KSP Nasari Luncurkan Super Apps, Menkop: Bisa Jadi Role Model Nasional

- Jurnalis

Jumat, 15 Mei 2026 - 07:24 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Surabaya, Suararealitas.co – Di tengah upaya pemerintah mendorong modernisasi koperasi, Menteri Koperasi (Menkop) Ferry Juliantono menilai Koperasi Simpan Pinjam (KSP) Nasari berhasil menunjukkan pertumbuhan sehat sekaligus adaptif terhadap perkembangan teknologi.

Hal itu disampaikan Ferry saat menghadiri Rapat Anggota Tahunan (RAT) ke-27 KSP Nasari di Surabaya, Rabu (13/5/2026). Dalam kesempatan tersebut, Nasari juga meluncurkan aplikasi digital berbasis white label untuk mendukung pengembangan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP).

“Saya mencermati bahwa KSP Nasari menunjukkan perkembangan yang cukup baik dan konsisten. Jumlah anggota telah mencapai lebih dari 65 ribu anggota yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia. Hal ini menunjukkan tingkat kepercayaan masyarakat yang terus tumbuh terhadap KSP Nasari,” kata Menkop Ferry, dalam sambutannya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menurut Ferry, capaian tersebut membuktikan koperasi tetap mampu bertumbuh di tengah tantangan ekonomi yang dinamis.

“Saya mengapresiasi upaya pengurus, pengawas, manajemen, serta seluruh anggota yang terus menjaga kepercayaan dan semangat gotong royong dalam membangun koperasi,” ungkapnya.

Menariknya, Nasari kini mulai mengembangkan super apps koperasi yang tidak hanya menyediakan layanan simpan pinjam, tetapi juga marketplace desa, pembayaran digital, e-money, hingga pendidikan koperasi berbasis e-learning.

Baca Juga :  Letjen TNI (Purn) Agus Widjojo Dimakamkan di TMP Kalibata, Negara Beri Penghormatan Terakhir

Ketua KSP Nasari, Frans Meroga Panggabean, mengatakan aplikasi tersebut nantinya dapat langsung digunakan oleh Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) melalui sistem white label.

“Teman-teman KDKMP nantinya bisa langsung punya aplikasi digital sendiri. Jadi koperasi desa atau kelurahan dapat memiliki platform digital dengan nama masing-masing wilayah,” ujar Frans.

Ia menjelaskan, aplikasi tersebut sebenarnya dikembangkan dari platform internal Nasari Digital atau “Nadi” yang saat ini sudah digunakan oleh sekitar 65 ribu anggota Nasari di seluruh Indonesia.

Frans menyebut fitur utama aplikasi itu meliputi layanan RAT online, kartu anggota digital, payment gateway, marketplace desa, layanan tabungan dan pinjaman, hingga pelatihan koperasi berbasis digital.

Menurutnya, fitur pasar desa menjadi salah satu inovasi utama karena memungkinkan warga desa memasarkan produk lokal layaknya di platform e-commerce besar.

Ia menambahkan, digitalisasi koperasi menjadi langkah penting agar koperasi lebih dekat dengan generasi muda melalui pendekatan modern berbasis teknologi.

Sementara itu, Menkop menilai langkah Nasari sejalan dengan arah transformasi koperasi nasional. Ia menegaskan koperasi saat ini tidak cukup hanya menjadi lembaga simpan pinjam, tetapi harus berkembang menjadi ekosistem ekonomi rakyat yang produktif dan terintegrasi.

“Saya berharap KSP Nasari dapat terus menjadi role model koperasi yang tidak hanya kuat secara kelembagaan dan usaha, tetapi juga mampu menjadi contoh dalam inovasi, digitalisasi, dan pengembangan ekosistem koperasi berbasis kolaborasi,” jelas Ferry.

Baca Juga :  Menko Polkam: Pemerintah tuntut investigasi menyeluruh dan pertanggungjawaban pelaku atas insiden gugurnya prajurit TNI di Lebanon

Senada dengan Menkop, Ketua Harian DEKOPIN Priskhianto mendukung transformasi yang telah dilakukan KSP Nasari.

“Saat ini, Nasari memiliki berbagai keunggulan, termasuk inovasi digital melalui aplikasi “Nadi” yang diharapkan mampu memudahkan anggota maupun calon anggota dalam mengakses berbagai layanan koperasi,” paparnya.

Menurutnya, aplikasi tersebut memiliki sejumlah fitur layanan yang cukup lengkap, mulai dari layanan pembayaran, marketplace, hingga layanan simpan pinjam yang lebih praktis dan mudah diakses.

“Namun demikian, di balik berbagai keunggulan tersebut, kami juga berpesan agar KSP Nasari tetap memperhatikan aspek mitigasi risiko, khususnya dalam memberikan perlindungan dan keamanan bagi para anggota maupun calon anggota yang bergabung,” jelasnya.

Priskhianto pun berharap, KSP Nasari dapat terus mendukung program pemerintah, khususnya dalam pengembangan Koperasi Desa Merah Putih melalui perluasan akses dan kemudahan pembiayaan bagi masyarakat, termasuk membangun kolaborasi yang kuat dengan Koperasi Desa Merah Putih demi memperkuat ekonomi rakyat berbasis koperasi.

Berita Terkait

Bupati Dalam Rangka Memperingati Hari Tri Suci Waisak Tahun 2026 Penanaman Mangrove di Ketapang
GOW Kota Kediri Gelar Workshop Hidroponik, Dorong Perempuan Mandiri dan Produktif
Dihadiri Jusuf Kalla dan Ahmad Riza Patria, MN KAHMI Soroti Pentingnya Persatuan Nasional
BAZNAS DKI Perluas Distribusi Kurban hingga Wilayah 3T
Tandatangani MoU, KEK Palu Targetkan Investasi hingga Rp30 Triliun untuk Pengembangan Gigafactory BESS dan LNG Hub
KKP: Modernisasi Kapal Perikanan untuk Nelayan Naik Kelas Bertahap sampai 2028
Kadisnaker Rudi Lesmana Kabupaten Tangerang Apresiasi Kelancaran May Day 2026 ‎
Pimpin Rakor Misi Pemeliharaan Perdamaian, Menko Polkam Tekankan Disiplin dan Kualitas Latihan Prajurit Garuda

Berita Terkait

Jumat, 15 Mei 2026 - 07:24 WIB

KSP Nasari Luncurkan Super Apps, Menkop: Bisa Jadi Role Model Nasional

Kamis, 14 Mei 2026 - 16:46 WIB

GOW Kota Kediri Gelar Workshop Hidroponik, Dorong Perempuan Mandiri dan Produktif

Kamis, 14 Mei 2026 - 06:56 WIB

Dihadiri Jusuf Kalla dan Ahmad Riza Patria, MN KAHMI Soroti Pentingnya Persatuan Nasional

Rabu, 13 Mei 2026 - 12:19 WIB

BAZNAS DKI Perluas Distribusi Kurban hingga Wilayah 3T

Selasa, 12 Mei 2026 - 21:59 WIB

Tandatangani MoU, KEK Palu Targetkan Investasi hingga Rp30 Triliun untuk Pengembangan Gigafactory BESS dan LNG Hub

Berita Terbaru

Berita Aktual

Tambang Batu Bara di Pesisir Selatan Diduga Langgar Aturan Minerba

Jumat, 15 Mei 2026 - 10:18 WIB