RIYADH, suararealitas.co – Kelompok Houthi di Yaman mengklaim melancarkan serangan besar-besaran terhadap sejumlah fasilitas strategis Arab Saudi menggunakan rudal balistik dan pesawat tanpa awak (drone).
Juru Bicara Militer Houthi, Yahya Saree, menyebut operasi tersebut menyasar enam lokasi penting, mulai dari fasilitas pengolahan minyak, bandara internasional hingga instalasi militer Arab Saudi.
Sejumlah target yang masuk dalam daftar serangan meliputi Kilang Minyak Ras Tanura, fasilitas minyak Saudi Aramco di Abqaiq, Bandara Internasional Raja Khalid di Riyadh, Bandara Internasional Raja Fahd di Dammam, Kilang Minyak Rabigh, serta markas militer di wilayah Najran.
Saree mengklaim serangan tersebut merupakan bagian dari operasi militer Houthi terhadap infrastruktur strategis Arab Saudi.
Namun, belum semua laporan mengenai keberhasilan serangan dan tingkat kerusakan fasilitas mendapat konfirmasi independen.
Kilang Minyak Ras Tanura Jadi Target Utama Houthi
Salah satu fasilitas yang menjadi sorotan dalam serangan tersebut adalah Kilang Minyak Ras Tanura di Provinsi Timur Arab Saudi.
Fasilitas milik Saudi Aramco itu memiliki kapasitas pengolahan sekitar 550 ribu barel minyak per hari. Perannya yang penting dalam industri energi membuat setiap gangguan operasional berpotensi memengaruhi aktivitas pengolahan dan distribusi minyak.
Houthi sebelumnya mengklaim berhasil menyerang fasilitas tersebut menggunakan rudal balistik pada Selasa (27/10/2026). Yahya Saree menyebut serangan itu memicu kebakaran di sekitar kawasan kilang.
Kabar tersebut menimbulkan kekhawatiran terhadap keamanan infrastruktur energi Arab Saudi, terutama jika serangan benar-benar menyebabkan kerusakan pada fasilitas produksi dan pengolahan minyak.
Bandara Internasional dan Fasilitas Militer Ikut Disasar
Selain infrastruktur minyak, Houthi juga memasukkan dua bandara internasional Arab Saudi dalam daftar target serangan.
Keduanya adalah Bandara Internasional Raja Khalid di Riyadh dan Bandara Internasional Raja Fahd di Dammam.
Kelompok tersebut juga mengklaim menyerang fasilitas militer di wilayah Najran. Namun, hingga kini belum tersedia konfirmasi independen mengenai dampak serangan terhadap operasional bandara maupun instalasi militer tersebut.
Konflik Houthi dan Arab Saudi Ancam Stabilitas Timur Tengah
Houthi menegaskan akan melanjutkan serangan terhadap Arab Saudi di tengah meningkatnya ketegangan kawasan Timur Tengah.
Yahya Saree juga memperingatkan negara-negara yang mendukung Riyadh agar tidak ikut campur dalam konflik tersebut.
Eskalasi serangan terhadap infrastruktur strategis berpotensi memperbesar risiko keamanan di kawasan Teluk.
Ancaman terhadap fasilitas minyak, khususnya, dapat memicu kekhawatiran pasar internasional terhadap kelancaran pasokan energi global.
Meski demikian, dampak nyata terhadap produksi dan ekspor minyak Arab Saudi masih bergantung pada kondisi fasilitas yang menjadi sasaran serta hasil verifikasi otoritas setempat.












