Remunerasi Belum Dibayar, Ratusan Pekerja PT MTI Gelar Aksi Damai di Tanjung Priok

- Jurnalis

Rabu, 13 Mei 2026 - 20:54 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA, suararealitas.co – Kepala Staf Kepresidenan (KSP), Dudung Abdurachman meninjau PT Pelindo (Persero) Tanjung Priok, Jakarta Utara, Rabu (13/05/06).

Kehadiran KSP di Tanjung Priok tersebut merupakan wujud nyata dari komitmen pemerintah untuk mengurai benang kusut birokrasi agar kinerja Pelindo semakin optimal, yang berdampak pada penurunan biaya logistik.

Tidak hanya itu saja, kehadiran KSP juga untuk memastikan transformasi pelabuhan memberikan dampak nyata terhadap efisiensi logistik.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Program kami adalah KSP mendengar. Sehingga setiap ada persoalan-persoalan di lapangan kami akan datang,” ujarnya.

Terpisah, ratusan pekerja pelabuhan anak usaha Pelindo (Persero) yakni PT Multi Terminal Indonesia (MTI) menggelar aksi damai didepan kantor, Rabu (13/05).

Aksi damai yang dilakukan ratusan pegawai anak perusahaan PT Pelindo itu meminta agar management PT MTI secepatnya merealisasikan Remunerasi pekerja yang telah diajukan sejak tahun 2025 yang sampai saat ini belum juga menemui titik terang.

Dalam setiap forum bipartit, serikat pekerja PT MTI menilai pembahasan selalu berakhir menggantung tanpa kepastian dari Plt. Direktur Utama MTI.

Baca Juga :  Gala Premiere "Ambyar Mak Byar" Pecah! Siap Tayang di Bioskop 9 Januari 2025

“Persoalan yang seharusnya dapat diselesaikan melalui komunikasi dan keberanian mengambil kebijakan justru terseret dalam birokrasi panjang yang melibatkan induk perusahaan (Pelindo),” ujar ketua serikat pekerja, Nur Takim.

Serikat pekerja juga menyoroti pola jawaban manajemen yang terus berulang, mulai dari masih dalam proses evaluasi, menunggu harmonisasi, hingga menanti persetujuan dari pihak induk perusahaan, menjadi alasan klasik yang selalu di kumandangkan Plt. Direktur Utama PT MTI Budi Azmi.

Akibatnya, usulan remunerasi kesejahteraan para pekerja PT MTI tidak ada kepastian. Hal itu dikhawatirkan dapat menimbulkan dampak pada pelayanan.

Pelabuhan memiliki fungsi tidak hanya mencari keuntungan, tetapi juga melaksanakan kewajiban pelayanan kepada negara atau public service obligation.

Di samping itu, Pelindo juga memiliki peran dalam menjaga kedaulatan negara melalui penguatan fungsi pelabuhan dalam memberikan nilai tambah bagi negara.

Baca Juga :  Pemprov DKI Gandeng Universitas Indonesia Olah Limbah Cangkang Kerang Cilincing Jadi Produk Bernilai

Hal tersebut selaras dengan program unggulan Presiden Prabowo Subianto guna mendukung program nasional tentang ekosistem logistik.

“Lalu bagaimana dengan Hak pekerja PT MTI yang masih tertahan oleh birokrasi yang dinilai terlalu lamban dan berbelit-belit?,” ujarnya kembali.

Nur mengatakan, jika semakin lama persoalan remunerasi ini dibiarkan menggantung, semakin besar pula potensi turunnya kepercayaan pekerja terhadap komitmen manajemen yang sehat dan berkeadilan.

Menurutnya, bahwa management MTI telah melanggar PKB yang telah disepakati bersama.

“Kami berharap agar tuntutan para pekerja secepatnya di realisasikan sesuai PKB yang telah disepakati bersama,” sebutnya.

“Jika aksi ini tidak dapat respon baik dari management maka dalam waktu dekat kami agak menggelar aksi di gedung Pelindo Tower dengan mengarahkan para pekerja yang lebih banyak,” tutupnya.

Hingga berita ini ditayangkan Plt. Direktur Utama PT MTI (Budi Azmi), Belum memberikan keterangan terkait tuntutan Remunerasi pekerja.

Berita Terkait

Kemenhub Perkuat Budaya Keselamatan Pelayaran Melalui Workshop Safety Training di Atas Kapal Pelni
Perkuat Kesiapsiagaan Hadapi Situasi Darurat, KSOP Kelas 1 Ambon Gelar Top Drill di Kapal Penumpang.
Tingkatkan Kesiapsiagaan, KPLP Bekali Personel SAR Hadapi Situasi Darurat di Laut
Ditjen Perhubungan Laut Optimalkan Aset Negara Untuk Perkuat Pelayanan Kepelabuhanan di Samarinda
Gempa NTT Rusak Sejumlah Pelabuhan, Dermaga Maumere dan Labuan Bajo Terdampak
Kapal Panamax Pertama Bersandar di Patimban, MSC BREMERHAVEN V Bawa Ratusan Kontainer Suku Cadang BYD
238 Korban KMP Mutiara Sentosa II Berhasil Dievakuasi, Kemenhub Audit Operator dan Dukung Investigasi KNKT
Menhub Dudy Pastikan Hak Korban Kebakaran KMP Mutiara Sentosa II Dipenuhi, 229 Selamat dan 5 Meninggal

Berita Terkait

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 20:51 WIB

Kemenhub Perkuat Budaya Keselamatan Pelayaran Melalui Workshop Safety Training di Atas Kapal Pelni

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 20:45 WIB

Perkuat Kesiapsiagaan Hadapi Situasi Darurat, KSOP Kelas 1 Ambon Gelar Top Drill di Kapal Penumpang.

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 20:38 WIB

Tingkatkan Kesiapsiagaan, KPLP Bekali Personel SAR Hadapi Situasi Darurat di Laut

Jumat, 21 Agustus 2026 - 20:31 WIB

Ditjen Perhubungan Laut Optimalkan Aset Negara Untuk Perkuat Pelayanan Kepelabuhanan di Samarinda

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 19:00 WIB

Gempa NTT Rusak Sejumlah Pelabuhan, Dermaga Maumere dan Labuan Bajo Terdampak

Berita Terbaru