sudah pasti tahu Mepantigan Batu ini dikenal sebagai salah satu olahraga gulat ala Bali, dan kerap menjadi pilihan aktivitas liburan favorit bagi para wisatawan lokal, domestik maupun mancanegara yang menjadi ketertarikan khusus.

Baca Juga :  Diskum Kabupaten Tangerang Dorong Modernisasi Koperasi

Meski Mepantigan belum menjadi seni beladiri yang populer di tanah air, tetapi menjadi salah satu tradisi atau atraksi seni bela diri tradisional di Bali yang masih bertahan sampai sekarang. 

Sementara itu, sudah tak terhitung artis dunia yang berkunjung ke tempat wisata Mepantigan Batubulan, Gianyar dan salah satu artis dunia yang beberapa kali mengunjungi tempat ini adalah Kim Kardashian. 

Artis dalam negeri juga sangat memfavoritkan tempat ini, karena selain berolahraga bela diri atau pertarungan bebas yang menyenangkan di dalam lumpur juga menikmati alam yang segar sekaligus menyehatkan tubuh.

Kemudian, acara bergulat atau bertarung di lumpur dipandu oleh Putu Witsen Widjaya yang juga seorang Taekwondoin handal. Putu Witsen Widjaya pun mengajari tehnik-tehnik yang benar, agar pertarungan berjalan dengan seru, dan aman.

Selain itu, kamu bisa menghabiskan waktu berolahraga gulat kamu di Mepantigan Batubulan, sambil duduk dikelilingi sawah maupun pohon yang rimbun, sekaligus menyatu dengan alam semesta yang begitu indah bagi pengunjung dengan menikmati kopi lumpur, teh lumpur, pisang goreng, snack tradisional, dan semua makanan di tempat ini adalah daging ayam yang di jamin halal, serta tidak menyediakan selain daging ayam, so Mepantigan Batubulan is right place.

Menurut Owner Putu Witsen Widjaya, Mepantigan Batubulan ini sudah berdiri sejak 8 tahun hingga saat ini. 

Putu Witsen Widjaya Pemilik Mepantigan Batubulan Gianyar Bali Sedang Berkuda 

“Mepantigan Batubulan ini sudah berjalan melalui berbagai media sosial yang menyediakan konsep menyatu dengan alam, karena kegiatannya dilakukan di alam terbuka dengan memanfaatkan sarana, dan prasarana dari alam seperti, lumpur, bambu, dan kelapa kering, serta angsa, yang bisa di nikmati Mepantigan Batubulan ini,” ungkap Putu Witsen Widjaya saat dimintai keterangan oleh wartawan, Rabu, (13/4/2022).

Baca Juga :  Musrenbang Kecamatan Kresek Prioritaskan Pengembangan SDM dan Ekonomi

Putu Witsen Widjaya menjelaskan, bahwa disini kamu bisa belajar dasar-dasar dari seni bela diri khas Bali yang memilik sedikit kemiripan dengan pencak silat, namun dalam tradisi Mepantigan tersebut lebih banyak menunjukan gerak kunci, dan gerakan membanting untuk menaklukkan lawan, serta dapat langsung merasakan serunya Mepantigan di tengah asrinya persawahan.

“Untuk yang suka berkuda bisa menyusuri, dan menikmati areal persawahan yang luas bersama keluarga. Dan mengenai baju untuk bertarung di lumpur, jangan khawatir karena semua sudah disediakan baju khusus. Kemudian setelah selesai dengan  bersimbah lumpur bisa membasuh, dan membersihkan tubuh dipancuran air yang jernih dari mata air,” jelasnya.

Dengan demikian, kata Owner Mepantigan Batubulan, sebagai salah satu tradisi yang sekarang masih bertahan, Mepantigan juga dimasukan kedalam ajang kompetisi kelas dunia pada tahun 2010. Tradisi Mepantigan ini diikuti oleh lima negara luar yang ikut berpartisipasi yaitu, Denmark, Korea Selatan, Jepang, Belanda, dan Swedia. 

“Dijadikan sebagai pertandingan kompetisi kelas dunia membuat masyarakat Bali bangga memiliki Tradisi Mepantigan ini,” katanya.

Dirinya berharap, agar para penerus bangsa dapat mempertahankan tradisi ini, dan diharapakan tradisi Mepantigan dapat membantu penduduk Bali untuk menarik wisatawan. 


“Tradisi ini terus dilestarikan, dan bisa bertahan, serta menjadi atraksi wisata yang bisa dinikmati oleh wisatawan,” harapnya.

Silahkan berlibur ke Bali, dan nikmati keindahan alam persawahan yang luas nan segar di Mepantigan Batubulan dengan contact persons (0818-352-471).

Penulis: Ukie

Editor: Reza

Berita Terkait

Jelang Munas X, LDII Jakarta Utara Perkuat Sinergi dengan Pemerintah Daerah
Arus Balik Meningkat, Korlantas Terapkan One Way dari KM 132 hingga KM 70
Karang Taruna Sungai Bambu Gelar Kegiatan Berbagi Takjil Ramadhan 1447 H
DKM Miftahusalam bersama Pengurus RW 12 Peringati Nuzulul Qur’an dan santunan 
Kanwil Kamenag Provinsi Banten Jalankan Program Masjid Ramah Pemudik
Ramadhan, Moralitas Publik, dan Masa Depan Politik Umat
Bulan Ramadhan || Aceng Syamsul Hadie: Bulan Revolusi Moral Umat 
Hak Jawab dan Klarifikasi Soal Gudang di Limus Nunggal Cileungsi

Berita Terkait

Senin, 30 Maret 2026 - 23:34 WIB

Jelang Munas X, LDII Jakarta Utara Perkuat Sinergi dengan Pemerintah Daerah

Jumat, 27 Maret 2026 - 22:51 WIB

Arus Balik Meningkat, Korlantas Terapkan One Way dari KM 132 hingga KM 70

Kamis, 19 Maret 2026 - 20:53 WIB

Karang Taruna Sungai Bambu Gelar Kegiatan Berbagi Takjil Ramadhan 1447 H

Minggu, 15 Maret 2026 - 21:47 WIB

DKM Miftahusalam bersama Pengurus RW 12 Peringati Nuzulul Qur’an dan santunan 

Kamis, 12 Maret 2026 - 15:35 WIB

Kanwil Kamenag Provinsi Banten Jalankan Program Masjid Ramah Pemudik

Berita Terbaru