JARR Targetkan Peningkatan Profitabilitas 2026, Genjot Utilisasi Pabrik Biodiesel hingga 70%

- Jurnalis

Rabu, 17 Juni 2026 - 12:28 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta, Suararelitas.co – PT Jhonlin Agro Raya Tbk (JARR) menargetkan peningkatan profitabilitas pada 2026 melalui optimalisasi utilisasi pabrik biodiesel, peningkatan kontribusi pasokan crude palm oil (CPO) internal, serta penguatan penjualan produk minyak goreng di tengah prospek positif industri biodiesel nasional.

Strategi tersebut disampaikan dalam Public Expose 2026 bertema “Tangguh Bertumbuh, Berkelanjutan Melangkah” yang dipaparkan Direktur Utama Indra Irawan bersama Direktur Keuangan Temmy Iskandar pada 17 Juni 2026.

JARR merupakan perusahaan perkebunan kelapa sawit terintegrasi yang menjalankan kegiatan usaha dari sektor hulu hingga hilir, meliputi perkebunan kelapa sawit, pengolahan CPO, biodiesel, dan minyak goreng. Saat ini Perseroan didukung lahan Hak Guna Usaha (HGU) seluas 27.936 hektare dengan luas tanam mencapai 18.044 hektare. Perseroan juga memiliki pabrik biodiesel berkapasitas 1.500 ton per hari (TPD), pabrik minyak goreng berkapasitas 250 TPD, serta pabrik kelapa sawit berkapasitas 60 ton per jam.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dalam pemaparannya, manajemen menyampaikan bahwa Perseroan mampu mempertahankan kinerja yang solid sepanjang 2025 hingga kuartal I 2026. Sepanjang 2025, JARR membukukan penjualan bersih sebesar Rp4,28 triliun, meningkat 11 persen dibandingkan Rp3,86 triliun pada 2024. Laba tahun berjalan tercatat sebesar Rp268,48 miliar, meningkat dibandingkan Rp260,73 miliar pada tahun sebelumnya.

Sementara hingga kuartal I 2026, Perseroan mencatatkan penjualan bersih sebesar Rp776,51 miliar dengan laba bersih mencapai Rp41,33 miliar.

Baca Juga :  Sharing Session Doa Pagi Bahas Ketentuan Denda Pelunasan Dipercepat Kredit Segmen Commercial, Medium, dan Small

Dari sisi posisi keuangan, total aset Perseroan tercatat sebesar Rp3,96 triliun per Maret 2026, dengan total liabilitas sebesar Rp2 triliun dan total ekuitas sebesar Rp1,96 triliun. Perseroan juga mencatatkan perbaikan rasio keuangan yang tercermin dari meningkatnya current ratio menjadi 4,85 kali pada kuartal I 2026 serta penurunan debt to equity ratio menjadi 1,02 kali.

Peningkatan kinerja tersebut turut didukung oleh membaiknya profitabilitas perusahaan. Gross profit margin meningkat menjadi 17,53 persen pada 2025 dibandingkan 12,45 persen pada 2024, sementara EBITDA tercatat sebesar Rp632,09 miliar.

Manajemen menilai prospek bisnis biodiesel nasional masih menjanjikan seiring berlanjutnya program mandatori biodiesel pemerintah. Indonesia terus mendorong implementasi biodiesel dari B35 menuju B40 serta target B50 untuk memperkuat ketahanan energi nasional dan meningkatkan nilai tambah industri kelapa sawit domestik.

Untuk tahun 2026, pemerintah menargetkan alokasi biodiesel sekitar 19,7 juta hingga 19,8 juta kiloliter per tahun. Dalam perkembangannya, target implementasi B50 yang sering disebut pada 2026 tetap bergantung pada hasil uji teknis, kesiapan industri, dan aspek pendanaan.

Pada segmen biodiesel, Perseroan memperoleh kuota penyaluran biodiesel sebesar 336.779 kiloliter pada 2025 dengan realisasi penjualan mencapai 254.436 kiloliter. Hingga Maret 2026, realisasi penyaluran biodiesel tercatat sebesar 39.392 kiloliter.

Untuk meningkatkan laba bersih pada 2026, Perseroan menargetkan peningkatan utilisasi pabrik biodiesel hingga 60–70 persen guna meningkatkan volume produksi dan efisiensi operasional. Selain itu, kontribusi CPO internal yang saat ini telah mencapai sekitar 20 persen dari total kebutuhan bahan baku ditargetkan meningkat menjadi 20–25 persen guna memperkuat pasokan dan meningkatkan efisiensi biaya produksi.

Baca Juga :  Kebersihan dan Keamanan Jadi Prioritas, BRI KCP Cilegon Jaga Kenyamanan Nasabah di Galeri ATM

Di sisi hilir, Perseroan juga akan meningkatkan penjualan produk minyak goreng yang telah dipasarkan di wilayah Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Timur. Perseroan juga akan mengoptimalkan pemanfaatan sumber daya perusahaan guna meningkatkan produktivitas, efektivitas operasional, dan profitabilitas.

Meski demikian, Perseroan mengakui masih menghadapi sejumlah tantangan, antara lain ketersediaan dan volatilitas harga bahan baku, perubahan regulasi terkait program biodiesel nasional, serta kebijakan levy tax atas ekspor produk Palm Fatty Acid Distillate (PFAD) dan Crude Glycerin yang berpotensi memengaruhi kinerja perusahaan.

Selain itu, JARR juga tengah mempersiapkan langkah untuk memenuhi ketentuan free float Bursa Efek Indonesia sebesar 12,5 persen pada 31 Maret 2027 dan 15 persen pada 31 Maret 2028. Untuk memenuhi ketentuan tersebut, Perseroan berkomitmen meningkatkan porsi saham publik melalui divestasi bertahap di pasar reguler maupun melalui skema private placement kepada investor strategis nonafiliasi.

Melalui peningkatan utilisasi pabrik biodiesel, penguatan pasokan CPO internal, perluasan pasar minyak goreng, serta optimalisasi efisiensi operasional, JARR optimistis dapat terus meningkatkan kinerja usaha dan profitabilitas pada 2026 seiring berkembangnya industri biodiesel nasional.

Berita Terkait

Alvino Antonio: Indo Livestock 2026 Bantu Peternak Akses Teknologi, Data Jadi Kunci Stabilitas Harga Telur
Berawal dari Hobi, Tim Tata Kembangkan Domba Juara Bernilai Rp500 Juta
KKP: Hilirisasi Kunci Indonesia Jadi Pusat Industri Rumput Laut Dunia
Medion Hadirkan Produsen Telur SPF Pertama di Indonesia, Perkuat Kemandirian Vaksin Nasional
LAND Catat Lonjakan Laba Bersih 165,2 Persen pada Kuartal I 2026
HOMI Catat Kenaikan Laba 2025, Perkuat Strategi Pengembangan Residensial.
Pendapatan SOLA Melesat ke Rp333,99 Miliar pada 2025, Laba Naik Jadi Rp44,64 Miliar
UMKM Kerupuk Mugianto di Kedoya Utara Berdayakan Ibu-ibu Lokal, Buka Lapangan Kerja dan Dongkrak Ekonomi Warga

Berita Terkait

Rabu, 17 Juni 2026 - 12:28 WIB

JARR Targetkan Peningkatan Profitabilitas 2026, Genjot Utilisasi Pabrik Biodiesel hingga 70%

Selasa, 16 Juni 2026 - 15:47 WIB

Alvino Antonio: Indo Livestock 2026 Bantu Peternak Akses Teknologi, Data Jadi Kunci Stabilitas Harga Telur

Selasa, 16 Juni 2026 - 15:05 WIB

Berawal dari Hobi, Tim Tata Kembangkan Domba Juara Bernilai Rp500 Juta

Selasa, 16 Juni 2026 - 13:58 WIB

KKP: Hilirisasi Kunci Indonesia Jadi Pusat Industri Rumput Laut Dunia

Selasa, 16 Juni 2026 - 13:18 WIB

Medion Hadirkan Produsen Telur SPF Pertama di Indonesia, Perkuat Kemandirian Vaksin Nasional

Berita Terbaru