Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Iklan
Iklan

Pasang Iklan Hubungi Admin

Baca berita tanpa iklan. Gabung Suara Realitas

Suara Realitas Official AppGRATIS • Berita terkini Install
Gabung Suara Realitas Masuk
S+
Tranding
Pasang iklan di sini

Jangkau pembaca Suara Realitas. Hubungi admin untuk tarif dan ketentuan iklan.

Bagikan:fXWTPuluhan Ribu Orang Demo di Italia, Tuntut Kenaikan Upah dan Tolak Anggaran MiliterKomentar: 0
Aksi Demo

Puluhan Ribu Orang Demo di Italia, Tuntut Kenaikan Upah dan Tolak Anggaran Militer

Suara Realitas, 1 November 2026, 11:06 WIB · 2 menit bacaBaca di App
Huruf
POTRET - puluhan ribu demonstran menggelar aksi unjuk rasa di berbagai kota di Italia pada Jumat (30/10/2026). Mereka menuntut kenaikan upah, menolak tingginya biaya hidup, serta memprotes peningkatan anggaran militer dan mendesak perbaikan pelayanan publik. (Foto: Tangkapan Layar/Ist).

ITALIA, suararealitas.co – Puluhan ribu orang menggelar demonstrasi di berbagai kota di Italia pada Jumat (30/10/2026). Mayoritas peserta aksi berasal dari kalangan mahasiswa dan pekerja.

Mereka turun ke jalan untuk menuntut kenaikan upah, perbaikan pelayanan publik, serta penurunan biaya hidup.

Selain itu, massa juga memprotes peningkatan anggaran militer yang dinilai tidak sejalan dengan kebutuhan masyarakat.

Aksi demonstrasi ini menyusul seruan pemogokan umum selama 24 jam dari serikat pekerja akar rumput, Unione Sindacale di Base (USB). Serikat tersebut mengorganisasi aksi unjuk rasa di lebih dari 40 kota di Italia.

Demonstrasi kali ini berlangsung setelah bentrokan antara pengunjuk rasa dan polisi terjadi pada awal Oktober.

Saat itu, sejumlah demonstran melakukan kerusuhan, menjarah toko, dan merusak fasilitas umum.

Meski demikian, sebagian besar aksi pada Jumat (30/10/2026) berlangsung damai. Namun, ketegangan sempat meningkat di sejumlah wilayah.

Baca Juga :  Mendagri dan Menteri PKP Bahas Penanganan Rumah Warga Terdampak Gempa NTT

Mengutip Asia One, Minggu (1/11/2026), polisi di Turin mengerahkan mobil meriam air atau water cannon. Langkah tersebut bertujuan membubarkan mahasiswa dan aktivis sayap kiri yang mendekati barisan aparat keamanan.

Sementara itu, di Roma, ribuan demonstran menggelar pawai di kawasan sekitar Koloseum. Mereka juga menyatakan rencana mendirikan tenda dan bertahan di lokasi tersebut selama akhir pekan.

Situasi semakin tegang pada malam hari. Sejumlah demonstran membakar tempat sampah di sepanjang jalan. Sekelompok massa juga berusaha bergerak menuju gedung parlemen.

Polisi kemudian mengerahkan water cannon untuk membubarkan kerumunan. Menurut laporan kantor berita Italia, ANSA, aparat menahan delapan orang setelah mereka berulang kali mencoba menerobos barikade polisi.

Gelombang Demonstrasi Melanda Sejumlah Negara Eropa

Gelombang protes juga melanda sejumlah negara Eropa lainnya, termasuk Prancis, Spanyol, Belgia, dan Albania.

Baca Juga :  Selama Ramadhan, D'Terrace Restaurant Grand Soll Marina Hotel Tangerang Sediakan Menu All You Can Eat Buffet

Masyarakat di berbagai negara tersebut menyuarakan sejumlah persoalan, mulai dari tingginya biaya hidup hingga peningkatan anggaran pendidikan.

Mereka juga menuntut pemerintah memperbaiki kondisi sosial dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Empat Tuntutan Utama Demonstran di Italia

Secara umum, aksi demonstrasi di Italia membawa empat tuntutan utama, yaitu:

1. Menolak kenaikan biaya hidup yang semakin membebani masyarakat.

2. Menolak peningkatan anggaran militer dan meminta pemerintah memprioritaskan kesejahteraan rakyat.

3. Menuntut kenaikan upah agar pendapatan pekerja sebanding dengan kebutuhan hidup.

4. Menuntut perbaikan pelayanan publik, termasuk sektor pendidikan, kesehatan, dan transportasi.

Aksi tersebut menunjukkan besarnya ketidakpuasan masyarakat terhadap kondisi ekonomi dan kebijakan pemerintah.

Para demonstran mendesak pemerintah agar lebih memprioritaskan kesejahteraan rakyat, meningkatkan kualitas pelayanan publik, serta memperhatikan nasib pekerja.

Baca tentangAksi Demo
Lihat Internasional Selengkapnya→
Memuat berita berikutnya…
Artikel Terkait Internasional
Berita AktualKanal lain
NasionalKanal lain