33 Tahun Kota Tangerang, FAM: Masalah Dasar Tak Kunjung Tuntas

- Jurnalis

Senin, 2 Maret 2026 - 17:36 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Koordinator FAM Tangerang, Akbar Ridho, menegaskan tema “Melayani Tanpa Henti” harus dibuktikan lewat capaian nyata.
“Banjir masih terjadi di Ciledug, Cipondoh, Karang Tengah, hingga Periuk.

Koordinator FAM Tangerang, Akbar Ridho, menegaskan tema “Melayani Tanpa Henti” harus dibuktikan lewat capaian nyata. “Banjir masih terjadi di Ciledug, Cipondoh, Karang Tengah, hingga Periuk.

TANGERANG, Suararealitas.co — Forum Aksi Mahasiswa (FAM) Tangerang melontarkan kritik keras di momentum HUT ke-33 Kota Tangerang.

Sejumlah persoalan dinilai masih berulang tanpa penyelesaian tuntas.

Koordinator FAM Tangerang, Akbar Ridho, menegaskan tema “Melayani Tanpa Henti” harus dibuktikan lewat capaian nyata.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Banjir masih terjadi di Ciledug, Cipondoh, Karang Tengah, hingga Periuk. Sampah belum tertangani menyeluruh. Kemacetan tetap padat. Ini fakta yang dirasakan warga setiap hari,” ujar Akbar Ridho, Senin (02/03/2026).

Baca Juga :  Debitur di Palembang Minta Perlindungan Komisi III DPR RI, Soroti Rencana Eksekusi Aset Saat Sengketa Masih Berjalan

Ia menyoroti peningkatan APBD yang dinilai belum berbanding lurus dengan kualitas pelayanan publik. Menurutnya, anggaran besar harus menghasilkan perubahan terukur.

“Publik berhak tahu realisasi anggaran dan dampaknya. Data harus dibuka. Indikator kinerja harus jelas,” tegasnya.

FAM juga menyinggung layanan dasar seperti antrean fasilitas kesehatan dan akses air bersih di wilayah padat yang masih menjadi keluhan.

Pembangunan fisik kota, kata Akbar, perlu diimbangi penyelesaian kebutuhan mendasar.

Baca Juga :  Menyongsong Era MRT, Kawasan Ikonik Kota Tua dan Glodok Jadi Fokus Penataan Pemkot Jakbar

Selain itu, ia menilai peran BUMD belum optimal dalam menopang Pendapatan Asli Daerah dan memperkuat pelayanan publik.

“BUMD harus dikelola profesional dan transparan. Kalau tidak maksimal, lakukan evaluasi menyeluruh,” katanya.

FAM Tangerang mendesak pemerintah kota melakukan audit kinerja terbuka dan melibatkan publik dalam pengawasan.

“Usia 33 tahun cukup untuk menunjukkan kemajuan.

Warga menunggu hasil, bukan perayaan,” tutup Akbar Ridho.(cenks)

Berita Terkait

Seringkali Diajukan Kades Sampai Akhirnya Jembatan Roboh Karena Lambat Direalisasi
Masyarakat Adat Desa Guradog Gelar Panen Raya Padi Di Lahan Sawah Tangtu
TNI Perkuat Pengamanan di PT Freeport Pasca Serangan KKB, Panser Anoa Disiagakan
Kemendagri: Pemimpin Berintegritas Tidak Melanggar Sumpah Jabatan
Jumat Berkah di Tanjung Priok: Wujud Kepedulian Polri Pererat Silaturahmi dengan Masyarakat
Segel Dicopot, Pembangunan Lapangan Padel Ilegal di Kalideres Kembali Berjalan, Pengusaha Terancam Pidana
Usai Banjir Terjang Gobang Rumpin, Wabub Bogor Pastikan Perbaikan Jembatan Dipercepat
Sahabat Kehidupan Serahkan Donasi, Bersama Bhabinkamtibmas Polsek Karawaci

Berita Terkait

Sabtu, 18 April 2026 - 15:10 WIB

Seringkali Diajukan Kades Sampai Akhirnya Jembatan Roboh Karena Lambat Direalisasi

Sabtu, 18 April 2026 - 14:10 WIB

Masyarakat Adat Desa Guradog Gelar Panen Raya Padi Di Lahan Sawah Tangtu

Sabtu, 18 April 2026 - 08:05 WIB

TNI Perkuat Pengamanan di PT Freeport Pasca Serangan KKB, Panser Anoa Disiagakan

Jumat, 17 April 2026 - 18:50 WIB

Kemendagri: Pemimpin Berintegritas Tidak Melanggar Sumpah Jabatan

Jumat, 17 April 2026 - 16:31 WIB

Jumat Berkah di Tanjung Priok: Wujud Kepedulian Polri Pererat Silaturahmi dengan Masyarakat

Berita Terbaru