Tangis Korban KDRT di Agam Pecah: Dari Hamil hingga Melahirkan, Laporan Tak Kunjung Ditindak

- Jurnalis

Rabu, 13 Mei 2026 - 14:35 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

POTRET - laporan polisi mengendap 8 bulan, Korban KDRT di Agam mempertanyakan kinerja Penyidik Polres. (Foto: Istimewa).

POTRET - laporan polisi mengendap 8 bulan, Korban KDRT di Agam mempertanyakan kinerja Penyidik Polres. (Foto: Istimewa).

SUMATERA BARAT, suararealitas.co – Seorang wanita di Kabupaten Agam, Sumatera Barat, Kurnia Esa Widya Wissa mengeluhkan lambannya penanganan laporan dugaan kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) yang dirinya ajukan ke Polres Agam sejak delapan bulan lalu.

Peristiwa itu terjadi pada Minggu, 14 September 2025 sekitar pukul 11.00 WIB di Jorong Batu Hampar, Nagari Batu Hampar, Kecamatan Lubuk Basung, Kabupaten Agam. Diketahui, terlapor berinisial DZP.

“Apakah ditunggu saya mati dulu?,” cetusnya, Rabu (13/5/2026).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Sontak, korban pun mengaku kecewa dengan lambannya proses penanganan, dan ia mempertanyakan keseriusan penyidik dalam menindaklanjuti laporannya.

“Saya sempat berucap, apakah ditunggu dulu kami perempuan ini mati dianiaya oleh suami yang seharusnya melindungi saya, baru kasus saya diproses oleh kepolisian,” keluhnya.

Korban menambahkan, bahwa dirinya sudah berulang kali datang ke Polres Agam sejak masih hamil hingga kini anaknya berusia empat bulan.

Baca Juga :  Praktik Parkir Liar di Danau Sunter Disorot, Praktisi Hukum Sebut Bisa Dijerat Pasal Pemerasan 9 Tahun Penjara

“Sudah capek saya bolak-balik ke Polres itu Pak. Dari hamil enam bulan hingga sekarang bayi saya berumur empat bulan,” katanya.

Serahkan Bukti Video ke Penyidik

Adapun, korban mengaku telah menyerahkan potongan video saat dirinya diduga dianiaya oleh sang suami. Video itu juga dikirimkan kepada suararealitas.co melalui WhatsApp.

“Ini potongan video ketika saya dicekik, dan diseret waktu saya hamil itu Pak,” ujarnya sambil memperlihatkan video tersebut.

Menurut korban, video berdurasi 0,9 detik tersebut merupakan bagian awal yang telah dipotong.

Video lengkapnya sudah dirinya serahkan melalui flashdisk kepada penyidik yang saat itu menangani kasusnya, Brigpol Putri Sri Wahyuni.

“Hingga hari ini, setiap saya datang ke Polres Agam dan bertanya, ‘kemana Ibu Putri yang menangani kasus saya?’, jawaban mereka Ibu Putri sedang cuti melahirkan,” ungkap korban.

Baca Juga :  Titiek Soeharto Desak Menhut Tindak Tegas Pembabat Hutan Sumatera, Rahmad Sukendar: Tangkap Pelaku dan Otaknya!

Dugaan Kasus Lain Disampaikan Korban

Selain KDRT, korban juga menyampaikan dugaan lain terkait suaminya. Ia menyebut suaminya diduga terlibat dalam praktik jual beli BBM subsidi secara ilegal.

“Suami saya juga diduga pelaku jual beli BBM subsidi milik negara secara ilegal,” katanya.

Hingga berita ini diturunkan pihak Polres Agam belum memberikan keterangan resmi.

Kini, suararealitas.co tengah berusaha melakukan konfirmasi kepada pihak terkait. Konfirmasi akan dimuat pada kolom berikutnya.

Di saat situasi tidak menentu, suararealitas.co tetap berkomitmen memberikan fakta dan realita jernih dari situasi dan kondisi lapangan. Ikuti terus update terkini suararealitas.co.‎

Berita Terkait

Aceng Syamsul Hadie (ASH): Kasus Pemotongan Paksa Rambut Siswi SMKN 2 Garut adalah Pelanggaran Berat dan Mencederai Martabat Perempuan.
Bareskrim Ungkap Puluhan Situs Judi Online Di Jakbar
Hakim PN Jakarta Selatan Bebaskan 2 Anggota PETIR Kasus Kalibata, Tim Hukum Dipuji Total
Praktik Parkir Liar di Danau Sunter Disorot, Praktisi Hukum Sebut Bisa Dijerat Pasal Pemerasan 9 Tahun Penjara
Sengketa Tanah PT PELNI Memanas, Anak-anak hingga Orang Meninggal Digugat ke Pengadilan
Klarifikasi PT Cocoman, Sentil Dugaan Konflik di Balik Kasus Hukum yang di Tangani Kejati Sulteng
Benarkan Ada Penggeledahan, PT Cocoman Bantah Dugaan Korupsi dan Penyalahgunaan Wewenang, Sebut Pemberitaan Tidak Benar
PT Cocoman Buka Suara Soal Dugaan Korupsi Tambang Nikel di Morowali Utara

Berita Terkait

Rabu, 13 Mei 2026 - 14:35 WIB

Tangis Korban KDRT di Agam Pecah: Dari Hamil hingga Melahirkan, Laporan Tak Kunjung Ditindak

Minggu, 10 Mei 2026 - 23:12 WIB

Aceng Syamsul Hadie (ASH): Kasus Pemotongan Paksa Rambut Siswi SMKN 2 Garut adalah Pelanggaran Berat dan Mencederai Martabat Perempuan.

Minggu, 10 Mei 2026 - 09:25 WIB

Bareskrim Ungkap Puluhan Situs Judi Online Di Jakbar

Jumat, 8 Mei 2026 - 21:21 WIB

Hakim PN Jakarta Selatan Bebaskan 2 Anggota PETIR Kasus Kalibata, Tim Hukum Dipuji Total

Rabu, 6 Mei 2026 - 11:02 WIB

Praktik Parkir Liar di Danau Sunter Disorot, Praktisi Hukum Sebut Bisa Dijerat Pasal Pemerasan 9 Tahun Penjara

Berita Terbaru

Ekonomi & Bisnis

NTBK Bidik Pertumbuhan Jangka Panjang Lewat Rights Issue Rp500 Miliar

Rabu, 13 Mei 2026 - 14:17 WIB

Nasional

BAZNAS DKI Perluas Distribusi Kurban hingga Wilayah 3T

Rabu, 13 Mei 2026 - 12:19 WIB