Pengusaha Trucking Keluhkan Penolakan Kontainer Kosong, Logindo Soroti Kinerja MSC

- Jurnalis

Kamis, 7 Mei 2026 - 20:27 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Potret: dok-ilustrasi

JAKARTA, suararealitas.co – Sejak dua hari terakhir, para pengusaha trucking yang tergabung dalam Logindo mengalami kesulitan serius saat mengembalikan kontainer kosong impor milik pelayaran MSC. Truk yang telah tiba di depo tujuan justru ditolak karena kapasitas depo disebut sudah penuh. Bahkan, setelah diarahkan ke depo lain, kondisi serupa kembali terjadi.

Ketua Logindo DKI Jakarta, Jenminy, mengatakan situasi tersebut berdampak besar terhadap operasional para anggotanya.

“Ritase menurun drastis, sopir harus menunggu berjam-jam bahkan berhari-hari. Biaya operasional membengkak, sementara kami juga khawatir terkena denda detention padahal ini bukan kesalahan kami,” ujar Jenminy, Kamis (7/5).

Menurutnya, persoalan ini memunculkan pertanyaan terkait tanggung jawab pihak pelayaran terhadap kendala yang terjadi di lapangan. Ia menilai, apabila depo yang ditunjuk tidak mampu menampung kontainer kosong, maka pihak MSC seharusnya segera menyediakan alternatif lokasi depo atau memberikan pembebasan biaya keterlambatan.

“Kami meminta kejelasan, siapa yang akan menanggung kerugian armada kami? Apakah MSC siap bertanggung jawab atas seluruh biaya tambahan dan kerugian usaha yang timbul akibat kondisi ini?” tegasnya.

Baca Juga :  Kemenhub Perkuat Kolaborasi dan Sinergj Lintas Sektoral Pada Operasi Patroli Nataru 2025/2026

Hingga berita ini diterbitkan, para pelaku usaha trucking masih menunggu respons dan langkah konkret dari pihak MSC guna menyelesaikan persoalan yang dinilai mengganggu kelancaran rantai logistik.

Redaksi menerima hak jawab dan koreksi sesuai Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers.

Berita Terkait

Ike Megasari Nahkodai Aliansi Nelayan Banten Bersatu, Siap Perjuangkan Kesejahteraan Nelayan dan Kelestarian Laut
Kapal Patroli KPLP KN. Damaru Kawal KMP Mutiara Persada III Hingga Tiba dengan Aman di Pelabuhan Panjang
Remunerasi Belum Dibayar, Ratusan Pekerja PT MTI Gelar Aksi Damai di Tanjung Priok
Ditjen Hubla Tingkatkan Kesiapsiagaan Penanganan Tumpahan Minyak Melalui Kolaborasi Global
Tingkatkan Kompetensi dan Integritas, PPNS Ditjen Hubla Siap Hadapi Tantangan Penegakan Hukum
Arus Balik di Pelabuhan Makassar Kondusif, Pergerakan Penumpang Capai 79 Ribu Hingga H+7 Lebaran
Tak Terdaftar di Lloyd’s Register, Kapal Kasus Fandi Disorot KPI
Vape Berpotensi Mengandung Narkoba, Capt. Hakeng Peringatkan Ancaman Hukum dan Karir Pelaut

Berita Terkait

Rabu, 24 Juni 2026 - 14:34 WIB

Ike Megasari Nahkodai Aliansi Nelayan Banten Bersatu, Siap Perjuangkan Kesejahteraan Nelayan dan Kelestarian Laut

Selasa, 19 Mei 2026 - 19:31 WIB

Kapal Patroli KPLP KN. Damaru Kawal KMP Mutiara Persada III Hingga Tiba dengan Aman di Pelabuhan Panjang

Rabu, 13 Mei 2026 - 20:54 WIB

Remunerasi Belum Dibayar, Ratusan Pekerja PT MTI Gelar Aksi Damai di Tanjung Priok

Sabtu, 9 Mei 2026 - 12:46 WIB

Ditjen Hubla Tingkatkan Kesiapsiagaan Penanganan Tumpahan Minyak Melalui Kolaborasi Global

Kamis, 7 Mei 2026 - 20:27 WIB

Pengusaha Trucking Keluhkan Penolakan Kontainer Kosong, Logindo Soroti Kinerja MSC

Berita Terbaru

Berita Aktual

Wartawan Online Sambangi Lurah Sunter Agung di Ruang Kerjanya

Rabu, 24 Jun 2026 - 08:50 WIB