ITALIA, suararealitas.co – Puluhan ribu orang menggelar demonstrasi di berbagai kota di Italia pada Jumat (30/10/2026). Mayoritas peserta aksi berasal dari kalangan mahasiswa dan pekerja.
Mereka turun ke jalan untuk menuntut kenaikan upah, perbaikan pelayanan publik, serta penurunan biaya hidup.
Selain itu, massa juga memprotes peningkatan anggaran militer yang dinilai tidak sejalan dengan kebutuhan masyarakat.
Aksi demonstrasi ini menyusul seruan pemogokan umum selama 24 jam dari serikat pekerja akar rumput, Unione Sindacale di Base (USB). Serikat tersebut mengorganisasi aksi unjuk rasa di lebih dari 40 kota di Italia.
Demonstrasi kali ini berlangsung setelah bentrokan antara pengunjuk rasa dan polisi terjadi pada awal Oktober.
Saat itu, sejumlah demonstran melakukan kerusuhan, menjarah toko, dan merusak fasilitas umum.
Meski demikian, sebagian besar aksi pada Jumat (30/10/2026) berlangsung damai. Namun, ketegangan sempat meningkat di sejumlah wilayah.
Mengutip Asia One, Minggu (1/11/2026), polisi di Turin mengerahkan mobil meriam air atau water cannon. Langkah tersebut bertujuan membubarkan mahasiswa dan aktivis sayap kiri yang mendekati barisan aparat keamanan.
Sementara itu, di Roma, ribuan demonstran menggelar pawai di kawasan sekitar Koloseum. Mereka juga menyatakan rencana mendirikan tenda dan bertahan di lokasi tersebut selama akhir pekan.
Situasi semakin tegang pada malam hari. Sejumlah demonstran membakar tempat sampah di sepanjang jalan. Sekelompok massa juga berusaha bergerak menuju gedung parlemen.
Polisi kemudian mengerahkan water cannon untuk membubarkan kerumunan. Menurut laporan kantor berita Italia, ANSA, aparat menahan delapan orang setelah mereka berulang kali mencoba menerobos barikade polisi.
Gelombang Demonstrasi Melanda Sejumlah Negara Eropa
Gelombang protes juga melanda sejumlah negara Eropa lainnya, termasuk Prancis, Spanyol, Belgia, dan Albania.
Masyarakat di berbagai negara tersebut menyuarakan sejumlah persoalan, mulai dari tingginya biaya hidup hingga peningkatan anggaran pendidikan.
Mereka juga menuntut pemerintah memperbaiki kondisi sosial dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Empat Tuntutan Utama Demonstran di Italia
Secara umum, aksi demonstrasi di Italia membawa empat tuntutan utama, yaitu:
1. Menolak kenaikan biaya hidup yang semakin membebani masyarakat.
2. Menolak peningkatan anggaran militer dan meminta pemerintah memprioritaskan kesejahteraan rakyat.
3. Menuntut kenaikan upah agar pendapatan pekerja sebanding dengan kebutuhan hidup.
4. Menuntut perbaikan pelayanan publik, termasuk sektor pendidikan, kesehatan, dan transportasi.
Aksi tersebut menunjukkan besarnya ketidakpuasan masyarakat terhadap kondisi ekonomi dan kebijakan pemerintah.
Para demonstran mendesak pemerintah agar lebih memprioritaskan kesejahteraan rakyat, meningkatkan kualitas pelayanan publik, serta memperhatikan nasib pekerja.












