Ketidakpuasan Seorang Pekerja Keamanan Kos-kosan akan Tempuh Jalur Hukum

- Jurnalis

Selasa, 22 November 2022 - 20:19 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ketidakpuasan Seorang Pekerja Keamanan Kos-kosan akan Tempuh Jalur Hukum

JAKARTA – Jeri Hauteas beserta rekannya akan menempuh jalur hukum, karna merasa ketidakpuasan dengan apa yang telah mereka abdi selama ini. 

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Sementara mereka juga sudah anggap tempat ia bekerja sebagai rumahnya, hingga makan dan tidur pun disitu, serta mereka bekerja sudah lama, sejak 7 tahun berlalu.

“Entah apa yang saya lakukan bahkan kesalahan saya, hingga akhirnya pemilik kos-kosan PHK kami tanpa adanya pemberitahuan terlebih dahulu,” ujar Jeri Hauteas saat dimintai keterangan oleh wartawan di Perumahan Taman Aries Tirta, RT.003/003, Blok H, No.17D, tepatnya di depan Rais Residence, Kembangan, Jakarta Barat, Selasa 22 November 2022.

Jeri mengatakan, kami di PHK atau pemecatan secara sepihak. Bahkan kami di negosiasikan dengan ketidakpuasan kami dengan pesangon sebesar Rp 7 juta rupiah, itu pun setelah kami protes dengan pesangon yang tidak layak. Semestinya, yang awalnya pihak pemilik kost-an tersebut memberikan 1 bulan gaji yaitu, satu juta delapan ratus lima puluh ribu rupiah.

Baca Juga :  Kemensos Perkuat Kemandirian Ekonomi Puluhan Kelompok Miskin dan Rentan di Solo dan Sekitarnya

“Apakah layak dengan pengabdian kami selama 7 tahun berlalu.? Bahkan kami kerja pun seolah-olah selama 24 jam atau seharian full, cuma bedanya kami makan, minum, bahkan tidur pun di post yang sudah mereka fasilitasi,” ungkapnya.

Untuk itu lanjut Jeri, kami selaku warga negara Indonesia yang mentaati dengan adanya perundang-undangan yang berlaku akan menempuh jalur hukum, karna tidak layaknya selaku pekerja dengan selama itu hanya pesangon yang pemilik kost-an itu memberikan dengan semaunya tanpa adanya ketentuan perundangan yang berlaku. 

“Malahan kami di gaji dengan upah yang tidak layak hanya satu juta delapan ratus lima puluh ribu rupiah,” imbuhnya.

Jeri pun menambahkan, saya manusia pak bukan binatang, kenapa tempat tidur, pakaian, bahkan peralatan kami pakai di keluarkan begitu saja tanpa adanya pemberitahuan terlebih dahulu.? Bahkan, saya di suruh keluar dari post tempat saya jaga, dan barang di keluarkan oleh oknum yang berseragam dinas dari kesatuan TNI, yang tidak di ketahui nama dan kesatuannya.

Baca Juga :  Sajikan Kisah Cinta Haru Glenn Fredly! Tayang 25 April 2024

Kendati demikian, selaku keluarga Jeri dengan inisial (A) sempat mengklarifikasi mencari titik terang terhadap pemilik perusahaan dan kepala manejemen kost-an tersebut. 

“Kenapa saudara saya di pecat pak, dengan alesan apa dan punya masalah apa.? Hingga akhirnya malah tidak mendapatkan jawaban yang memuaskan bahkan di usir dari tempat Jeri bekerja,” tandas (A). 

Perlu diketahui, jika karyawan telah di lalukan PHK, harus dengan peraturan perundangan yang berlaku, dan sebagai pengusaha wajib juga mentaati peraturan dari Depnaker Pasal 81 angka 25 UU Cipta Kerja yang memuat baru Pasal 88E ayat (2) UU Ketenagakerjaan yang menegaskan bahwa pengusaha tidak boleh membayar upah pekerjanya lebih rendah dari upah minimum atau standar terendah upah yang ditetapkan oleh Gubernur dalam UMP atau Upah Minimum Kabupaten/Kota.*(Tim/SR)

Berita Terkait

Tidak Ada Tanda Kekerasan, Lansia Maman (71) Ditemukan Meninggal Tenang di Area Pemakaman Pakuhaji
Wartawan Online Sambangi Lurah Sunter Agung di Ruang Kerjanya
Komisi IV DPR RI Terima Aspirasi DPRD Pasangkayu Terkait Permukiman di Kawasan Hutan Lindung
Anggota Komisi I DPRD Kota Tangerang Terima Aspirasi Permasalahan Air dan Galian Liar
Makan Minum Rapat Rp1,49 Miliar di Rajeg Viral di Media Sosial, BARATA Layangkan Somasi
Jaga Jakarta On The Spot Polres Pelabuhan Tanjung Priok, Nobar Piala Dunia 2026 Bersama Masyarakat, Perkuat Sinergi Kamtibmas 
JJOS Nobar Piala Dunia 2026, Pererat Silaturahmi dan Perkuat Kamtibmas di Terminal Nusantara Pura
Bungkam Soal Konsumsi Rp1,49 Miliar, Kini 40 Proyek Infrastruktur Rajeg Jadi Sorotan

Berita Terkait

Rabu, 24 Juni 2026 - 18:39 WIB

Tidak Ada Tanda Kekerasan, Lansia Maman (71) Ditemukan Meninggal Tenang di Area Pemakaman Pakuhaji

Rabu, 24 Juni 2026 - 08:50 WIB

Wartawan Online Sambangi Lurah Sunter Agung di Ruang Kerjanya

Selasa, 23 Juni 2026 - 15:53 WIB

Komisi IV DPR RI Terima Aspirasi DPRD Pasangkayu Terkait Permukiman di Kawasan Hutan Lindung

Selasa, 23 Juni 2026 - 14:25 WIB

Anggota Komisi I DPRD Kota Tangerang Terima Aspirasi Permasalahan Air dan Galian Liar

Selasa, 23 Juni 2026 - 13:33 WIB

Makan Minum Rapat Rp1,49 Miliar di Rajeg Viral di Media Sosial, BARATA Layangkan Somasi

Berita Terbaru

Berita Aktual

Wartawan Online Sambangi Lurah Sunter Agung di Ruang Kerjanya

Rabu, 24 Jun 2026 - 08:50 WIB