Pemasangan Tiang Fiber Optik Diduga Ilegal di Bogor Jadi Sorotan Publik

- Jurnalis

Jumat, 10 April 2026 - 23:45 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BOGOR, suararealitas.co – Pemasangan tiang jaringan internet yang berada di Jl. Kapten Pasir Jaya, Kecamatan Bogor Barat, Kota Bogor, Jawa Barat diduga kuat tidak mengantongi izin (ilegal) dari dinas terkait hingga menuai sorotan tajam.

Dari hasil investigasi dilokasi, pemasangan tiang internet sudah berjalan satu minggu.

Adapun, tiang-tiang tersebut diangkut mengunakan mobil pik-up. Kemudian beberapa pekerja lainnya melakukan pemasangan tiang tersebut.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Selain itu, masyarakat telah mengamati bahwa masih terdapat oknum-oknum vendor nakal yang melakukan pemasangan tiang internet tanpa mengantongi izin dari dinas terkait, sehingga menimbulkan kekhawatiran akan dampak lingkungan dan keselamatan publik.

“Kalau saya amati, banyak dari oknum-oknum vendor yang memasang tiang internet di malam hari lantaran pengakuannya (oknum) agar menghindari petugas dari dinas terkait yang sedang monitoring. Tak ayal, beberapa dari mereka juga tak membawa surat jalan maupun izin resmi dari perusahaannya,” beber sumber, Jumat (10/4/2026).

Diketahui, pemasangan tiang tanpa izin tersebut para vendor sangat jelas melanggar peraturan yang berlaku, dan  mengharuskan setiap proyek infrastruktur harus mendapatkan izin resmi.

Bahkan, masyarakat juga mengkhawatirkan keberadaan kabel yang nantinya tidak tertata rapi, yang dapat mengganggu pemandangan, dan potensi risiko keselamatan bagi masyarakat seperti gangguan pada jaringan listrik, dan keselamatan aktivitas.

Salah satu pekerja dilokasi mengatakan, bahwa pekerjaan tersebut dari PT Fiber Media Indonesia dan untuk vendornya bernama Fahmi (nama samaran).

Baca Juga :  Ustadz Bachtiar Nasir Pimpin Doa, Salurkan Bantuan untuk Korban Bencana di Aceh

“Kami hanya pekerja disini pak, kita dari PT Fiber Media Indonesia, kalau bapak perlu apa-apa silahkan hubungi pak Fahmi. Fahmi sebagai vendor lapangannya. Tapi pak Fahminya gak ada sekarang, dan nggak kesini,” ucap dia yang enggan menyebutkan namanya kepada wartawan.

Namun, saat ditanya soal surat perintah kerja (SPK) kepada pekerja, ia mengaku bahwa di lokasi sedang tidak ada pengawas lapangan (Waspang) dan diperintah untuk bekerja saja.

“Dari PT Fiber Media Indonesia tidak ada pak. Tidak ada surat perintah kerja, kami hanya di suruh saja pak bekerja,” kata dia.

Untuk kebutuhan pemberitaan, wartawan pun mencoba menghubungi pengawas lapangan yang bernama Fahmi melalui WhatsApp, untuk menanyakan kelengkapan perizinan dari dinas terkait, namun hal tersebut tidak mendapat respon oleh pihaknya.

lebih parahnya lagi, para pekerja tidak dilengkapi APD (alat pelindung diri) yang lengkap, seolah mengabaikan keselamatan kerja.

Sebagai informasi, pelanggaran safety (K3) di perusahaan diatur utama dalam UU No. 1 Tahun 1970 tentang Keselamatan Kerja (Pasal 15) dengan sanksi kurungan atau denda, serta UU No. 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan (Pasal 86-87 dan 161).

Pelanggaran mencakup abai APD, prosedur kerja (SOP), atau menyebabkan kecelakaan kerja.

Baca Juga :  Mengungkap Fakta Cerita “Macan Kedoya” Siapa ?

Perlu diperhatikan, Indonesia telah memiliki peraturan tentang telekomunikasi, tepatnya UU No. 36 Tahun 1999 tentang Telekomunikasi yang telah diubah dengan UU No. 6 Tahun 2003 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang No. 2 Tahun 2022 tentang Cipta Kerja menjadi Undang-Undang.

Dalam hal ini, penyedia layanan jaringan telekomunikasi yang hendak membangun tiang untuk keperluan pengoperasian maupun perluasan layanan mereka.

Berdasarkan Pasal 13 UU No. 36 tahun 1999 tentang telekomunikasi disebutkan bahwa, penyelenggara telekomunikasi dapat memanfaatkan atau melintasi tanah dan atau bangunan milik perseorangan untuk tujuan pembangunan, pengoperasian atau pemeliharaan jaringan telekomunikasi setelah terdapat persetujuan di antara para pihak.

Oleh karena itu, pemasangan tiang di jalan kampung-kampung atau desa, semestinya telah mendapatkan persetujuan diantara Perusahaan provider dan warga.

Jika terdapat warga yang menolak, maka hal tersebut dapat dikomunikasikan kepada pihak provider dan berkoordinasi dengan RT atau RW setempat.

Mengenai aturan teknis pemasangan tiang ataupun kabel fiber optik dimuat dalam peraturan daerah, namun tidak semua daerah di Indonesia memiliki aturan ini.

Untuk idealnya, kabel internet dipasang di bawah tanah agar tidak mengganggu pemandangan dan jalan tetap rapi.

Tapi karena satu dua hal, sejumlah provider menyambung kabel dengan tiang-tiang. Sedangkan di beberapa titik malah tidak beraturan dan semerawut.

Penulis : Eva

Berita Terkait

Diduga Jadi Lokasi Pembuangan dan Pembakaran Sampah Liar, Warga Dadap Kosambi Keluhkan Asap Selama Empat Bulan
Dewan Penasehat Media Barometer Indonesia News Kutuk Penganiayaan Terhadap Wartawannya saat Liputan
JPO Tendean Ditabrak Truk Alat Berat, Polisi Alihkan Arus Lalu Lintas
Hari Ketiga Kebakaran TPA Jatiwaringin, Pemkab Tangerang Minta Bantuan BPBD Kota Tangerang
Sampaikan Duka atas Meninggalnya Tahanan Kasus Narkoba, Polresta Tangerang Tegaskan Penanganan Sesuai SOP
HUT ke-58 Pusrehabkeshan Kemenhan, Ribuan Warga Tanjung Pasir Nikmati Bakti Sosial dan Layanan Kesehatan Gratis
Kasus Pengeroyokan Di Cengkareng Belum Terungkap, Publik Menanti Hasil Penyelidikan
Ribuan Warga Sunter Agung Semarakkan Tahun Baru Islam dengan Pawai Obor di JIS

Berita Terkait

Sabtu, 18 Juli 2026 - 13:30 WIB

Diduga Jadi Lokasi Pembuangan dan Pembakaran Sampah Liar, Warga Dadap Kosambi Keluhkan Asap Selama Empat Bulan

Rabu, 15 Juli 2026 - 01:23 WIB

Dewan Penasehat Media Barometer Indonesia News Kutuk Penganiayaan Terhadap Wartawannya saat Liputan

Selasa, 14 Juli 2026 - 20:34 WIB

JPO Tendean Ditabrak Truk Alat Berat, Polisi Alihkan Arus Lalu Lintas

Jumat, 3 Juli 2026 - 11:41 WIB

Hari Ketiga Kebakaran TPA Jatiwaringin, Pemkab Tangerang Minta Bantuan BPBD Kota Tangerang

Jumat, 3 Juli 2026 - 01:42 WIB

Sampaikan Duka atas Meninggalnya Tahanan Kasus Narkoba, Polresta Tangerang Tegaskan Penanganan Sesuai SOP

Berita Terbaru