Jakarta, Suararealitas.co – PT Pool Advista Finance Tbk (POLA) berhasil membalikkan kinerja keuangan menjadi positif sepanjang tahun buku 2025. Setelah mencatat rugi sebesar Rp27,09 miliar pada 2024, perusahaan pembiayaan tersebut membukukan laba bersih sebesar Rp3,71 miliar pada 2025.
Capaian tersebut dipaparkan Direktur PT Pool Advista Finance Tbk, Nuryatun, dalam Public Expose Tahunan 2026 yang digelar bersamaan dengan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST), Selasa (30/6/2026). Kegiatan berlangsung secara hybrid dari Aula Pertemuan PT Pool Advista Finance Tbk dan diikuti oleh para pemegang saham, investor, serta pemangku kepentingan lainnya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Dalam pemaparannya, Nuryatun menjelaskan bahwa perbaikan kinerja didorong oleh peningkatan pendapatan dan keberhasilan Perseroan melakukan efisiensi operasional. Pendapatan Perseroan meningkat menjadi Rp25,01 miliar pada 2025 dari Rp17,57 miliar pada tahun sebelumnya, sementara beban usaha berhasil ditekan menjadi Rp21,30 miliar dari Rp44,66 miliar pada 2024.
Perbaikan tersebut turut mendorong penguatan fundamental keuangan Perseroan. Total aset pada akhir 2025 tercatat sebesar Rp228,88 miliar, meningkat dibandingkan Rp225,03 miliar pada 2024. Liabilitas relatif terjaga pada level Rp7,19 miliar, sedangkan ekuitas mencapai Rp253,90 miliar.
Dari sisi kualitas pembiayaan, Nuryatun menyampaikan Perseroan juga mencatatkan perkembangan yang positif. Rasio Piutang Pembiayaan Bermasalah Bersih (NPF Net) turun signifikan dari 18,86 persen pada 2024 menjadi hanya 0,81 persen pada 2025. Sementara itu, rasio Beban Operasional terhadap Pendapatan Operasional (BOPO) termasuk Cadangan Kerugian Penurunan Nilai (CKPN) membaik dari 276,61 persen menjadi 90,38 persen.
Kinerja profitabilitas pun berbalik positif. Return on Assets (ROA) meningkat dari minus 11,87 persen menjadi positif 1,78 persen, sedangkan Return on Equity (ROE) berubah dari minus 11,83 persen menjadi positif 1,76 persen.
Meski demikian, Nuryatun mengungkapkan total piutang pembiayaan masih mengalami penurunan menjadi Rp119,92 miliar pada 2025 dibandingkan Rp133,25 miliar pada tahun sebelumnya. Penurunan terutama berasal dari pembiayaan syariah yang turun menjadi Rp63,48 miliar. Di sisi lain, pembiayaan konvensional mulai menunjukkan tren pemulihan dengan meningkat menjadi Rp56,44 miliar dibandingkan Rp46,82 miliar pada 2024.
Dalam Public Expose tersebut, Nuryatun juga memaparkan arah pengembangan usaha ke depan. Fokus strategi perusahaan meliputi penguatan penerapan tata kelola perusahaan yang baik (Good Corporate Governance/GCG) dan manajemen risiko, peningkatan kompetensi sumber daya manusia, percepatan penyelesaian pembiayaan bermasalah, peningkatan kualitas tenaga pemasaran dan analis kredit, serta menjaga kualitas portofolio pembiayaan melalui monitoring yang lebih efektif.
Selain itu, Perseroan menargetkan peningkatan pembiayaan baru yang berkualitas dan mempertahankan tingkat kesehatan perusahaan hingga mencapai kategori “Sehat”.
Sebagai perusahaan pembiayaan, PT Pool Advista Finance Tbk menjalankan kegiatan usaha pada segmen pembiayaan investasi, pembiayaan modal kerja, pembiayaan multiguna, serta pembiayaan syariah. Wilayah operasional Perseroan mencakup DKI Jakarta, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Sulawesi Selatan.
Dalam kesempatan tersebut, Nuryatun juga menyampaikan informasi material mengenai proses hukum yang masih berlangsung atas gedung kantor Perseroan. Saat ini perkara tersebut masih dalam proses di Mahkamah Agung. Perseroan menegaskan tetap mempertahankan hak kepemilikannya sebagai pihak ketiga yang beritikad baik atas gedung kantor yang sebelumnya dirampas oleh Kejaksaan Agung RI dalam perkara tindak pidana yang melibatkan pihak lain.
Dengan membaiknya kinerja keuangan, meningkatnya efisiensi operasional, serta kualitas pembiayaan yang semakin sehat, Perseroan optimistis dapat memperkuat fundamental bisnis dan mendorong pertumbuhan usaha yang berkelanjutan pada tahun-tahun mendatang.




































