Jakarta, Suararealitas.co – PT Hassana Boga Sejahtera Tbk (NAYZ) tetap optimistis terhadap prospek industri makanan bayi dan produk nutrisi anak di Indonesia meski membukukan rugi bersih pada 2025. Perseroan menilai pertumbuhan jumlah penduduk, tingginya angka kelahiran, serta meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap produk pangan sehat menjadi peluang bagi pengembangan bisnis ke depan. Hal tersebut disampaikan dalam paparan Public Expose di Jakarta, (5/6/2026).
Direktur Utama NAYZ, Dody Arifianto, mengatakan pasar makanan bayi nasional masih memiliki potensi pertumbuhan yang besar, terutama pada segmen makanan pendamping ASI (MPASI) organik.
Sepanjang 2025, NAYZ membukukan penjualan neto sebesar Rp23,9 miliar. Perseroan mencatat laba kotor sebesar Rp6,7 miliar, namun masih membukukan rugi bersih sebesar Rp4,3 miliar pada tahun buku 2025.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Dari sisi posisi keuangan, total aset perseroan tercatat sebesar Rp68,3 miliar per 31 Desember 2025. Sementara itu, total liabilitas sebesar Rp2,44 miliar dan total ekuitas mencapai Rp65,9 miliar. Struktur permodalan perseroan tergolong konservatif dengan rasio utang terhadap ekuitas (Debt to Equity Ratio/DER) sebesar 0,04 kali serta tanpa pinjaman bank maupun lembaga keuangan.
Menurut Dody, prospek industri makanan bayi masih sangat menjanjikan. Berdasarkan proyeksi kependudukan, jumlah penduduk Indonesia diperkirakan terus meningkat hingga mendekati 300 juta jiwa pada 2030. Rata-rata jumlah kelahiran bayi di Indonesia hingga tahun tersebut diperkirakan mencapai sekitar 4,5 juta bayi per tahun.
Pertumbuhan populasi tersebut diyakini akan mendorong peningkatan permintaan produk makanan bayi dan nutrisi anak. Selain itu, pasar produk bayi nasional diproyeksikan terus berkembang hingga 2029, dengan segmen makanan bayi tetap menjadi kontributor terbesar.
Perseroan juga menyoroti prospek pasar MPASI organik yang diperkirakan tumbuh signifikan dari sekitar Rp4,2 triliun pada 2024 menjadi lebih dari Rp10 triliun pada 2029. Pertumbuhan tersebut mencerminkan meningkatnya perhatian orang tua terhadap kualitas dan kandungan nutrisi produk yang dikonsumsi anak.
Untuk menangkap peluang tersebut, NAYZ menyiapkan sejumlah strategi bisnis yang berfokus pada kebutuhan pelanggan, penguatan inovasi produk, peningkatan kualitas, pengembangan sumber daya manusia, serta peningkatan kemampuan adaptasi terhadap perubahan pasar dan preferensi konsumen.
Perseroan saat ini mengembangkan berbagai produk makanan bayi berbahan baku lokal, seperti MPASI organik, bubur organik, fortified protein, kaldu organik, dan produk nutrisi keluarga lainnya yang menggunakan bahan alami hasil pertanian Indonesia. Seluruh produk telah didukung sertifikasi halal, izin BPOM, sertifikasi organik, serta penerapan standar keamanan pangan.
Di sisi pemasaran, NAYZ memanfaatkan jaringan distribusi nasional melalui kanal ritel modern dan platform digital. Produk perseroan telah dipasarkan di berbagai wilayah Indonesia, termasuk Pulau Jawa, Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, Bali, Lombok, hingga Papua.
Selain fokus pada pengembangan usaha, perseroan juga menjalankan program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) melalui berbagai kegiatan sosial dan program berbagi produk kepada masyarakat sebagai bagian dari komitmen terhadap pemangku kepentingan.
Dengan prospek pertumbuhan pasar makanan bayi dan MPASI organik yang masih terbuka lebar, manajemen optimistis strategi pengembangan produk dan perluasan pasar dapat menjadi pendorong pertumbuhan kinerja perseroan pada tahun-tahun mendatang.




































