Jelang Akhir Tahun, Presiden Joko Widodo Minta Percepatan Realisasi APBN 2021

- Jurnalis

Kamis, 18 November 2021 - 14:43 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

Jelang Akhir Tahun, Presiden Joko Widodo Minta Percepatan Realisasi APBN 2021
Presiden Joko Widodo meminta percepatan realisasi APBN 2021.

Suararealitas.com, Jakarta – Presiden Joko Widodo menekankan pentingnya percepatan realisasi APBN dan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). Setiap kementerian/lembaga diminta untuk berkonsentrasi dalam mempercepat realisasi tersebut. 

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Presiden pun menginstruksikan Menteri Dalam Negeri, Tito Karnavian untuk memperhatikan kembali daerah dengan serapan APBD yang masih rendah. 

“Tekankan pada mereka bahwa APBD ini penting untuk pertumbuhan ekonomi kita,” ujar Presiden saat memberikan arahan dalam Sidang Kabinet Paripurna di Kantor Presiden, Jakarta, pada Rabu, 17 November 2021.

Dalam sidang kabinet tersebut, Presiden meminta jajarannya, untuk mewaspadai berbagai risiko global yang mungkin terjadi kedepan. Perkembangan ekonomi global perlu diperhatikan guna menjaga pertumbuhan ekonomi nasional. 

“Seperti perlambatan ekonomi di Tiongkok, betul-betul dilihat karena ekspor kita kesana gede. Kemudian risiko tapering off dari Amerika betul-betul dilihat, dampak dan apa yang harus kita siapkan, apa yang harus kita lakukan,” tambahnya. 

Baca Juga :  Prestasi Gemilang Captain Hakeng: Wisudawan Terbaik UBHARA JAYA dengan 9 Buku dan 4 Jurnal!

Selain itu, Presiden juga menyoroti fenomena siklus commodity supercycle. Presiden merasa fenomena ini juga perlu diwaspadai apalagi komoditas unggulan ekspor Indonesia saat ini melonjak tinggi. 

“Ini umumnya berlangsung, biasanya hanya berlangsung 18 bulan, jadi langkah-langkah antisipasi untuk itu harus diberikan dengan menguatkan industri pengelolaan yang berorientasi ekspor,” imbuhnya. 

Presiden Joko Widodo mengatakan, bahwa tantangan pada tahun 2022 akibat pandemi Covid-19 ada pada potensi berlanjutnya pandemi dan perlambatan ekonomi dunia. Oleh karena ini, Presiden meminta agar Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tahun 2022 harus dapat menjadi instrumen utama dalam menggerakan pertumbuhan ekonomi nasional. 

“Karena itu, APBN di tahun 2022 harus bisa menjadi instrumen utama untuk menggerakkan pertumbuhan ekonomi, memperkuat daya tahan ekonomi, mengakselerasi daya saing kita, utamanya daya saing di ekspor dan daya saing diinvestasi,” jelasnya

Menurut Presiden, penajaman dan efisien belanja perlu dilakukan. Anggaran belanja yang tidak perlu dapat dialihkan ke anggaran belanja produktif dan anggaran tersebut diharapkan sudah dapat direalisasikan pada Januari 2022.

Baca Juga :  BRI Kanca Jelambar Gelar BRILIAN OF THE MOON sebagai Bentuk Apresiasi Kinerja Pekerja

“Artinya dibulan-bulan ini kita akan mempersiapkan administrasi untuk agar diawal tahun, dibulan Januari (2022) itu sudah bisa dieksekusi dan kita harus menyiapkan, sekali lagi dasar untuk pelaksanaan itu,” ucapnya. 

Dalam keterangannya, Menteri Keuangan, Sri Mulyani mengatakan, bahwa tahun 2022 setiap kementerian/lembaga diminta melakukan pencadangan anggaran sebesar lima persen dari anggaran keseluruhan untuk menghadapi kemungkinan akibat Covid-19. 

“Ada satu hal yang penting untuk 2022, Bapak Presiden juga menginstruksikan agar seluruh kementerian/lembaga melakukan pencadangan, sehingga kalau sampai terjadi adanya situasi seperti yang kita hadapi dengan varian Delta dibulan Juli-Agustus lalu, kita tidak perlu melakukan refocusing yang membuat disrupsi didalam pelaksanaan anggaran,” ujar Menteri Keuangan.*(Red)

Jakarta, 18 November 2021

Biro Pers, Media, dan Informasi Sekretariat Presiden

Berita Terkait

Menko Polkam Ajak Semua Pihak Bersinergi Wujudkan Ruang Digital Aman bagi Anak Indonesia
Proyek MLFF tetap berlanjut, pemerintah mulai tahap pengujian
DPD BMI DKI JAKARTA Berbagi 1000 Takjil di Momen Ramadhan 1447 H
PERADI Kota Depok Gelar Buka Puasa Bersama dan Berbagi Takjil, Perkuat Solidaritas Advokat
Antusiasme Warga Membludak, DPC PDI Perjuangan Kota Depok Gelar Bakti Sosial Cek Kesehtan Gratis
Menko Polkam Pimpin Apel Kesiapsiagaan Karhutla 2026 di Riau, Tegaskan Komitmen Pencegahan Dini
Black Owl Gading Serpong Bagikan 200 Paket Takjil Gratis kepada Pengendara di Bulan Ramadan
Zainul Munasichin: Rapimnas IKA PMII Momentum Konsolidasi dan Evaluasi Organisasi

Berita Terkait

Sabtu, 7 Maret 2026 - 15:38 WIB

Menko Polkam Ajak Semua Pihak Bersinergi Wujudkan Ruang Digital Aman bagi Anak Indonesia

Sabtu, 7 Maret 2026 - 10:40 WIB

Proyek MLFF tetap berlanjut, pemerintah mulai tahap pengujian

Sabtu, 7 Maret 2026 - 10:09 WIB

DPD BMI DKI JAKARTA Berbagi 1000 Takjil di Momen Ramadhan 1447 H

Jumat, 6 Maret 2026 - 18:40 WIB

PERADI Kota Depok Gelar Buka Puasa Bersama dan Berbagi Takjil, Perkuat Solidaritas Advokat

Jumat, 6 Maret 2026 - 17:26 WIB

Antusiasme Warga Membludak, DPC PDI Perjuangan Kota Depok Gelar Bakti Sosial Cek Kesehtan Gratis

Berita Terbaru

Berita Aktual

Jurnalis Bagikan Bantuan Untuk Puluhan Warga Kurang Mampu

Minggu, 8 Mar 2026 - 18:10 WIB

Berita Aktual

Kedoya Raya Terendam Banjir, Akses Warga Lumpuh

Minggu, 8 Mar 2026 - 16:14 WIB