SUMATERA BARAT, suararealitas.co – Seorang wanita di Kabupaten Agam, Sumatera Barat, Kurnia Esa Widya Wissa mengeluhkan lambannya penanganan laporan dugaan kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) yang dirinya ajukan ke Polres Agam sejak delapan bulan lalu.
Peristiwa itu terjadi pada Minggu, 14 September 2025 sekitar pukul 11.00 WIB di Jorong Batu Hampar, Nagari Batu Hampar, Kecamatan Lubuk Basung, Kabupaten Agam. Diketahui, terlapor berinisial DZP.
“Apakah ditunggu saya mati dulu?,” cetusnya, Rabu (13/5/2026).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Sontak, korban pun mengaku kecewa dengan lambannya proses penanganan, dan ia mempertanyakan keseriusan penyidik dalam menindaklanjuti laporannya.
“Saya sempat berucap, apakah ditunggu dulu kami perempuan ini mati dianiaya oleh suami yang seharusnya melindungi saya, baru kasus saya diproses oleh kepolisian,” keluhnya.
Korban menambahkan, bahwa dirinya sudah berulang kali datang ke Polres Agam sejak masih hamil hingga kini anaknya berusia empat bulan.
“Sudah capek saya bolak-balik ke Polres itu Pak. Dari hamil enam bulan hingga sekarang bayi saya berumur empat bulan,” katanya.
Serahkan Bukti Video ke Penyidik
Adapun, korban mengaku telah menyerahkan potongan video saat dirinya diduga dianiaya oleh sang suami. Video itu juga dikirimkan kepada suararealitas.co melalui WhatsApp.
“Ini potongan video ketika saya dicekik, dan diseret waktu saya hamil itu Pak,” ujarnya sambil memperlihatkan video tersebut.
Menurut korban, video berdurasi 0,9 detik tersebut merupakan bagian awal yang telah dipotong.
Video lengkapnya sudah dirinya serahkan melalui flashdisk kepada penyidik yang saat itu menangani kasusnya, Brigpol Putri Sri Wahyuni.
“Hingga hari ini, setiap saya datang ke Polres Agam dan bertanya, ‘kemana Ibu Putri yang menangani kasus saya?’, jawaban mereka Ibu Putri sedang cuti melahirkan,” ungkap korban.
Dugaan Kasus Lain Disampaikan Korban
Selain KDRT, korban juga menyampaikan dugaan lain terkait suaminya. Ia menyebut suaminya diduga terlibat dalam praktik jual beli BBM subsidi secara ilegal.
“Suami saya juga diduga pelaku jual beli BBM subsidi milik negara secara ilegal,” katanya.
Hingga berita ini diturunkan pihak Polres Agam belum memberikan keterangan resmi.
Kini, suararealitas.co tengah berusaha melakukan konfirmasi kepada pihak terkait. Konfirmasi akan dimuat pada kolom berikutnya.
Di saat situasi tidak menentu, suararealitas.co tetap berkomitmen memberikan fakta dan realita jernih dari situasi dan kondisi lapangan. Ikuti terus update terkini suararealitas.co.




































