NAYZ Optimistis Pasar MPASI Organik Tembus Rp10 Triliun pada 2029

- Jurnalis

Jumat, 5 Juni 2026 - 17:56 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta, Suararealitas.co – PT Hassana Boga Sejahtera Tbk (NAYZ) tetap optimistis terhadap prospek industri makanan bayi dan produk nutrisi anak di Indonesia meski membukukan rugi bersih pada 2025. Perseroan menilai pertumbuhan jumlah penduduk, tingginya angka kelahiran, serta meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap produk pangan sehat menjadi peluang bagi pengembangan bisnis ke depan. Hal tersebut disampaikan dalam paparan Public Expose di Jakarta, (5/6/2026).

Direktur Utama NAYZ, Dody Arifianto, mengatakan pasar makanan bayi nasional masih memiliki potensi pertumbuhan yang besar, terutama pada segmen makanan pendamping ASI (MPASI) organik.

Sepanjang 2025, NAYZ membukukan penjualan neto sebesar Rp23,9 miliar. Perseroan mencatat laba kotor sebesar Rp6,7 miliar, namun masih membukukan rugi bersih sebesar Rp4,3 miliar pada tahun buku 2025.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dari sisi posisi keuangan, total aset perseroan tercatat sebesar Rp68,3 miliar per 31 Desember 2025. Sementara itu, total liabilitas sebesar Rp2,44 miliar dan total ekuitas mencapai Rp65,9 miliar. Struktur permodalan perseroan tergolong konservatif dengan rasio utang terhadap ekuitas (Debt to Equity Ratio/DER) sebesar 0,04 kali serta tanpa pinjaman bank maupun lembaga keuangan.

Baca Juga :  KUAS Optimistis Kinerja Tumbuh pada 2026, Bidik Penjualan Rp192 Miliar

Menurut Dody, prospek industri makanan bayi masih sangat menjanjikan. Berdasarkan proyeksi kependudukan, jumlah penduduk Indonesia diperkirakan terus meningkat hingga mendekati 300 juta jiwa pada 2030. Rata-rata jumlah kelahiran bayi di Indonesia hingga tahun tersebut diperkirakan mencapai sekitar 4,5 juta bayi per tahun.

Pertumbuhan populasi tersebut diyakini akan mendorong peningkatan permintaan produk makanan bayi dan nutrisi anak. Selain itu, pasar produk bayi nasional diproyeksikan terus berkembang hingga 2029, dengan segmen makanan bayi tetap menjadi kontributor terbesar.

Perseroan juga menyoroti prospek pasar MPASI organik yang diperkirakan tumbuh signifikan dari sekitar Rp4,2 triliun pada 2024 menjadi lebih dari Rp10 triliun pada 2029. Pertumbuhan tersebut mencerminkan meningkatnya perhatian orang tua terhadap kualitas dan kandungan nutrisi produk yang dikonsumsi anak.

Untuk menangkap peluang tersebut, NAYZ menyiapkan sejumlah strategi bisnis yang berfokus pada kebutuhan pelanggan, penguatan inovasi produk, peningkatan kualitas, pengembangan sumber daya manusia, serta peningkatan kemampuan adaptasi terhadap perubahan pasar dan preferensi konsumen.

Baca Juga :  BRI BO Ciputat Terima Kunjungan Menteri Pendidikan, Perkuat Sinergi Pengembangan SDM

Perseroan saat ini mengembangkan berbagai produk makanan bayi berbahan baku lokal, seperti MPASI organik, bubur organik, fortified protein, kaldu organik, dan produk nutrisi keluarga lainnya yang menggunakan bahan alami hasil pertanian Indonesia. Seluruh produk telah didukung sertifikasi halal, izin BPOM, sertifikasi organik, serta penerapan standar keamanan pangan.

Di sisi pemasaran, NAYZ memanfaatkan jaringan distribusi nasional melalui kanal ritel modern dan platform digital. Produk perseroan telah dipasarkan di berbagai wilayah Indonesia, termasuk Pulau Jawa, Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, Bali, Lombok, hingga Papua.

Selain fokus pada pengembangan usaha, perseroan juga menjalankan program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) melalui berbagai kegiatan sosial dan program berbagi produk kepada masyarakat sebagai bagian dari komitmen terhadap pemangku kepentingan.

Dengan prospek pertumbuhan pasar makanan bayi dan MPASI organik yang masih terbuka lebar, manajemen optimistis strategi pengembangan produk dan perluasan pasar dapat menjadi pendorong pertumbuhan kinerja perseroan pada tahun-tahun mendatang.

Berita Terkait

150 Peserta Mancanegara Ramaikan The 6th FUN ASIA EXPO Indonesia 2026, Perkuat Industri Taman Rekreasi dan Ekosistem Pariwisata Nasional
Kapal Panamax Pertama Bersandar di Patimban, MSC BREMERHAVEN V Bawa Ratusan Kontainer Suku Cadang BYD
238 Korban KMP Mutiara Sentosa II Berhasil Dievakuasi, Kemenhub Audit Operator dan Dukung Investigasi KNKT
Menhub Dudy Pastikan Hak Korban Kebakaran KMP Mutiara Sentosa II Dipenuhi, 229 Selamat dan 5 Meninggal
Menhub Dudy Purwagandhi Tinjau Langsung Evakuasi Korban Kebakaran KM Mutiara Sentosa II di Sumenep
Merasa Dibohongi, Pedagang Taman Puring Tagih Janji Revitalisasi, Wacana Alih Fungsi Jadi Taman Picu Kekecewaan
KM Mutiara Sentosa II Terbakar di Laut Jawa, Kemenhub Kerahkan Kapal Patroli dan Percepat Evakuasi Penumpang
Sira Village – Grand Outlet Bali Resmi Dibuka, Perkuat Daya Tarik Investasi dan Pariwisata di KEK Kura Kura Bali

Berita Terkait

Rabu, 5 Agustus 2026 - 11:16 WIB

150 Peserta Mancanegara Ramaikan The 6th FUN ASIA EXPO Indonesia 2026, Perkuat Industri Taman Rekreasi dan Ekosistem Pariwisata Nasional

Rabu, 5 Agustus 2026 - 00:03 WIB

Kapal Panamax Pertama Bersandar di Patimban, MSC BREMERHAVEN V Bawa Ratusan Kontainer Suku Cadang BYD

Selasa, 4 Agustus 2026 - 22:16 WIB

238 Korban KMP Mutiara Sentosa II Berhasil Dievakuasi, Kemenhub Audit Operator dan Dukung Investigasi KNKT

Senin, 3 Agustus 2026 - 18:17 WIB

Menhub Dudy Pastikan Hak Korban Kebakaran KMP Mutiara Sentosa II Dipenuhi, 229 Selamat dan 5 Meninggal

Senin, 3 Agustus 2026 - 18:11 WIB

Menhub Dudy Purwagandhi Tinjau Langsung Evakuasi Korban Kebakaran KM Mutiara Sentosa II di Sumenep

Berita Terbaru